http://www.republika.co.id/berita/23103.htmlPemimpin Hizbullah Minta Warga 
Mesir Turun Ke Jalan
By Republika Newsroom

BEIRUT-- Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah meminta rakyat Mesir dalam jumlah 
"jutaan" untuk turun ke jalan guna memaksa pemerintah mereka membuka perbatasan 
negara itu dengan Jalur Gaza, tempat Israel melakukan serangan udara terhadap 
rakyat Palestina.

"Jika rakyat turun ke jalan dengan jumlah jutaan orang, dapatkah polisi 
membunuh jutaan orang Mesir?," kata Nasrallah, yang kelompok garis keras 
Syiahnya melakukan perang yang menghancurkan melawan Israel pada tahun 2006.

"Rakyat Mesir, Anda harus membuka perbatasan dengan kekuatan dada anda," 
katanya dalam pidato hari Ahad, yang disiarkan oleh televisi.

Jika Mesir tidak membuka perlintasan perbatasan Rafah ke Jalur Gaza, negara itu 
akan dianggap mitra dalam pembunuhan rakyat Palestina oleh militer Israel.

"Saya tidak menyerukan kudeta di Mesir ... tapi jika Anda (pemimpin Mesir) 
tidak membuka perlintasan Rafah, jika Anda tidak membantu rakyat Palestina, 
Anda akan dianggap menyempurnakan pembunuhan besar-besaran dan blokade itu," ia 
menambahkan.

"Rezim Mesir harus membuat keputusan mengenai masalah ini dan tidak mengambil 
keuntungan dari perang untuk mengadakan tekanan pada HAMAS," kata Nasrallah.

Pemimpin Hizbullah itu juga meminta demonstrasi massa diadakan di markas utama 
gerakannya di lingkungan Syiah di pinggiran selatan kota Beirut, Senin, sebagai 
solidaritas bagi rakyat Jalur Gaza.

"Saya mengundang Anda untuk berkumpul dalam demonstrasi besar pada siang hari 
dalam upacara doa perkabungan bagi syuhada dan untuk menyampaikan solidaritas 
kita," kata Nasrallah.

"Kita akan katakan kepada dunia, kita ada di sini, dan terorisme serta 
pembunuhan tidak dapat mengintimidasi kita."

Nasrallah menyamakan serangan udara di Jalur Gaza yang menewaskan hampir 300 
orang sejak Sabtu itu dengan perang 33 hari pada musim panas 2008, yang 
menewaskan lebih dari 1.200 orang di Lebanon, kebanyakan dari mereka warga 
sipil, dan lebih dari 160 orang Israel, sebagian besar dari mereka tentara.

Ia mengatakan bahwa musuh Israel mampu berperang di beberapa front secara 
hampir bersamaan dan bahwa pejuangnya telah bersiap untuk memukul mundur setiap 
serangan Israel yang mungkin dilakukan terhadap Lebanon.

"Kami telah minta saudara-saudara kita dalam perlawanan di Lebanon selatan 
untuk bersedia dan bersiap-siaga karena kita menghadapi musuh jahat dan 
berbahaya."

"Kita siap untuk menghadapi agresi di tanah kita, negara kita atau demi 
martabat kita," kata Nasrallah.

Pemimpin Hizbullah itu mengatakan bahwa kelompoknya tidak bertanggung-jawab 
atas penembakan tujuh roket Katyushayang diarahkan ke Israel, yang tentara 
Lebanon temukan di Lebanon selatan, Kamis (25/12)

"Hizbullah memiliki cukup keberanian untuk memikul tanggung-jawab atas setiap 
tindakan yang kelompok itu lakukan dan tidak akan bersembunyi," kata Nasrallah, 
yang menuduh agen Israel berada di balik penempatan roket-roket tersebut.

Ada kecaman yang meningkat terhadap Mesir di dunia Arab karena kegagalannya 
untuk membuka perbatasannya dengan Jalur Gaza bagi lewatnya pasokan kemanusiaan 
yang sangat dibutuhkan atau warga sipil yang melarikan diri dari pemboman 
Israel di Jalur Gaza.

Menlu Israel Tzipi Livni telah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Mesir 
Hosni Mubarak di Kairo, Kamis, hanya dua hari sebelum dilancarkannya serangan 
udara kilat pemerintahnya terhadap Jalur Gaza, yang menewaskan hampir 300 orang 
dalam kurang dari 48 jam.

Kedutaan besar Mesir di Beirut telah diserang oleh demonstran yang pada Ahad 
melemparkan batu hingga polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan 
kerumunan massa itu. (afp/ant/ri)




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke