Press Release Selamatkan Dulu Rakyat Korban LAPINDO Terbetik berita bahwa Daerah Surplus Rp 45 Triliun akibat Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) ini terutama dana yang dipegang oleh daerah yang memiliki dana bagi hasil dalam jumlah besar karena pada tahun 2007 dan 2008 diuntungkan oleh harga komoditas yang tinggi [MenKeu & PJt MenKo Perekonomian, Sri Mulyani Indrawati, Kompas 12 Desember 2008]. Dari Rp 45 Triliun silpa itu, Rp 32 Triliun diantaranya disimpan di Sertifikat Bank Indonesia dan selebihnya didorong agar daerah beli Surat Utang Negara untuk digunakan pembangunan [DirJen Perimbangan Keuangan DepKeu, Mardiasmo, Kompas 12 Desember 2008]. Sementara itu dikabarkan bahwa pembayaran ganti rugi korban Lumpur Lapindo ditaksir hanya Rp 3,5 sd 4 Triliun, dan 80% sisa pembayaran ternyata dicicil [Tempo, 14 Desember 2008] dengan alasan kelompok korporasi penanggung jawab sedang terimbas situasi keuangan global, namun pola cicilan diindikasi tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No. 14 tahun 2007. Artinya saatnya kini perlu terobosan kebijakan publik demi Pro Rakyat. Oleh karena itulah, seharusnya ada kemampuan tatalola pemerintahan untuk dapat dilakukan dana talangan segera kepada para korban Lumpur Lapindo itu yang serta merta tercatat sebagai hutang kelompok korporasi penanggung jawab itu kepada negara, sehingga terpenuhi juga pendapat bahwa Korporasi yang harus diatur oleh Pemerintah [Ketua Tim Ad Hoc Pelanggaran Hak Asasi Manusia Lumpur Lapindo, Syafrudin Ngulma Simeulue, Tempo 14 Desember 2008]. Dengan demikian upaya Selamatkan Dulu Rakyat Korban Lapindo dapat segera tuntas sehingga kehidupan sosial ekonomi tidak semakin mengganas terutama ketika kesulitan ekonomi kerakyatan setempat kini semakin terimbas dampak ekonomi global juga. Artinya yang kelebihan ya bantulah yang kekurangan, itulah arti Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, bukan ? Sehingga skala Bencana Kemanusiaan akibat Lumpur Lapindo dapat segera jauh berkurang. Akhirulkata, diserukan kepada kedua pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Propinsi Jawa Timur, komitmen segera prakarsai lintas pemerintahan demi program prioritas Selamatkan Rakyat Korban Lumpur Lapindo. Jakarta, 13 Desember 2008 Koalisi Rakyat Nusantara (KORAN)
Pandji R. Hadinoto, Sumardi Asmara, R. Urip Kamarullah, Syamsu, Moh. Asjari, Irman Taufik , Andika Risyanto, eMail: [email protected] , HP : 0817 983 4545 Press Release Dalam rangka Hari Bela Negara tanggal 19 Desember 2008, segenap kerabat kejuangan bapak Nortier Simanungkalit, Komponis Pejuang 45, penyandang Bintang Gerilya 1945 1949 yang berusia 80 tahun pada tanggal 17 Desember 2008 yad, bermaksud peringati HUT beliau dan gelar Dialog Lintas Generasi pada hari Saptu tanggal 20 Desember 2008, jam 10.00 wib, bertempat di Jalan Cipete VII No. 86A, Kompleks P & K Cipete, Jakarta Selatan 12410. Dialog Lintas Generasi ini antara lain akan membahas lagu wajib paduan suara siswa dan mahasiswa sejak 1988, berjudul Trilogi Warisan yang juga bertemakan Anti Kolusi, Korupsi dan Nepotisme. Kepada generasi penerus pengisi Indonesia Merdeka saatnyalah berkesempatan untuk mendulang jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan patriot Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 dan Indonesia Berdaulat 27 Desember 1949 ini, ketika bersama menuju kearah Indonesia Digdaya 2045. Sebanyak 62% dari 320 karya yang tercipta adalah bertemakan Perjuangan, Cinta Tanah Air dan Kebangsaan, seperti Hymne Bela Bangsa, Hymne Bela negara, Hymne Indonesia Merdeka, Hymne Kemerdekaan dan Bela Negara, Hymne Pancasila Jati Diriku, Majukanlah Bangsamu, Mars Bela Negara, Mars Indonesia Mandiri, Mars Pembela Revolusi, Pelajar Pejuang Kemerdekaan, Rela Nusa Bangsa. Karya-karya cipta sejak tahun 1950an itu tiada lain penting bagi Pembangunan Kesatuan Bangsa dan Karakter Anak Bangsa, termasuk mancanegara seperti Palang Merah Amerika, kiprah Juri Festival Paduan Suara Mahasiswa Internasional, dan anggota International Music Council UNESCO [1968-1981]. Jakarta, 14 Desember 2008 Dr Ir Pandji R. Hadinoto, MH / www.front45.co.cc RSVP : Telepon No. 021 769 4574 dan 0817 983 4545 / eMail : [email protected] [Non-text portions of this message have been removed]

