http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/29/13581962/atasi.krisis.bi.rate.harus.turun

*Atasi Krisis, BI Rate Harus Turun*


JAKARTA, SENIN-Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus menurunkan suku
bunga acuan Bank Sentral (BI Rate) untuk mengantisipasi dampak dari krisis
keuangan global tahun 2009 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Pendiri dan Ketua Lembaga Studi Kapasitas Nasional
(LSKN) Hartojo Wignjowijoto, sebelum acara diskusi Evaluasi Pemerintahan
SBY, di hotel Acacia, Jakarta, Senin (29/12).

Saat ini, BI menetapkan BI Rate di level 9,25 persen atau turun 0,25 basis
poin dibandingkan bulan sebelumnya. Menurut Hartojo, untuk mengantisipasi
dampak krisis keuangan global, Bank Sentral di luar negeri menurunkan suku
bunga acuannya hingga mendekati 0 persen. Sedangkan di Indonesia, BI Rate
terbilang masih tinggi.

"Di luar negeri saja mereka berlomba-lomba menurunkan suku bunga, kita
justru tetap tinggi," kata Hartojo. Di samping itu, untuk menghadapi krisis,
Hartojo juga mengatakan pemerintah harus menciptakan lapangan pekerjaan
dengan membiayai aspek infrastruktur. Antara lain, dengan melakukan strategi
penebaran kegiatan di luar Pulau Jawa.

Hal ini dilakukan karena daya dukung Pulau Jawa sudah tidak bisa menampung
60 persen dari penduduk Indonesia. "Luas Pulau Jawa kan hanya sekian persen
dibanding luas teritorial tanah Indonesia hampir 2 juta kilometer persegi,"
tutur Hartojo.

Selain itu, Hartojo menilai penciptaan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia
yang muda umurnya dan hanya berpendidikan terbatas dinilai sangat
penting."Angkatan kerja ini golongan ini kan sangat banyak," ujarnya.


ANI


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke