Kalau saya lihat ini seperti perampokan berdasi. "Pengusaha" (baca: Penipu) bisa mengeruk ratusan trilyun uang masyarakat lewat Pasar Modal atau Bank2.
Caranya bermacam, tapi intinya para eksekutif dan komisaris mengambil uang masyarakat lewat gaji dan bonus besar. Sebagai contoh Cassano yang bikin bangkrut perusahaannya AIG mendapatkan trilyunan uang secara resmi lewat gaji dan bonus. http://voices.washingtonpost.com/livecoverage/2008/10/joe_cassano_the_man_who_brough.html Nah sekumpulan Direksi dan Komisaris ini bisa berkomplot mengeruk uang masyarakat baik lewat Bank atau Pasar Modal. Caranya bisa mendirikan Bank untuk kemudian digerogoti. Bisa juga meminjam uang ke Bank untuk bikin Real Estate yang per rumah di jual milyaran (padahal mungkin tidak ada yang beli karena kemahalan) sehingga menurut hitungan mereka untung. Lebih celaka kalau pemerintah melakukan bail out terhadap kredit macet yang dimark-up itu. Bisa juga membuat perusahaan yang dalam waktu 5-6 tahun bangkrut untuk Di-IPO-kan lewat Pasar Modal hingga bisa mengeruk puluhan milyar uang "investor". Perusahaan boleh bangkrut, tapi "Pengusaha" ini bisa mendapat sebagian uang yang didapat dari IPO. Perlu Jurnalis yang mantap untuk melakukan investigasi kebenaran hal ini. Yang jelas, info di atas sekedar dari apa yang saya dengar dari teman yg kerja di Sekuritas (Pialang Saham). --- Sang <[email protected]> menulis: > Re:Penipuan di Pasar Modal > > > Hal paling mendasar atas runtuhnya pasar modal > amerika saat ini > tersebab 3 hal plus 4 dalam penglihatan saya... > > Pertama,tersebab american dreams.. mimpi amerika yg > unggul segalanya > sehingga tidak waspada... kemarin dilakukan oleh > faktor eksternal > yaitu 11 september 2001 oleh kamikaze-kamikaze > bergen arab.. sekarang > oleh faktor internal yaitu orang -orang pasar > sendiri yg terlalu > bernafsu untung besar dan terjadi spekulasi beresiko > tinggi.. > > kedua, sistem pasar bebas yg terlalu percaya pada > keseimbangan pasar > dan kreatifitas dari pasar dalam mencapai eqilibrium > sehingga lupa > bahwa gaya tarung bebas telah menghalalkan segala > cara dalam meraup > keuntungan. > > ketiga, pemerintah amerika terlalu sibuk dgn > permainan ilegalnya di > irak yg butuh perhatian ekstra baik dana, tenaga, > dan pemikiran > sehingga agak lupa kampung halaman sendiri yg lagi > digerogoti tikus- > tikus wallstreet... apalagi sedang ada pesta akbar > demokrasi yg lagi > dipelototi dunia global yaitu pemilihan koboy gedung > putih berikutnya > yg rupanya rakyat amerika lagi gerah pada kulit > putih sehingga > terpilihlan si hitam manis nan ganteng flomboyan > Barack Obama.. > > Dan keempat, Oknum-oknum ini termasuk biang korok > juga yaitu si > donald > trump, robert Kiyosaki si Cashflow Quadrant, Robert > W Hefner dalam > Money Machine dll yg bilang kita perlu rame-rame > invest di real > estate > dan pasar modal demi kebebasan finansial yg rupanya > semua pengikut > mereka ketiban sial yaitu terlalu besar penawaran > rumah sementara yg > beli tidak ada kemampuan... akibat dari resep-resep > mereka yg katanya > pemikir bissniss paling jempolan ini, > berbondong-bondong pebissnis > bikin dan jual rumah lalu tanam uang di pasar modal > sementara sudah > terlihat ada kecendrungan balon modal akan meledak > dan menciut > sebagaimana prediksi dari John Perkins... terbukti > benar .. > > Jadi penjual resep bissniss seperti si robert dan > konconya si donald > ini termasuk penipu berskala global juga.. > > > Sang > > > > > "Hardi Darjoto"<hardi...@...