http://www.antara.co.id/arc/2008/12/14/banyak-investor-kaya-dan-berpengaruh-jadi-korban-madoff/

*Banyak Investor Kaya dan Berpengaruh Jadi Korban Madoff*

News York (ANTARA News) - Banyak investor kaya dan berpengaruh jadi korban
skema piramida besar-besaran yang dikelola pialang New York, Bernard Madoff,
The Wall Street Journal melaporkan Sabtu.

Para korban yang terjerat penipuan bernilai miliaran dolar itu tinggal mulai
dari Tokyo hingga ke Eropa serta para investor penting di AS, tulis Wall
Street Journal seperti dilansir AFP.

Madoff ditahan Kamis lalu setelah kabarnya mengaku kepada tiga karyawannya
bahwa dirinya telah mengelola apa yang disebut skema Ponzi atau penipuan
piramida, yang telah ambruk dengan kerugian lebih dari 50 miliar dolar.

Sistem bisnis skema piramida atau lebih terkenal didunia sebagai Ponzi
Scheme, karena memang dilakukan pertama kali oleh Ponzi sendiri, adalah
sebuah sistem bisnis dimana Ponzi memberikan komisi kepada si A dengan cara
menerima setoran dari si B,C, dan seterusnya.

Pada akhirnya susunan piramida membengkak di bawah, sedangkan yang
diuntungkan hanya di posisi puncak yang jumlahnya segelintir saja.

Ibaratnya, masuk kantong kiri keluar kantong kanan. Repotnya, apabila
kantong kiri tidak diisi terus menerus, maka kantong kanan akan jebol karena
tak bisa membayar komisi yang dijanjikan.

Selama beberapa dasawarsa Madoff menjadi pilar bursa saham di Wall Street,
dengan mengelola dana investor khusus, antara lain bank-bank besar, lindung
nilai dan pribadi.

Para nasabahnya semua kini bergegas menghitung seberapa besar kerugian
mereka, sedangkan pihak berwenang berupaya memastikan mengapa penipuan
seperti ini tak pernah terungkap sebelumnya.

Wall Street Journal mengutip sumber-sumber yang tak bersedia diungkapkan
nama mereka menyatakan bahwa bank Prancis, BNP Paribas, Nomura Holdings yang
berkedudukan di Tokyo dan Neue Privat Bank yang berpusat di Zurich juga
menjadi korban bisnis ala Madoff.

"Uang saya hilang musnah," tutur Sandra Manzke, chairman dari salah satu
perusahaan lindung nilai, Maxam Capital Management, ssperti dikutip Wall
Street Journal. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke