http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/26/07051598/melangkah.menuju.peluncuran.satelit.

Melangkah Menuju Peluncuran Satelit 
 
OLEH YUNI IKAWATI

Beragamnya aplikasi satelit dan meningkatnya kebutuhan wahana ini, ditambah 
berlakunya pelarangan pembelian komponen pembuat roket, mendorong Indonesia 
mengumpulkan daya agar mandiri dalam bidang peroketan yang dikembangkan sebagai 
wahana pengorbit satelit.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang mencapai usia 45 tahun 
pada 27 November lalu, sejak 2007 melakukan percepatan dalam pengembangan 
teknologi peroketan dan satelitnya. Percepatan itu terjadi setelah berhasil 
melepas ketergantungannya pada pembuatan bahan bakar propelan dari pihak asing, 
antara lain amonium perklorat.

Setelah sukses dengan peluncuran roket eksperimen berdiameter 320 mm atau 
Rx-320, Lapan berhasil melakukan uji statik Rx-420 pada Selasa (23/12) di Pusat 
Teknologi Wahana Dirgantara Lapan Rumpin, Tarogong, Tangerang. Pelaksanaan uji 
statik ini menyusul uji peluncuran roket kendali berdiamater 100 mm dan 300 mm 
serta roket balistik 122 mm yang diluncurkan akhir pekan lalu di Pamengpeuk, 
Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Seusai menyaksikan pelaksanaan uji statik Rx-420 itu, Menteri Negara Riset dan 
Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan akan terus mendorong Lapan untuk 
konsisten mengembangkan roket sesuai dengan kompetensinya hingga mampu 
mengorbitkan satelit. ”Untuk program roket tahun 2009, saya telah mengusulkan 
kepada DPR dana sebesar Rp 25 miliar,” ujarnya.

Pada 2009, jelas Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun, setelah keberhasilan uji 
statik Rx-420, program peroketan akan dilanjutkan dengan uji peluncuran roket 
tersebut yang menurut rencana dilaksanakan Mei 2009.

Dijelaskan Edi Sofyan, Ketua Kelompok Penelitian Bidang Kendali Roket Lapan, 
roket kendali RK-100 sebanyak tiga unit diluncurkan Sabtu (20/12) di 
Pamengpeuk, Garut Selatan. Misi peluncuran ini adalah untuk menguji sistem 
kendali pada sirip belakang.

Peluncuran RK-100, yang mempunyai panjang 4 meter ini, merupakan fase ketiga 
eksperimen roket itu. Fase I yang dilakukan September 2007 masih ditemukan 
masalah pada bagian sayap. Setelah dilakukan perbaikan, dilakukan peluncuran 
RK-100 fase II pada Juni 2008.

Adapun uji peluncuran roket kendali 300 mm yang merupakan tahap pertama, jelas 
Edi, bertujuan untuk menguji sistem pendorong roket dan turbo jet.

Pada Minggu (21/12) di lokasi yang sama dilaksanakan peluncuran tahap pertama 
roket balistik RB-122 yang tidak dilengkapi dengan sistem kontrol. Pada uji 
peluncuran ini bertujuan untuk mengukur kinerja atau performansi motor roket.

Pengujian kinerja roket baik sistem kendali dan balistik merupakan satu 
rangkaian dalam pengembangan roket pengorbit satelit.

Konfigurasi Rx-420-320

Roket eksperimen berdiameter 420 mm (Rx-420), pelaksanaan uji statiknya 
tertunda seminggu, karena diperlukan penambahan sistem penahan pada bagian ekor 
propulsi, agar aman. ”Dengan memasang sistem penahan yang memadai pada roket, 
yang ditempatkan pada posisi horizontal di lorong itu, maka roket akan tetap 
stabil ketika dilakukan uji penyalaan,” urai Adi.

Dalam kondisi nyala, roket Rx-420 yang menggunakan bahan bakar amonium 
perklorat akan memiliki daya dorong hingga 10 ton dalam waktu 11 detik. 
”Lepasnya penahan pernah terjadi pada tahun 1986 dalam uji statik sebuah roket. 
Akibatnya, roket keluar dari block house (rumah uji),” tambah Adi.

Pengukuran hasil uji statik Rx-420, jelas Lilis Mariani, periset di Tim Uji 
Statik Rx-420, performasi roket ini sedikit lebih baik dibandingkan desain 
rencana, terutama pada daya dorong roket yang lebih tinggi dari yang 
direncanakan.

Roket Rx-420 ini merupakan bagian penting dalam konfigurasi Roket Pengorbit 
Satelit (Satellite Launch Vehicle/SLV) Pertama Lapan yang direncanakan meluncur 
pada tahun 2014, jelas Yus Kadarusman Markis, Kepala Pusat Teknologi Wahana 
Dirgantara Lapan.

Pada SLV-I itu, terdiri dari roket tiga tingkat, yaitu pada tingkat pertama 
dipasang tiga roket Rx-420 sebagai pendorong atau booster, pada tingkat dua 
satu propulsi berdiameter 420 sebagai sustainer, dan di tingkat tiga propulsi 
320.

Dengan komposisi roket tersebut dan menggunakan bahan bakar propelan padat, 
menurut Yus, telah memadai untuk membawa satelit ke orbit. ”Roket pengorbit ini 
memungkinkan membawa nano satelit yang persiapannya makan waktu dua tahun,” 
tambah Adi.

Satu roket Rx-420 yang berbobot sekitar 2 ton memiliki jangkauan 120 km. Dengan 
konfigurasi itu, SLV-I diharapkan dapat menjangkau ketinggian sekitar 400 km. 
Roket ini dapat membawa muatan 50 kg untuk sampai pada orbit yang dicapai 
minimal pada ketinggian 250 km. Kecepatan horizontal roket di orbit mencapai 8 
km per detik.

Saat ini Lapan tengah mengembangkan sendiri material yang lebih ringan untuk 
roket, karena pengembangan teknologi pembuatan baik propelan maupun material 
roket bersifat tertutup.

”Pembelian material dari pihak asing tidak dimungkinkan karena semua negara, 
termasuk China, tidak lagi memenuhi pesanan material untuk pembuatan roket dari 
Indonesia, sebagai negara yang masuk kategori perlu diawasi seperti Iran,” urai 
Yus.

Pada tahapan selanjutnya, Lapan akan terus mengembangkan roket berdiameter 
lebih besar, yaitu Rx-540 dan Rx-750. Roket Rx-420 merupakan roket keenam yang 
dikembangkan Lapan selama ini. Roket generasi terdahulu berturut-turut memiliki 
diameter 70, 100, 150, 250, dan 320 mm.

Sejak beberapa tahun lalu, lanjut Yus, peneliti Lapan juga telah mengembangkan 
bahan bakar propelan cair yang baru mencapai bobot 10 kg. Masih diperlukan 
waktu lama untuk sampai pada kapasitasnya untuk mendukung roket pengorbit 
satelit.

Kendalanya karena kurangnya sumber daya manusia peneliti dan sulitnya 
memperoleh bahan baku, serta tingginya tingkat kesulitan dan bahaya ledakan 
dalam pembuatan propelan cair. Meski begitu, Lapan harus mengembangkan 
pembuatan propelan cair yang memiliki kelebihan daripada propelan padat, yaitu 
membuat roket mudah dikendalikan ketika mengorbit.

Sumber : Kompas Cetak


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke