http://www.antara.co.id/arc/2008/12/31/presiden-pertumbuhan-ekonomi-2009-di-atas-4-5-persen/

*Presiden: Pertumbuhan Ekonomi 2009 di Atas 4,5 Persen*


Jakarta (ANTARA News) -* Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* menyatakan
pertumbuhan ekonomi di atas 4,5 persen pada 2009 realistis untuk dicapai.

Pada konferensi pers setelah memimpin rapat di Departemen Keuangan, Jakarta,
Rabu, Presiden Yudhoyono mengatakan angka pertumbuhan ekonomi di atas 4,5
persen pada 2009 cukup konservatif di tengah krisis keuangan dunia yang
membuat hampir setiap negara menurunkan target pertumbuhannya.

"Kita harap tahun depan meski ada perlambatan pertumbuhan bisa memelihara
angka yang pantas. Konservatifnya di atas 4,5 persen, itu angka yang
realistik," tutur Presiden.

Dengan langkah-langkah kebijakan ekonomi yang telah disiapkan pemerintah,
Presiden Yudhoyono optimistis target pertumbuhan ekonomi di atas 4,5 persen
itu akan tercapai.

Presiden menegaskan pemerintah telah siap untuk mengatasi berbagai
kemungkinan yang terjadi sebagai dampak dari krisis keuangan dunia baik dari
segi fiskal maupun kebijakan.

Presiden menyebutkan tujuh prioritas perekonomian Indonesia pada 2009 telah
dirumuskan secara baik oleh pemerintah, yaitu membatasi pengangguran akibat
resesi dunia, mengelola inflasi, menjaga gerak sektor riil, mempertahankan
daya beli masyarakat, melindungi ekonomi kaum miskin, memelihara kecukupan
pangan dan energi, serta memelihara pertumbuhan ekonomi.

Untuk menjaga gerak sektor riil, Presiden menyebutkan, pemerintah telah
menyiapkan paket stimulus ekonomi yang telah tercakup dalam APBN 2009, di
antaranya adalah proyek-proyek infrastruktur senilai Rp32 triliun di
Departemen Pekerjaan Umum (PU) dan di Departemen Perhubungan senilai Rp16
triliun.

Namun, pemerintah juga menyiapkan paket stimulus lain yang belum termasuk
dalam APBN 2009 dan tengah dihitung nilainya oleh Menteri Keuangan.

"Sekarang sedang dihitung, ada sejumlah dana lagi akan digunakan sebagai
bagian dari paket stimulus baru di luar dana yang sudah direncanakan dalam
APBN 2009," tutur Presiden.

Paket stimulus ekonomi tersebut, lanjut Kepala Negara, disesuaikan dengan
kemampuan anggaran negara guna menyelamatkan gerak sektor riil dan
menciptakan lapangan pekerjaan. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke