Mengajak Kaum Nasrani Ke Surga Di Bulan Desemberoleh Ihsan Tandjung
Salah satu karakter dawah Islam ialah Rahmatan Lilaalamiin (Rahmat
bagi semesta alam). Dawah Islam merupakan ajakan kepada segenap umat
manusia, bukan untuk kalangan atau kelompok tertentu saja. Ia bukan
seruan yang ditujukan hanya untuk bangsa Arab. Ia merupakan
penyebarluasan rahmat Allah taaala bagi manusia. Manusia manapun yang
menyambut Dawah Islam akan memperoleh ketenteraman. Suatu ketenteraman
dalam arti sesungguhnya.
Kehadiran aktifitas Dawah Islam menyebabkan umat manusia memiliki
harapan. Sebab dengan hadirnya Dawah Islam manusia menjadi berpeluang
untuk hidup di bawah tuntunan wahyu ilahi. Ia menjadi terarah menuju
jalan keselamatan di dunia maupun akhirat. Tanpa Dawah Islam manusia
akan berjalan dalam kegelapan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Dan
agar kita benar-benar menjadi bagian yang turut menyebarluaskan rahmat
bagi semesta alam, maka tidak bisa tidak jalan yang mesti ditempuh
adalah jalan Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam. Sebab
beliau-lah teladan utama dalam berperan sebagai rahmatan lilaalamiin.
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta
alam. (QS Al-Anbiya ayat 107)
Berdasarkan
keteladanan Nabi shollallahu alaih wa sallam aktifitas Dawah Islam
memiliki spektrum yang sangat luas. Dawah Islam membentang dari
sekedar tersenyum hingga mengangkat senjata (al-Jihad fii sabilillah).
Semua kegiatan yang ada di antara kedua kutub spektrum tadi merupakan
aktifitas Dawah Islam yang merefleksikan Islam sebagai rahmatan
lilaalamiin. Artinya, setiap gerak-gerik seorang Muslim seyogyanya
merupakan ekspresi semangat mengajak manusia ke jalan keselamatan dunia
dan akhirat. Seorang Muslim belum sempurna penghayatan akan Islam
sebagai rahmatan lilaalamiin bilamana ia mengembangkan toleransi
kepada orang non-Islam alias kafir namun ia tidak pernah sesaatpun
berfikir dan berupaya mengajaknya ke jalan Islam. Disinilah relevansi
ucapan dawah Nabi shollallahu alaih wa sallam yang begitu ringkas,
jelas, tegas sekaligus penuh cinta kasih:
Aslim Taslam (= masuk Islamlah engkau, niscaya engkau bakal selamat di dunia
dan akhirat). (HR Ibnu Majah 1/95)
Nabi
shollallahu alaih wa sallam senantiasa bersegera mengajak manusia ke
dalam agama Allah taaala. Beliau tidak pernah ragu sedikitpun ketika
melakukan Dawah Islam. Sebab beliau sangat yakin hanya dengan nimat
Iman dan Islam sajalah seseorang bakal meraih keselamatan hakiki di
dunia maupun di akhirat. Bahkan inilah yang menjadi obsesi utama beliau
dalam hidup di dunia fana ini.
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu
sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan
(keimanan dan keselamatan) bagimu. (QS AtTaubah ayat 128)
Saudaraku,
andai setiap Muslim apalagi aktivis Dawah benar-benar mengikuti jejak
langkah Nabi shollallahu alaih wa sallam, niscaya kita tidak akan
menyaksikan kelemahan mental dan inferiority melanda kaum muslimin. Dan
jika kaum muslimin telah secara aktif, tegas sambil penuh kearifan dan
kasih-sayang mengajak kaum kafir dewasa ini untuk mengenal serta
memeluk Islam, niscaya laju gerakan pemurtadan kaum kafir tidak akan
segencar seperti yang kita lihat sekarang.
Wahai ummat Islam, sudah tiba masanya bagi kita ummat Islam untuk
meluruskan makna Islam sebagai agama rahmatan lilaalamiin. Ia bukan
bermakna sikap toleran sedemikian rupa sehingga menyebabkan seorang
Muslim tidak kunjung mengajak orang-orang di luar Islam memeluk ajaran
Allah taaala. Ia bukan bermakna sedemikian rupa menghargai agama lain
sehingga orang-orang di luar Islam semakin yakin bahwa agama merekalah
yang benar dan agama Islam yang salah.
Makna Islam sebagai agama rahmatan lilaalamiin ialah menjadikan
setiap diri kita kaum muslimin bersemangat menyelamatkan manusia dari
kelaliman dan kesesatan berbagai agama-agama menuju keadilan dan
kelurusan agama Islam. Makna Islam sebagai agama rahmatan lilaalamiin
ialah menjadikan setiap diri kita kaum muslimin bersemangat
menyelamatkan manusia dari penghambaan manusia kepada sesama manusia
untuk hanya menghamba kepada Rabb Tunggal manusia, yaitu Allah taaala.
Makna
Islam sebagai agama rahmatan lilaalamiin ialah menjadikan setiap diri
kita kaum muslimin bersemangat menyelamatkan manusia, khususnya kaum
Nasrani, dari meyakini bahwa Isa alaihis-salam (Yesus, kata mereka)
merupakan Tuhan atau anak Tuhan kepada keyakinan bahwa ia adalah
seorang Nabi Allah yang diutus untuk mengajak manusia menghamba hanya
kepada Allah taaala, tuhan Nabi Isa alaihis-salam dan tuhan kita
bersama.
Katakanlah: Dialah Allah taaala Yang Maha Esa. Allah tempat
bergantung. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada
sesuatupun yang bisa menyerupaiNya. (QS Al-Ikhlash ayat 1-4)
Alangkah zalimnya seorang Muslim yang sejak kecil sudah hafal
ayat-ayat di atas, lalu saat tibanya bulan Desember setiap tahun ia
malah mengucapkan Selamat Natal kepada kaum Nasrani. Kita semua tahu
bahwa makna kata Natal sama dengan Maulid (hari kelahiran).
Sedangkan kelahiran yang mereka rayakan ialah kelahiran Yesus sebagai
Tuhan atau sebagai anak Tuhan, menurut mereka. Maka bila pada hari
tersebut kita justru mengucapkan selamat bukankah ini suatu
kebohongan yang nyata? Lalu apa yang semestinya kita ucapkan?
Saudaraku,
inilah saatnya kita buktikan di hadapan Allah taaala bahwa kita
meyakini hanya Allah taaala-lah Tuhan Yang Maha Esa. Dan bahwa hanya
Islam-lah jalan keselamatan. Inilah saatnya kita menyebarluaskan rahmat
bagi semesta alam. Untuk itu tidak bisa tidak jalan yang mesti ditempuh
adalah jalan Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam. Sebab
beliau-lah teladan utama dalam berperan sebagai rahmatan lilaalamiin.
Marilah kita coba menjalankan sunnah Rasulullah shollallahu alaih wa
sallam dengan menyampaikan kepada kaum Nasrani di bulan Desember tahun
ini kalimat yang jelas, ringkas lagi penuh kasih sayang:
Aslim Taslam (= masuk Islamlah engkau, niscaya engkau bakal selamat di dunia
dan akhirat). (HR Ibnu Majah 1/95)
Ingatlah
saudaraku, seorang Muslim tidak dibenarkan ingin masuk surga sendirian
tanpa peduli dengan orang-orang lainnya. Satu-satunya tiket atau
undangan untuk masuk surga ialah syahadatain atau dua kalimat syahadat.
Maka marilah kita coba membagi nimat Iman dan Islam ini kepada
orang-orang yang selama ini tidak pernah merasakan manisnya Iman dan
Islam seperti yang selama ini kita rasakan.
Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah
untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka
mengerti perkataanku. (QS Taha ayat 25-28)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/