salah giring nih, mustinye LIa edan beserta isi kerajaan tuhannye digiring ke 
Rumah SAKIT JIWA :p
eiit bntr lg orang liberal radikalis bakal 1/2 mati membela Lia edan, walau dg 
argumen yg ga msk akal sekalipun, yah pengikut & pendukung orang2 macam Lia 
Edan ini ya setali tiga uang, 11-12 hehe

Isi Selebaran Lia Eden Resahkan Masyarakat
JAKARTA--Markas Lia Eden di Jalan Mahoni No.30 Bungur, Senen Jakarta
Pusat diberi garis polisi (Police Line), setelah 28 pengikut ajaran
"Kerajaan Tuhan" diantaranya adalah anak-anak, digiring ke Polda Metro
Jaya, karena menyebarkan selebaran yang membuat masyarakat resah.
Berdasarkan pantauan ANTARA, rumah berlantai 2 di Jalan Mahoni 30 RT
05/08 milik Lia Eden itu tampak sepi. Di badan pagar tembok putihnya
terpasang garis polisi, yang menutupi sebagian pintu.
Menurut Aiptu Tugiman, petugas Polsek Senen yang tengah berjaga di
rumah itu, penangkapan Lia Eden dan pengikutnya dilakukan sekitar pukul
05.40 WIB. "Setelah subuh mereka ditangkap," ujarnya di Jakarta, Senin.
Dari rumah itu, sebanyak 28 pengikut ajaran "Kerajaan Tuhan" (Gods Kingdom) 
diciduk polisi berpakaian sipil. 
"Sepuluh diantaranya anak-anak, sisanya orang dewasa berbaju putih,"
kata Anwari, warga setempat yang melihat penangkapan tersebut.
Menurut Aiptu Tugiman, isi selebaran Lia Eden yang dianggap
meresahkan masyarakat terbagi dua bagian. Selebaran yang
mengatasnamakan Wahyu Tuhan yang turun pertengahan November ini
ditujukan untk Presiden dan Kepolisian RI.
Dalam maklumat setebal delapan lembar yang diperoleh ANTARA tertera
tulisan bahwa Wahyu Tuhan untuk Presiden diturunkan tanggal 23 November
2008, sementara untuk Polri diturunkan tanggal 14 November 2008.
Selebaran wahyu itu ditandatangani oleh Jibril Ruhul Kudus.
Berkas "wahyu" untuk Presiden diantaranya menyinggung bahwa pimpinan
negara itu tak mematuhi perintah untuk memberdaulatkan kerajaan Eden
dan surga Eden di Indonesia. 
"Wahyu" ini diturunkan karena "kesabaran" Eden sudah habis dan akibatnya 
presiden tak akan terpilih kembali.
"Wahyu" untuk Polri berisi pernyataan yang meminta institusi itu
melindungi Eden dari kekerasan kaum yang marah. Selain itu, ada fatwa
yang menyatakan penghapusan semua Agama.
Tak hanya itu, fatwa itu juga mengkaitkan keberadaan Islam garis keras dengan 
teror bom Bali dan jaringan Al Qaedah.
Akibat selebaran yang dibagikan pengikut Lia Eden, membuat masyarakat resah.
Menurut Surivita, ketua RT 05/08 Kelurahan Bungur Kecamatan Senen,
ia mendapat informasi rencana penangkapan Lia Eden sejak Minggu malam.
Saat itu, seorang polisi dari Polda Metro Jaya datang sendiri ke
rumahnya dan mengungkapkan rencana itu.
"Semalam dia hanya memberi isyarat saja, tak ada informasi apapun," ujar 
Surivita.
Namun pada pukul 04.00 WIB Senin dinihari, si petugas kembali dadang
dengan informasi berbeda. Surivita diminta bersiap mendampingi polisi
untuk mengamankan Lia Eden ke kantor Polda Metro Jaya.
Dalam selebaran yang diterimanya, Surivita sempat membaca adanya
kritik Lia dan pengikutnya pada Presiden SBY dan JK. Selain itu ada
tulisan bernada miring yang menyinggung ajaran agama.
"Saya nggak baca lagi, langsung saya serahkan pada polisi," ujarnya. ant/fif



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke