http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006120727
*TNI KERAHKAN PASUKAN KHUSUS *19 Des 2008 PUSPEN TNI (19/12),- *Tentara Nasional Indonesia* (TNI) mengerahkan pasukan khususnya dari berbagai unsur, baik dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU dalam Latihan Kesiapsiagaan dan Ketanggapsegeraan TNI-POLRI dalam penanggulangan aksi teror yang dibuka secara resmi oleh *Kapolri, Jenderal Pol. Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M.*, Jumat (19/12) di lapangan Bhayangkara Mabes Polri Jakarta. Latihan yang didasarkan pada perintah Presiden RI kepada Panglima TNI dan Kapolri tanggal 28 Nopember 2008 tentang perintah meningkatkan kemampuan personel POLRI dan TNI dalam mengantisipasi timbulnya ancaman terorisme, bertujuan untuk mewujudkan rencana operasi penanggulangan teror secara terpadu berdasarkan rencana tindakan menghadapi kontijensi dari TNI dan POLRI, melatih keterampilan unsur pimpinan, staf dan pasukan melalui proses pengambilan keputusan serta mekanisme komando pengendalian yang terpadu. Melatih keterampilan seluruh unsur yang ada dalam satuan penanggulangan teror TNI-POLRI, dan memantapkan keterpaduan mekanisme penanggulangan teror oleh TNI-POLRI. Latihan ini dibagi dalam dua tahap yaitu Gladi Posko yang dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2008 di Crisis Centre Pusdalsis Mabes Polri dan Crisis Centre Polda Metro Jaya, Polda Jateng, Polda Jatim, Polda Bali, Polda DIY dan Polda Kepulauan Riau, dan Gladi Lapang yang dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2008 bertempat di berbagai lokasi yaitu wilayah DKI Jaya, wilayah Kepulauan Riau, wilayah Jateng dan DIY, wilayah Jatim dan wilayah Bali. Dalam sambutannya Kapolri menegaskan bahwa latihan bersama yang dilaksanakan tersebut merupakan wujud dari keseriusan negara dan pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat dari aksi terorisme, sebagai upaya antisipasi seluruh jajaran aparat keamanan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya ancaman terorisme yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Indonesia. POLRI sebagai alat penegak hukum bersama-sama dengan TNI sebagai komponen pertahanan negara tidak akan membiarkan aksi terorisme menghantui dan mengancam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan daya tangkal dan kecepatan bertindak dalam menanggulangi terjadinya aksi terorisme. Salah satu upaya untuk mewujudkan kemampuan tersebut adalah dengan melaksanakan pelatihan-pelatihan yang bertujuan disamping untuk meningkatkan profesionalistas aparat keamanan juga dimaksudkan untuk memberi rasa tenang dan aman bagi seluruh warga masyarakat. Latihan dengan sandi "Waspada Nusa" bertemakan "Melalui Latihan Kesiapsiagaan dan Ketanggapsegeraan TNI-POLRI Siap Secara Profesional Menanggulangi Setiap Bentuk Aksi Terorisme Dalam Rangka Mewujudkan Stabilitas Nasional Yang Mantap dan Dinamis", akan ditutup pada hari Senin (22/12) di Halim Perdanakusuma Jakarta Timur. [Non-text portions of this message have been removed]

