Kehidupan lebih besar kemungkinannya untuk berkembang, jika berada di tepian
galaksi, karena semakin dekat dengan pusat galaksi, semakin besar kerapatan
kosmisnya. Kehidupan yang baru tumbuh pun akan mudah lenyap dibombardir
sinar kosmis yang demikian pekat.

Tetapi apakah, meskipun sedemikian raksasanya lubang hitam di pusat
Bimasakti, sudah mampu merobek dimensi ruang-waktu ? Berapakah batas minimum
ukuran massa suatu lubang hitam, untuk dapat merobek dimensi ruang-waktu ?

----------------------------------------------------------------------------------------------------


http://www.antara.co.id/arc/2008/12/18/pusat-bima-sakti-merupakan-lubang-hitam-yang-menganga/

*Pusat Bima Sakti Merupakan Lubang Hitam yang Menganga*

Paris (ANTARA News) - Para ilmuwan telah menemukan lubang besar yang
menghisap gravitasi pada jantung galaksi kita.

Berbagai pengamatan yang mempesonakan, yang akan disiarkan pada akhir bulan
ini, menawarkan bukti terbaik hingga sejauh ini bahwa sejumlah lubang hitam
berukuran raksasa -- kekuatan paling berpengaruh dan membingungkan di jagad
raya, betul-betul ada.
Dengan melacak orbit 28 bintang di dalam Bima Sakti kita selama lebih dari
16 tahun, para ilmuwan di Jerman dapat mengikuti potret paling terinci yang
pernah diperoleh atas berbagai monster tak terlihat ini.

Lubang hitam diyakini para ilmuwan merupakan medan gravitasi terkonsentrasi
yang begitu kuat, sehingga benda apapun, termasuk cahaya tak dapat lolos
dari hisapannya.

Satu-satunya cara untuk merasakan kehadiran mereka adalah dengan mengamati
dampak lubang hitam atas benda-benda langit yang berada di dekatnya.

Lubang hitam ini dikenal sebagai bintang Sagitarius A.

"Orbit bintang-bintang di Pusat Galaksi memperlihatkan bahwa konsentrasi
massa pusat tersebut besarnya empat juta massa matahari dan itu pastilah
lubang hitam, tak pelak lagi," kata Reinhard Genzel dari Institut Fisika
Luar Bumi Max Planck dekat Muenchen, Jerman, dalam sebuah pernyataannya.

Satu "massa matahari" setara dengan massa Matahari kita.

Para peneliti juga dapat menghitung dengan ketepatan yang lebih besar jarak
antara Bumi dan pusat Galaksi, yakni 27.000 tahun cahaya.

Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam setahun, atau
sekitar 10 triliun kilometer.

Laboratorium unik

"Pusat Galaksi adalah laboratorium yang unik, temnpat kita dapat mengkaji
berbagai proses dasar gravitasi yang kuat, dinamika bintang dan pembentukan
bintang," ujar Genzel kepada DPA.

Sagitarius A memberikan kita pandangan yang paling terinci yang pernah kita
dapatkan mengenai lubang hitam yang sangat besar karena kedekatannya dengan
Bumi, katanya.

Debu antar-bintang yang mengisi blok-blok Galaksi menghalangi pandangan
langsung kita atas kawasan pusat Bima Sakti dalam cahaya yang nampak. Jadi
para astronom harus menggunakan panjang gelombang infra merah untuk menembus
debu tersebut.
Posisi bintang-bintang itu diukur dengan ketepatan enam kali lebih besar
ketimbang pengkajian sebelumnya, setara dengan melihat koin dari jarak
sekitar 10.000 kilometer.

Berbagai pengamatan dibuat dengan menggunakan kamera SHARP di Teleskop
Teknologi Baru milik Observatorium Selatan Eropa (ESO) di Chile dan
peralatan pada Teleskop Amat Besar ESO. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke