Pemerintah RI sebaiknya kirim pasukan untuk membela rakyat Palestina. Tentu 
saja tentara yang dikirimkan hendaknya harus yang beragama Islam. Toh, sebagian 
besar pasukan TNI juga beragama 
Islamhttp://www.republika.co.id/berita/24372.html



RI Siap Jadi Bagian Tim Pemantau di Gaza 

JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan 

bahwa pemerintah Indonesia siap mengirimkan putra-putri 

terbaiknya untuk menjadi bagian dari tim pemantau di Jalur 

Gaza jika gencatan senjata tercapai."Apabila PBB dan 

masyarakat internasional setuju mengenai adanya monitoring 

team maka Indonesia bersedia mengirimkan putra-putri 

terbaiknya menjadi bagian dari tim tersebut," kata Presiden 

Yudhoyono di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin 

malam, usai menerima Duta Besar Palestina untuk Indonesia 

Fariz Mehdevi.

Namun, lanjut Presiden, hal itu akan dilakukan dengan syarat 

gencatan senjata terwujud di Jalur Gaza karena pemerintah 

Indonesia juga harus mempertimbangkan keamanan."Karena 

keselamatan putra-putri Indonesia juga penting," katanya.

Kepala Negara juga mengatakan bahwa pemerintah Indonesia 

sedang mempersiapkan tenaga media terbaiknya untuk dikirim 

ke daerah-daerah tempat pengungsian warga Jalur Gaza yang 

menjadi korban agresi Israel.

Pemerintah Indonesia, kata Presiden, juga terus 

berkomunikasi dengan seluruh pihak di Palestina untuk 

memastikan bantuan kemanusiaan yang dikirim pemerintah 

Indonesia tiba tepat waktu di Jalur Gaza mengingat saat ini 

pintu keluar atau pun masuk ke wilayah itu sangat 

dinamis."Ada kalanya lebih baik melalui Yordania namun ada 

kalanya juga lebih baik melalui Mesir," ujarnya.

Presiden Yudhoyono mengatakan selain mengirimkan bantuan 

kemanusiaan (berupa uang tunai senilai 1 juta dolar AS, 

makanan dan obat-obatan) serta mempersiapkan tim media, 

Indonesia juga terus melakukan berbagai upaya diplomasi 

untuk menekan Israel agar menghentikan agresinya atas 

Palestina."Tujuannya adalah untuk mendesak DK PBB guna 

mengeluarkan resolusi agar dapat betul-betul dilakukan 

gencatan senjata di Palestina dan Israel menghentikan 

serangan," katanya.

Indonesia, lanjut Presiden, juga mempertimbangkan 

diselenggarakannya suatu sidang darurat Majelis Umum 

PBB.Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah Indonesia 

melakukan segala upaya untuk membantu rakyat Palestina 

dengan cara-cara yang tepat dan yang terbaik yang bisa 

dilakukan sebagai bagian dari solusi. 

Sebelumnya Presiden Yudhoyono menerima Dubes Palestina untuk 

mendengarkan mengenai kondisi terakhir di Jalur Gaza dan 

mencari tahu kebutuhan utama warga Palestina saat ini.

Seusai pertemuan yang berlangsung selama lebih kurang satu 

jam itu Dubes Palestina saat ditanya mengenai kegiatan 

sejumlah organisasi di Indonesia yang berniat mengumpulkan 

massa ke Palestina mengatakan bahwa hal itu meningkatkan 

moral warga Palestina bahwa masih banyak orang yang berpihak 

pada mereka.

Ia mengatakan bahwa sekalipun ia mengapresiasi keinginan itu 

namun pintu perbatasan menuju ke Jalur Gaza saat ini sangat 

tidak aman.Mehdevi juga mengatakan bahwa kedua belah pihak 

perlu kembali berunding untuk mencari solusi dari 

konflik.ant/kp





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke