Refleksi: Kekayaan keluaga Soeharto yang disimpan di berbagai penjuru dunia tertunya sebahagian besar berasal dari hasil minyak dan gas alam yang diolah Pertamina, jadi dari pada jongkok-jongkok jungkir balik sana sini sambil mengemis untuk mendapat pinjaman yang menjadi beban tujuh turunan, maka apakah tidak sebaiknya sebagai ganti kerugian yang diderita Pertamina (negara) pada tahun 1970-an dan salah urus negara adalah wajar bila disita semua kekayaan keluarga mantan presiden NKRI, jenderal Haji Muhammad Soeharto untuk kepenting rakyat dan dari situ dipinjamkan US$ 2,-- milyar kepada pertamina. Di perkirakan kerugian yang diderita pada tahun 1970-an sebesar US$ 10,- milyard. Hanya harta hasil curian yang menjadi kekayaan yang disembunyikan menurut tafsiran PBB StAR berkisar antara US$15 - US$ 30,-- milyar.
Apakah Anda setuju? Jawa Pos Kamis, 11 Desember 2008 ] Tahun Depan Pertamina Butuh Dana USD 2 M Biayai Blok Cepu Pakai Uang Internal JAKARTA - Pertamina terus menyiapkan likuiditas untuk mengarungi tahun 2009 yang penuh tantangan. saat ini, perusahaan migas pelat merah tersebut telah mengantongi standby loan atau pinjaman siaga senilai USD 3 miliar. Direktur Keuangan PT Pertamina Ferederick ST Siahaan mengatakan, standby loan tersebut disiapkan untuk mendanai berbagai proyek Pertamina di tahun 2009. ''Standby loan facility ini bisa dikonversi menjadi long term facility (pinjaman jangka panjang, Red),'' ujarnya kemarin (10/12). Tahun depan, kata Ferederick, Pertamina membutuhkan dana sekitar USD 2 miliar untuk mendanai pengembangan Blok Cepu. Namun, lanjut dia, dana standby loan USD 3 miliar yang diperoleh dari institusi pendanaan dalam dan luar negeri tersebut, tidak akan digunakan untuk mendanai Blok Cepu. ''Kami akan pakai dana internal untuk pengembangan Blok Cepu,'' katanya. Menurut Ferederick, sebagian standby loan tersebut akan dicairkan untuk mendanai proyek pembangunan unit produksi Propilene di Kilang Balongan. Pembangunan unit produksi Propilene tersebut membutuhkan investasi sebesar USD 270 juta. Sebelumnya, Dirut PT Pertamina Ari H. Soemarno mengatakan, dalam program kerja perseroan, Pertamina membutuhkan investasi Rp 43,6 triliun untuk periode 2009 - 2011. ''Investasi terbesar akan dialokasikan untuk Pertamina EP senilai Rp 27,3 triliun,'' ujarnya. Dalam skema investasinya, pada 2009 Pertamina akan membelanjakan dana Rp 16,5 triliun. Angkanya akan turun pada 2010 menjadi Rp 15,3 triliun dan pada 2011 kebutuhan investasi diperkirakan menjadi Rp 11,8 triliun. Direktur Hulu PT Pertamina Karen Agustiawan menambahkan, pada 2009, Pertamina berencana melakukan pengeboran 43 sumur eksplorasi dengan dana investasi Rp 4,24 triliun. Pada 2010, perseroan berencana melakukan pengeboran 44 sumur eksplorasi dengan perkiraan kebutuhan dana Rp 4,37 triliun dan pada 2011 direncanakan pengeboran 49 sumur dengan rencana investasi Rp 5,01 triliun. Memasuki usia ke-51, Pertamina menyatakan akan lebih fokus pada bisnis inti atau core business-nya. Untuk itu, perusahaan migas pelat merah tersebut akan melakukan aksi strategis pada anak usahanya, salah satunya melalui divestasi. Dirut PT Pertamina Ari H. Soemarno mengatakan, BUMN migas ini akan lebih fokus pada bisnis inti (core business). Saat ini banyak anak usaha Pertamina yang bergerak di luar core business seperti properti, asuransi, maupun maskapai penerbangan. ''Itu yang dikerjasamakan dengan PPA (Perusahaan Pengelola Aset, Red),'' ujarnya saat press conference Ultah ke-51 Pertamina kemarin (10/12).(owi/fan) [Non-text portions of this message have been removed]

