Mr. Duladi,
Ketika Nabi SAW masih hidup, ayat2 AlQuran YANG LENGKAP memang belum tertulis
dalam sebuah kitab, karena ayat2 masih turun. Ayat2 itu tersimpan baik di dalam
ingatan para sahabat dan masih tertulis terpisah-pisah di masing2 penulis wahyu
saat (Nabi SAW masih hidup) itu seperti: Zaid bin Tsabit, Abu Bakar ra, Umar
ra, Utsman ra, Ali Zubair, Ubay, Hanzala, Abdullah bin Saad, Abdullah bin
Arqam dll.. Jaman itu memang terkenal orang2 yang punya hafalan kuat. Namun ada
masing2 sahabat lainnya yang menulis untuk kepentingan dirinya sendiri dan
menurut logat bahasanya masing2.
Penggabungan ayat2 AlQuran baru merasa diperlukan ketika jaman
Khalifah Pertama, Abu Bakar (ra), atas desakan sahabat Umar (ra), karena
banyak para penghafal yang meninggal dalam peperangan. Lalu mulai
disusun/dikumpulkanlah manuskrip2 yang sudah ditulis oleh para penulis yang
ditunjuk Nabi SAW itu. Ini yang disebut Naskah Standard. Naskah Standard ini
diserahkan kepada Siti Hafshah, putri Sayyidina Umar ra. Naskah Standard ini
yang kemudian dikirim dan disebarluaskan ke segala penyiaran Islam.
Pada jaman khalifah Kedua, Utsman ra, dirasakan perlu pengamanan lebih jauh
lagi karena banyak orang yang mengadu kepada khalifah Utsman ra bahwa di Iraq
dan daerah lainnya banyak tersebar bacaan AlQuran yang berbeda dari naskah
standard tsb. Khalifah Utsman tidak ingin ada perselisihan ttg hal itu seperti
yang terjadi pada kaum Yahudi dan Nasrani sebelumnya terhadap Injil, maka
diambil tindakan untuk membakar naskah2 yang berbeda dari Naskah Standard tsb.
Ustman ingin AlQuran tetap di baca dengan menggunakan logat Quraisy karena
Nabi SAW adalah seorang Quraisy.
Sekedar contoh perselisihan perbedaan logat tsb adalah pada kata tabut (logat
Quraisy) dan tabuh (logat Madinah). Maka yang diambil adalah yang ber logat
Quraisy. Meski arti kedua kata tsb sama namun dalam beberapa konteks beda bunyi
bisa beda arti. Ini yang dihindari.
Demikian penjelasan singkat.
Wassalam
Wassalam,
Lina Dahlan
________________________________
Pada zaman kalifah Usman, Alquran yang berbeda-beda dibakar, dan disisakan
hanya Alquran versi Usman saja. Ini adalah cara yang pengecut, dan sama sekali
tidak intelektual. Hal ini sangat salah dipandang dari sisi ilmu maupun ilahi.
Kita yang hidup pada masa sekarang menjadi kesulitan dalam menentukan manakah
Alquran yang benar, karena alquran-alquran lain yg berbeda-beda itu sudah
dimusnahkan. Ini adalah penghilangan jejak dari sesuatu yang tidak baik.
. Start Listening Now!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/