Bung, usul semacam ini seperti juga rencana FPI mau kirim 1000 relawan 
hanyalah untuk tujuan politis dalam negeri. Mencari simpati dari rakyat 
yang masih bodoh. Jadi jangan tanya tentang tata cara apalagi biaya 
mengirim tentara ke negara lain. Para petinggi HTI itu tahu dan sadar 
tentang hal itu, tapi ya demi popularitas politis dalam negeri bual 
sedikti tidak apa. Heran juga, HTI yang pada dasarnya tidak mengakui 
eksistensi pemerintah nasional meminta agar RI mengirim tentara. Di 
sisi lain mereka juga tidak bertanya mengapa negara-negara Arab di 
sekitar Israel tidak mengirim tentara atau menyerbu Israel? Padahal kan 
itu lebih mudah dan lebih murah. Bahkan Iran yang berkata punya rudal 
yang dapat mencapai Israel tidak pula bergerak. Mesir bahkan menutup 
gerbang penghubung Gaza dengan Mesir, kecuali untuk evakuasi yang 
terluka. Takut Amerika? Lha Amerika kan juga tergantung pada minyak 
Arab. Mengapa senjata ini tidak digunakan?
Tanyakan kepada HTI dan FPI.
KM

----Original Message----
From: [email protected]
Date: 04/01/2009 9:43 
To: <[email protected]>
Subj: Bls: [ppiindia] HTI: TNI Harus Dikirim ke Palestina

GW HERAN,,, EMANG KIRIM PASUKAN KE SONO GAK PAKAI BIAYA???? MENDING DI 
ALOKASIKAN KE RAKYAT MISKIN ATAU UNTUK BANTUAN PENDIDIKAN / SEKOLAH ..
DI NEGARA SENDIRI AJA BELUM TUNTAS KOK SENENG NGANYA NGURUSIN NEGARA 
ORANG. MENDING NEGARA SENDIRI DEEEEEH LEBIH JELAS MANFAATNYA

--- Pada Sab, 3/1/09, Akbar Nusantara <[email protected]> 
menulis:
Dari: Akbar Nusantara <[email protected]>
Topik: [ppiindia] HTI: TNI Harus Dikirim ke Palestina
Kepada: [email protected], [email protected], 
[email protected]
Tanggal: Sabtu, 3 Januari, 2009, 2:08 PM










    
            http://www.detiknew s.com/read/ 2009/01/03/ 
131135/1062453/ 10/hti-tni- harus-dikirim- ke-palestina- ke-lebanon- 
bisa



HTI: TNI Harus Dikirim ke Palestina, ke Lebanon Bisa

Reza Yunanto - detikNews



Jakarta - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak akan mengirimkan relawan 
jihad seperti yang dilakukan ormas-ormas Islam lainnya. Namun, HTI 
mendesak pemerintah untuk mengirimkan TNI guna melawan Israel.



"Kita tidak menghalangi kalau ada ormas-ormas Islam yang ingin 
mengirim relawan  kesana. Tapi hemat kami seharusnya yang dikirim 
adalah tentara yang terlatih di medan perang," ungkap Wakil jubir HTI 
Farid Wajdi dalam diskusi 'Konflik Palestina-Israel' di Warung Daun, Jl 
Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (3/1/2009).



Tanpa bermaksud mengecilkan kemampuan relawan jihad, Farid pun 
berpendapat bahwa tidak akan mudah menghadapi Israel di Jalur Gaza. 
Sebab, yang akan dihadapi para relawan jihad itu adalah tentara-tentara 
negeri Yahudi dengan persenjataannya yang lengkap.



Namun, jika ada pihak-pihak di Indonesia yang tetap ngotot 
memberangkatkan relawan jihad ke Jalur Gaza, Farid meminta agar 
pemerintah tidak melarang-larang keberangkatan mereka.



"Pemerintah tidak pada tempatnya menghalangi pengiriman relawan jihad 
ke sana, karena itu solidaritas mereka sesama muslim," terangnya lagi.



HTI sendiri, lanjut Farid, tidak akan mengoptimalkan kekuatannya untuk 
mengirim relawan. Organisasi berbendera hitam bertuliskan bahasa arab 
ini hanya akan mendesak agar pemerintah Indonesia mau mengirimkan TNI 
kesana.



"Kita bisa mengirim tentara ke Lebanon, kenapa ke Palestina tidak bisa 
?!" imbuhnya.



Ia juga mengimbau agar seluruh negeri-negeri di timur-tengah membantu 
perjuangan warga Jalur Gaza menghadapi Israel dengan mengirimkan 
tentaranya.



"Negara-negara seperti Suriah, Irak, Iran, Yordania seharusnya ikut 
mengirim tentara ke sana guna menghadapi penjajahan Israel di tanah 
Palestina," tambahnya lagi.(Rez/gah)



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. 
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http:
//id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]




Kirim email ke