Salam,

Bung Yustamb, perlu belajar Islam berapa lama, dan Islam yang mana,
supaya orang yang sudah bergelar/menjadi Kiai tidak usah menyodomi
santrinya?

Bisa menanggapi Bung Yustambd?

==========================================

Dari detik.com

Kiai Pati Cabuli Puluhan Siswa SMK Telkom Terpadu
Andi Saputra - detikNews

Jakarta - Kasus pencabulan kembali terjadi. Kali ini, pelecehan
seksual itu terjadi di Pati, Jawa Tengah. Konon, pencabulan dilakukan
oleh seorang kiai.

Senin (22/12/2008) sore, sebanyak 27 siswa SMK Telkom Terpadu AKN
Marzuqi, Pati, Jawa Tengah mendatangi Komisi Perlindungan Anak
Indonesia (KPAI) di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka
mengadukan pendiri sekolahnya, seorang kiai sebut saja AHM.

AHM diduga melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap siswa-siswa SMK
tersebut. "Kasus ini diketahui setelah ada tiga siswa yang melapor
kepada kami November 2007," kata Maskuri, Direktur LBH Advokasi
Nasional, pendamping para siswa itu di kantor KPAI.

"Setelah ditelusuri ternyata ada sekitar 27 siswa yang jadi korban.
Bahkan mungkin jumlahnya bisa lebih banyak lagi," lanjutnya.

Menurut Maskuri kedatangannya ke kantor KPAI untuk meminta dukungan
moril, memulihkan trauma para siswa, dan dan mengawasi proses hukum.
Selain mengadu ke KPAI, Maskuri berencana akan melaporkan perbuatan
sang kiai ke Mabes Polri, MUI, dan Mendiknas.(asp/ken)


Dari detik.com
Selasa, 23/12/2008 09:11 WIB

Pelecehan Seks Kiai Pati
Puluhan Siswa SMK Telkom Terpadu Sempat Telantar di Jakarta

Ken Yunita - detikNews

Jakarta - Selain mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),
puluhan siswa SMK Telkom Terpadu AKN Marzuki asal Pati, Jawa Tengah,
juga curhat kepada Seto Mulyadi alias Kak Seto di Komisi Nasional
Perlindungan Anak (Komnas Anak). Mereka mengadukan kasus pelecehan
seksual yang dilakukan oleh kiai AHM.

Bahkan Kak Seto sempat mencarikan tempat tinggal sementara untuk
korban kekerasan seksual itu. "Mereka semalam itu telantar. Tapi kita
sudah carikan tempat tinggal sementara," kata Ketua Komnas Anak itu
kepada detikcom, Selasa (23/12/2008).

Rosdin Ilyas, komisioner bidang studi dan analisis anak Komnas Anak
mengatakan, sebenarnya pihaknya telah mendapat tempat tinggal untuk
anak-anak itu di Bambu Apus. Tapi sayang, bus yang mereka tumpangi
tidak dapat masuk ke dalam gang menuju panti asuhan itu.

"Akhirnya bus mundur lagi. Setelah dicari ke sana ke mari, akhirnya
kami bawa ke masjid di Gelora Bung Karno," katanya melalui telepon.

Selain tidak punya tempat tinggal, siswa-siswa itu juga sempat
kelaparan. "Mereka itu kasihan sekali. Bayangin aja, 50 anak lugu,
nggak punya uang di Jakarta, kelaparan," kata Rosdin.

"Tadi pagi kita sudah kirim sarapan," ujar Rosdin.(ken/nrl)


Selasa, 23/12/2008 00:27 WIB

Pelecehan Seks Kiai Pati
Bila Buka Mulut, 
Kepala Sekolah SMK Telkom Terpadu Diancam Ditelanjangi

Andi Saputra - detikNews

Jakarta - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang kiai
Pati sebut saja AHM kepada siswa SMK Telkom Terpadu AKN Marzuki
ternyata diketahui Kepala Sekolah tersebut. Namun sang kepala sekolah
tidak berani membocorkannya karena diancam akan dianiaya.

Kepala SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi Pati, Birhad Abdul Latif
mengatakan perbuatan sang kiai diketahui oleh dirinya dan guru-guru di
sekolah itu. Saat dia dan guru-guru menegur, sang kiai malah mengancam
akan melakukan kekerasan terhadap mereka. Maka Birhad pun memilih
untuk mengundurkan diri pada 17 Agustus.

"Saya diancam oleh kiai, jika saya kembali ke sekolah akan
ditelanjangi. Perbuatan amoral kiai memang sudah lama kami dengar
tetapi kami takut mencari tahu karena kiai begitu disegani," ucap
Birhad di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Senin (22/12/2008).

Selain Birhad ada 17 guru lainnya yang mengundurkan diri dari sekolah
itu. Bahkan ada yang dipecat karena dianggap melawan.

Perbuatan sang kiai itu pernah dilaporkan ke Polres Pati namun sampai
saat ini belum mendapat tanggapan. Oleh karena itu kasus ini
dilaporkan ke KPAI.

Ketua KPAI Masnah Sari mengatakan, pihaknya akan mendukung langkah
para korban untuk melapor ke Mabes Polri. Bahkan Masnah berencana akan
mengirimkan surat ke SBY dan Mabes Polri untuk mendorong supaya proses
hukum bisa berjalan sebagaimana mestinya.

"Perbuatan kiai itu melanggar UU No 23/2002 tentang perlindungan anak.
Kami mendukung para korban untuk mengusut kasus ini secara hukum,"
kata Masnah.(asp/ken)

> ________________________________
> From: yustamb <yust...@...>
> To: [email protected]
> Sent: Tuesday, December 16, 2008 10:34:46 PM
> Subject: [ppiindia] Re: Islam, Homoseksual dan Hikmah Kota Pompeei
> 
> 
> *** Mas-Dimas, anda salah mengerti lagi, ini bukan masalah teman-teman
> anda yang gay dan lesbi, mereka menajadi gay atau lesbi itu urusan
> mereka, itu urusan mereka dengan Tuhannya, seperti Ryan yang homo, itu
> adalah urusan dia dan yang mendapat hukuman pun adalah dia sendiri.
> 
> Cerita tentang pompey itu adalah suatu fakta, cerita dalam al-Quran
> itu juga suatu fakta bahwa homo dan lesbi itu ada ganjarannya,
> ganjaran yang berbahaya kalo sudah tidak ada lagi orang-orang yang
> memberi peringatan, di mana seorang ustad sudah menjadi gay, artinya
> bahwa tidak ada lagi yang bisa membedakan mana yang benar dan mana
> yang salah,  maka kejadian nabi Luth dan pompey pun akan menimpa kita
> semua tak terkecuali.
> 
> Ada sesuatu yang tidak kita ketahui tentang mengapa Allah melarang
> ada gay dan lesby, itu adalah Rahasia Tuhan, tetapi fakta yang kita
> lihat seorang gay dapat melakukan perbuatan  seperti apa yang anda
> saksikan pada Ryan, mungkin tidak semua begitu.  Seperti anda katakan
> bahwa para gay baik dan santun, tetapi dengan tanpa sengaja anda
> mengatakan bahwa ada gay yang suka 'horor', merek,jualan dan suka
> ngos-ngosan. Dampak buruk ini sepertinya yang merusak, sehingga Tuhan
> melarang gay, atau homo sexual tersebut, jadi antara manfaat dan
> mudhoratnya terlalu banyak mmudhoratnya. '
> 
> Allah itu maha adil, larangannya tentu untuk kemasyalatan ummat
> manusia, Allah mencintai manusia ciptaanNya, ini sama dengan anda
> melarang anak anda untuk bermain di tengah jalan  ...   bukan ... ?
> 
> salam
> 

Kirim email ke