> wrote: > > > > Ada yang bilang, runtuhnya pasar keuangan wall > street saat ini > karena produk CDO dan sekuritisasi mortgage pada > dasarnya adalah > skema > Ponzi yang amat besar..... > > > "Ardhi DJ"<akun...@...> wrote: > > Penipuan di Pasar Modal Dunia dan Indonesia > Waspadalah....! Waspadalah.....!! > ---------------------------------------------------- > > Korban Penipuan Madoff Meluas hingga ke Asia dan > Eropa > > NEW YORK. Mega skandal penipuan oleh broker ulung > dan mantan > Chairman Bursa > Nasdaq Amerika Serikat, Bernard L. Madoff, hampir > pasti menyeret > banyak korban > dari berbagai penjuru dunia. Selain melibatkan duit > US$ 50 miliar > (sekitar Rp > 550 triliun), Madoff juga sudah melancarkan aksinya > selama 15 tahun. > Kepada otoritas keuangan Amerika Serikat pada > Januari 2008, Madoff > mengaku > melayani 25 nasabah. Namun, tampaknya, jumlah orang > yang kehilangan > uangnya > akibat ulah Madoff jauh melebihi itu. Jumlahnya bisa > jadi membengkak > hingga > puluhan ribu. Mereka tak hanya di Amerika Serikat, > tapi tersebar > dari Asia > hingga Eropa, baik perorangan maupun institusi. > > Sejauh ini, baru segelintir orang dan institusi yang > mengakui > terjerat Madoff. > Mereka antara lain mantan pemilik klub American > Footbal Philadelphia > Eagles > Norman Braman, pemilik New York Mets Fred Wilpon, > dan Chairman GMAC > Financial > Services J. Ezra Merkin, > > Sebuah lembaga amal yang membantu program orang > Yahudi, Robert I. > Chapin > Charitable Foundation, juga mengaku telah > menyerahkan seluruh dana > abadi > (endowment fund) US$ 8 juta ke tangan Madoff. > Para hedge fund dan kelompok investasi lainnya juga > terkena tipuan > Madoff. > Perusahaan konsultan pengelola investasi Fairfield > Greenwich Group > mengatakan > telah menanamkan US$ 7,3 miliar ke dalam produk > investasi bikinan > Madoff. > > Bahkan, kelicinan Madoff juga menggelincirkan sebuah > bank swasta > Swiss yang > terkenal sangat berhati-hati. Manajemen bank asal > Swiss itu, Banque > Benedict > Hentsch Fairfield Partners SA, mengakui membenamkan > US$ 47,5 juta > aset > nasabahnya di Madoff. > > Sejumlah nama besar dalam industri keuangan pun > kabarnya ikut > terkena getahnya. > Koran Wall Street Journal melaporkan, bank besar di > Jepang, Nomura > Holdings; > bank ternama asal Prancis, BNP Paribas; dan bank > Swiss Neue Privat > Bank, > berinvestasi pada Madoff. > > Bahkan, bank kedua terbesar di Eropa, Banco > Santander, merugi > minimal ⬠3 > miliar (sekitar Rp 61 triliun) karena membenamkan > dananya di Bernard > L. Madoff > Investment Securities, perusahaan investasi milik > Madoff. Tapi, para > pengelola > bank tersebut belum secara resmi mengakui kabar ini. > > Saat ini, FBI sudah menahan Madoff dengan tuduhan > melakukan penipuan > investasi > senilai US$ 50 miliar. Jika terbukti, ini merupakan > penipuan > investasi terbesar > Wall Street, bahkan terbesar di dunia. > Madoff mengakui selama bertahun-tahun ia menjalankan > skema Ponzi > raksasa atau > penipuan bodong. Jadi, ia membayar return nasabah > lama dengan uang > setoran > nasabah baru. > > Para nasabah terpikat menaruh dana mereka pada > produk buatan Madoff > karena > menjanjikan imbal hasil tinggi, hingga 11% per > tahun. Sudah begitu, > Madoff > mengutip biaya rendah. > > Akankah nasabah Indonesia terseret kasus ini? Sangat > mungkin > terjadi. Sebab, > produk buatan Madoff ini ternyata sudah menyebar bak > virus ganas. > > Rika KONTAN > http://www.kontan.co.id/index.php/Internasional/news/5391/ > Korban_Penipuan_Madoff_Meluas_hingga_ke_Asia_dan_Eropa > ---------------------------------------------------- > > Aksi Penipuan Bikin Pasar Modal Tanah Air Terancam > Bubar > > JAKARTA. Dunia pasar modal di tanah air kembali > menelan pil pahit. > Bukan, ini > bukan soal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang > makin loyo. Ini > adalah kasus > penggelapan efek nasabah oleh PT Signature Capital > Indonesia (SCI). > Sekuritas > itu merepokan 102 saham dan waran milik para > nasabahnya tanpa seizin > nasabah. > Taksiran nilainya mencapai Rp 101,69 miliar. Aksi > tipu menipu ini > melibatkan > sejumlah perusahaan fiktif bikinan pemilik > Signature. > > Kamis (11/12) lalu, para nasabah SCI berkumpul > dengan raut muka yang > masam di > kantor SCI. Wajar kalau mereka pasang tampang muram. > Soalnya > investasi yang > mereka kumpulkan bertahun-tahun lamanya terancam > hilang akibat ulah > nakal > pemilik SCI. Sebab, tanpa seizin mereka, SCI > menggadaikan alias > merepokan efek > milik mereka kepada lembaga keuangan lain. > > Hari itu, para nasabah berkumpul dan meminta > kejelasan nasib > investasi mereka. > Sekitar 37 orang nasabah SCI hadir dalam pertemuan > yang berlangsung > sejak pukul > 11.00 WIB. Direktur Utama SCI Imrizal Ismail pun > hadir dalam > pertemuan itu. > > Tapi setelah pertemuan usai, tampang kusut masih > belum hilang dari > wajah para > nasabah. "Kami diminta menunggu pemeriksaan lebih > lanjut," ujar > salah seorang > nasabah mengaku bernama Jeffry dengan nada kesal. > Padahal, para nasabah tadi bukanlah nasabah baru > SCI. Jeffry > misalnya, yang > telah menjadi nasabah sejak tahun 2000, saat SCI > masih bernama Kuo > Capital > Raharja. > > Malah, salah seorang nasabah yang bernama Sandra > mengungkapkan bahwa > dia sudah > dua kali terseret masalah yang dialami SCI. Pria > yang sudah jadi > nasabah SCI > sejak 2005 ini juga sempat ketar-ketir ketika SCI > yang masih bernama > Kuo Capital > Raharja tersangkut kasus gagal bayar transaksi saham > PT Agis Tbk > (TMPI) tahun > lalu. > > Sandra bilang, saat itu sebenarnya ia sudah ingin > memindahkan > dananya. "Tapi > waktu itu ada yang bilang pemodal besar akan masuk, > jadi saya > akhirnya > memutuskan tetap di Kuo," kisah Sandra pahit. > Sandra bilang, sebenarnya dia sudah merasa curiga > ada sesuatu yang > tidak beres > dengan SCI setelah kasus Agis merebak ke permukaan. > Dalam pertemuan > itu baru > terungkap, ternyata saat otoritas bursa menghentikan > aktivitas SCI > sehubungan > kasus Agis, SCI tetap melakukan jual beli saham. > > Jual beli tersebut dilakukan melalui Antaboga Delta > Sekuritas > Indonesia. > Belakangan, mereka juga tak bisa menarik efek yang > diperdagangkan > tersebut > sampai sekarang. > > Baik Sandra maupun Jeffry enggan membeberkan berapa > besar kerugian > yang mereka > alami seandainya efek tersebut benar-benar hilang. > "Yang pasti, > kerugiannya > besar sekali," ungkap keduanya. > Salah seorang nasabah malah mengaku sudah > benar-benar kapok > berinvestasi di > pasar modal. "Seharusnya > > Bapepam kan bisa mengawasi. Saya tak percaya lagi > dengan pasar > modal," kata > seorang nasabah wanita yang menolak menyebutkan > namanya, sengit. > > Jumat (12/12) , Ketua Bapepam-LK A. Fuad Rahmany > memerintahkan agar > SCI > mengembalikan saham nasabahnya. "Kalau terbukti > ilegal, pihak yang > menerima repo > ilegal harus mengembalikan kepada pemilik yang > sebenarnya," tegas > Fuad. > > Yuwono Triatmodjo KONTAN > http://www.kontan.co.id/index.php/Investasi/news/5398/ > Aksi_Penipuan_Bikin_Pasar_Modal_Tanah_Air_Terancam_Bubar > > > > === Paket Umrah 2009 Mulai Rp 16,9 juta Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti: UNREG SI kirim ke 3252. hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

