http://www.tni-au.mil.id/content.asp?ContentId=5184

*Obrolan akhir tahun Pangkoopsau II dan Ujungpandang Ekspres, *
Pen Koopsau II, 12/24/2008



*Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) II Marsekal Muda (Marsda) TNI
Yushan Sayuti *mempridiksi berakhirnya tahun 2008, bukan berarti ancaman
yang dihadapi bangsa Indonesia juga akan berakhir. Sebaliknya, pada tahun
2009 mendatang, Indonesia akan banyak menghadapi tantangan, mulai soal
ekonomi, politik, sosial budaya maupun pertahanan keamanan.



Di kawasan Indonesia timur, yang merupakan wilayah tanggung jawab Koopsau
II, pada aspek keamanan wilayah udara, Pangkoopsau II secara tegas
mengatakan dari data intelijen yang diberikan Mabes TNI, belum ada indikasi
potensi atau ancaman nyata yang serius. Namun demikian, TNI, khususnya TNI
AU dan Koopsau II secara rutin terus meningkatkan kewaspadaan, dengan
menggelar berbagai operasi udara di wilayah Indonesia timur, sehingga negara
tetap memiliki deterent power (daya tangkal) dimata negara lain.



"Data intelijen Mabes TNI belum ada indikasi ancaman serius akan datang dari
mana, tetapi menurut saya potensi ancaman pasti akan datang dari tetangga
kita. Saya justru melihat sekarang ini ancaman teror jauh lebih serius dan
nyata bentuknya" kata Pangkoopsau II.



Pernyataan tersebut mengemuka dalam obrolan santai akhir tahun antara
Pangkoopsau II dengan redaksi koran Ujungpandang Ekspress, di Makoopsau II,
Rabu (24/12). Dalam obrolan kali ini, tim Ujungpandang Ekspres yang
berjumlah lima orang dipimpin langsung oleh Dirut Mufti Hendrawan, SE,
sementara Pangkoopsau II didampingi Pabadya Dukops Sosp Koopsau II Letkol
Pnb Singgih Hadi dan Kapen Koopsau II Mayor Sus Sonaji Wibowo, S.IP.



Pangkoopsau II menambahkan, belajar dari kasus teror di Mumbai, India
beberapa waktu lalu, Indonesia memang perlu meningkatkan kewaspadaan
terhadap serangan teror. Orang nomor satu di Koopsau II ini juga sangat
mendukung tentang rencana penerbitan standar pelaksanaan operasi (SPO)
gabungan antara TNI-Polri dalam penaggulangan teror. Menurutnya, saat ini
ancaman teror jauh lebih nyata.



"Potensi ancaman paling serius dan nyata sekarang ini adalah aksi teror.
Oleh karena itu saya sangat setuju dengan rencana pembakuan latihan gabungan
TNI-Polri dalam penanggulangan teror seperti yang baru-baru ini di lakukan
TNI-Polri" kata Pangkoopsau II sembari menambahkan kalau teror biasanya
kekuatannya besar, selain itu jaringannya juga solid serta didukung oleh
biaya yang sangat besar.



Terkait dengan pelaksanaan kinerja Koopsau II dalam tahun 2008, Pangkoopsau
II menyatakan rasa syukurnya. Meskipun dihadapkan dengan berbagai kendala
dan keterbatasan, Koopsau II masih dapat melaksanakan tugas-tugas yang
menjadi tanggung jawabnya. Khusus dibidang operasi dan latihan (Opslat)
Koopsau II masih mampu melaksanakan 78,8 % dari tujuh macam operasi dan
tujuh macam latihan.



"Menyikapi krisis yang terjadi, dalam melaksanakan kegiatan, baik operasi
maupun latihan kita berpegang pada skala prioritas, itulah yang dapat kita
tempuh, sehingga sampai sekarang Koopsau II masih mampu survive" kata
Pangkoopsau II.



Pangkoopsau II menambahkan, pada 26 Desember 2008 lusa, dua unit pesawat
Sukhoi Su-27/30 akan datang dari Rusia ke Lanud Sultan Hasanudin, Makassar.
Kedatangan dua persawat yang menggunakan pesawat Antonov itu, masih dalam
bentuk terpisah, selanjutnya pesawat akan mengalami proses perakitan di
Lanud Sultan Hasanudin oleh para teknisi Lanud Sultan Hasanudin yang
didampingi tim Sukhoi dari Rusia.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke