Benar-benar suatu tindakan seorang pembesar negeri yang bagus. Patut dicontoh 
oleh segala lapisan masyarakat bangsa Indonesia. Dari mulai soal baju batik 
menggantikan jas, sekarang soal sepatu. 

Memang, kalau pembesar negeri memberi contoh, rakyat pasti langsung manut. 
Apalagi jas kan lebih mahal dari baju batik dan sepatu Cibaduyut pasti lebih 
murah dari sepatu import. 

Selama ini rakyat secara memaksakan diri, selalu meniru para pembesar 
dalam pola konsumsinya, meskipun harus ditempuh dengan jalan yang tidak halal. 
Sebaliknya rakyat akan malu mempertontonkan kemewahan hidup diatas standar para 
pembesar.

Kapan para pembesar negeri ini memberi contoh penggunaan kendaraan umum sebagai 
alat transportasinya,  dan berhenti memamerkan mobil-mobil mewahnya. Insya 
Allah jalanan dinegeri kita ini bisa bebas dari kemacetan lalu-lintas yang 
sampai mengharuskan anak sekolah mulai jam setengah tujuh pagi.


 




________________________________
From: Yap Hong-Gie <[email protected]>
To: Nasional <[email protected]>; PPIIndia 
<[email protected]>; Akabri'90 <[email protected]>; 
[email protected]
Sent: Wednesday, December 31, 2008 3:13:20 PM
Subject: [ppiindia] JK Kampanye Pakai Sepatu Produksi Dalam negeri



http://www.republik a.co.id/berita/ 22104.html

JK Kampanye Pakai Sepatu Produksi Dalam negeri
By Republika Newsroom
Selasa, 23 Desember 2008 pukul 09:13:00

JAKARTA -- Jika Presiden Amerika Serikat George Bush justru dilempar sepatu
saat kunjungan ke Irak. maka lain lagi halnya dengan Wakil Presiden Jusuf
Kalla, meski sama-sama soal sepatu.

Namun bagi Wapres, sepatu bisa menunjukkan rasa nasionalisme. Meski bukan
dengan cara melempar ke kepala negara lain. "Jadi mulai besok anda, para
pengusaha pakai sepatu dalam negeri," kata Wapres saat menutup Munas V Kadin
di Jakarta .

Menurut Wapres, jika semua pengusaha anggota Kadin memelopori penggunaan
sepatu dalam negeri maka langkah itu tentu akan dahsyat hasilnya.
Industri sepatu dan turunannya pasti akan berkembang pesat.

Wapres mencontohkan ketika dimulainya gerakan lepas jas beralih ke baju
batik, orang pesimis.

"Sekarang kita berhasil tidak mengenakan jas karena saya dan Presiden
Yudhoyono kenakan terus batik," kata Wapres.


      

Kirim email ke