http://www.tnial.mil.id/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/1170/Default.aspx *KRI TELUK LANGSA ANGKUT PAMTAS PULAU TERLUAR RAWAN KONFLIK*
Salah satu unsur Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dari jenis Landing Ship Tank (LST) KRI Teluk Langsa-501 bertolak dari dermaga Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta guna melaksanakan pergeseran pasukan pengamanan daerah perbatasan di Pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan Negara tetangga. Selasa (16/12). Kapal perang yang dikomandani Mayor Laut (P) Eka Prabawa ini mengangkut 139 pasukan yang tergabung dalam Satuan Tugas pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) yang terdiri atas Satuan tugas Marinir dan satuan Pasukan Katak (Satpaska) TNI AL, yang akan melaksanakan tugas pengamanan di pulau-pulau terluar Republik Indonesia, seperti Pulau Batam, Pulau Berhala, Pulau Sabang, serta Pulau Nipah yang berbatasan dengan Singapura. Dukungan pengangkutan pasukan maupun dan material ke daerah- daerah perbatasan dan daerah rawan konflik merupakan salah satu tugas pokok Kolinlamil, selaku Pembina sistem angkutan Laut Militer. Menurut Komadan KRI Teluk Langsa -501 merupakan salah satu Unsur Satuan Lintas laut Militer (Satlinlamil) Jakarta, yang dibuat Amerika Serikat tahun 1945. Kapal perang dengan komandan Mayor Laut (P) Eka Prabawa lulusan AAL tahun 1995, memiliki spesifikasi kemampuan mengangkut 17 tank berbagai jenis dan dilengkapi dengan fasilitas untuk mengangkut 800 personel. Lebih lanjut dijelaskan bahwa KRI dengan nomor Lambung 501,saat ini memiliki kondisi siap untuk operasi ke wilayah barat Indonesia dalam rangka mendukung angkutan strategis. Kapal perang tersebut selama pelayaran tetap mengemban tugas untuk angkutan laut militer dan sekaligus melaksanakan tugas dalam rangka menegakkan kedaulatan dan hukum di perairan wilayah Indonesia dengan melaksanakan kegiatan pendeteksian dan penegakan terhadap berbagai tindak pidana di laut dan diproses sesuai ketentuan. (Dispen Kolinlamil) [Non-text portions of this message have been removed]

