Vatikan: Jangan Golput!
Alfian Banjaransari - detikNews
Jakarta - Menjelang pemilu, istilah golongan putih alias golput kerap
terdengar. Mungkin karena fenomena ini makin menggejala, Vatikan pun
turun tangan. Gereja Katolik Roma menyerukan agar umat Katolik tidak golput.
"Agama tidak seperti merokok, yang bisa ditoleransi dalam kehidupan
privat namun dikontrol secara ketat dalam ruang publik," ungkap
Menteri Luar Negeri Vatikan Kardinal Tarscisio Bertone.
Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers mengenai agama dan politik,
seperti dilansir Reuters, Senin (6/9/2008).
Sementara itu Uskup Giampaolo Crepaldi, orang nomor dua di Dewan
Vatikan untuk Keadilan dan Perdamaian berkata, umat Katolik hendaknya
tidak cuek ketika sebuah pilihan politik sedang ditentukan. Hal itu,
kata dia, agar suara dapat didengar.
"Tuhan tidak bisa hanya ditinggal di bangku gereja," ujarnya.
Suasana perpolitikan dunia yang kian memanas juga membuat kalangan
Vatikan berkomentar. Minggu lalu, Uskup Raymond Burke dari AS
mengecam partai Demokrat AS dan menyebutnya sebagai 'Partai Kematian'
karena persetujuan partai Demokrat terhadap aborsi.
Burke menyerang politikus partai Demokrat, calon wakil presiden AS
Joe Biden dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi sebagai 'orang-orang yang salah
mengartikan ajaran Katolik'.
Komentar Burke pun menuai kecaman dan dukungan di dunia maya. Oleh yang
mengecam, Burke dituduh sedang berusaha mempengaruhi pemilihan presiden AS,
sementara pendukung Burke menanggap bahwa ucapan Burke menunjukkan
keberanian seorang uksup.
Terhadap gejala 'uskup bicara politik ini' John Allen, seorang
pengamat agama berkomentar, apa yang terjadi di AS sekarang ini mau
tidak mau menciptakan situasi yang membuat pemimpin Gereja merasa
harus berbuat sesuatu.(alf/ ken)