ikhlas koq bilang2 :)
________________________________ From: masdimas62 <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, December 17, 2008 6:57:51 PM Subject: [ppiindia] Re: Solidaritas untuk NH Dini (butuh biaya berobat) Salam, Jangan cuma menyebarkan informasi. Sebagai produser Sdr Satrio Arismundndar punya otoritas untuk menugaskan reporter Trans TV untuk membuat liputan tentang kehidupan NH Dini sekarang, karya-karya besarnya di masa lalu, dan sumbangannya bagi sastra Indonesia kini, sehingga ada potensi dermawan untuk menyumbangnya. Saya sendiri siap berpartisipasi. Tak bisa banyak, tapi ikhlas. Kalau yang tahu nomor rekeningnya, tolong kirim via japri ke saya: masdima...@yahoo. com. NH Dini termasuk sastrawati idola saya, sebagian besar bukunya saya baca di tahun akhir 1970-an dan awal 1980-an saat masih anggota perpustakaan Jakarta Pusat, khususnya "Pada Sebuah Kapal", "La Barka", "Namaku Hiroko", "Pertemuan Dua Hati", "Kemayoran", dll. Semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk Mbak DIni. Wasssalam, Dimas. --- In ppiin...@yahoogroup s.com, Satrio Arismunandar <satrioarismunandar @...> wrote: > > http://ferryzanzad. multiply. com/journal/ item/492/ Solidaritas_ untuk_NH_ Dini > > Solidaritas untuk NH Dini > Dari diskusi goodreads, solidaritas untuk NH. Dini. > ============ ========= ========= ========= > Sebuah email mampir kepadaku pagi ini: > > Kamu ingat wanita pengarang "Hiroko", NH Dini? Di usia senja, beliau kini tinggal di Wisma Langen Werdhasih, Ungaran (Rumah Lansia) dan sedang mengalami kesulitan dana untuk membiayai kesehatannya. Oleh karena itu, beliau hendak menjual lukisannya yang bergaya dekoratif Tionghoa seharga 3-7 juta. > > Nah, jika kamu berminat, silakan hubungi Ariany Isnamurti di 08179883592. Jika belum berminat, tolong bantu sebarkan informasi ini saja. Terima kasih. > > Salam, > Fifi Juljel > > > SIAPA tak kenal NH. Dini? Pengarang perempuan yang menulis Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975), Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998). Nama sebenarnya Nurhayati Hardini, tapi orang kemudian mengenalnya NH. Dini. > > Menjadi pengarang di usia tua tidaklah mudah. Baru di umurnya yang lanjut, ia menerima royalti honorarium yang hanya cukup menutupi biaya hidup sehari-hari. Tahun-tahun sebelumnya ia mengaku masih menjadi parasit. Ia banyak dibantu oleh teman-temannya untuk menutupi biaya makan dan pengobatan. > > Tahun 1996-2000, ia sempat menjual-jual barang. Dulu, sewaktu masih di Prancis, ia sering dititipi tanaman, kucing, hamster, kalau pemiliknya pergi liburan. Ketika mereka pulang, ia mendapat jam tangan dan giwang emas sebagai upah menjaga hewan peliharaan mereka. Barang-barang inilah yang ia jual untuk hidup sampai tahun 2000. > > Dini kemudian sakit keras hepatitis-B selama 14 hari. Biaya pengobatannya dibantu oleh Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto. Karena ia sakit, ia juga menjalani USG, yang hasilnya menyatakan ada batu di empedunya. Biaya operasi sebesar tujuh juta rupiah serta biaya lain-lain memaksa ia harus membayar biaya total sebesar 11 juta. > > Aku speechless.. . > > Yuk, kita berbuat sesuatu untuknya dan juga kepada pengarang-pengarang lanjut usia lainnya. Aku pikir mereka pasti akan senang dikunjungi oleh para pembacanya.. . > > > salam, > Amang Suramang > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed]

