http://www.antara.co.id/arc/2009/1/4/oki-akan-ajukan-israel-ke-dewan-ham/
OKI Akan Ajukan Israel ke Dewan HAM
Jeddah (ANTARA News) - Organisasi Konferensi Islam (OKI)
berencana mengajukan Israel ke Dewan Hak Asasi Manusia (HAM)
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) jika Dewan Keamanan PBB tak
juga berhasil menghentikan serangan Israel ke Jalur Gaza,
Palestina.
"OKI sudah mendesak Dewan Keamanan PBB melakukan
langkah-langkah untuk menghentikan serangan Israel tapi
sampai saat ini mereka belum memperoleh kesepakatan. Bila
Dewan Keamanan tak juga berhasil menghentikannya OKI akan
melakukan pembahasan lebih lanjut untuk mengajukannya ke
Dewan HAM dan Majelis Umum PBB karena ini jelas merupakan
pelanggaran HAM. Tapi belum ditetapkan `time frame`-nya,"
kata Wakil Menteri Luar Negeri RI Triyono Wibowo di Jeddah,
Minggu.
Triyono, yang sejak Rabu (31/12) menghadiri pertemuan
darurat OKI di Arab Saudi untuk merespon serangan Israel
terhadap Palestina, menjelaskan bahwa hingga Sabtu malam
(3/12) Dewan Keamanan PBB belum berhasil membuat kesepakatan
bersama untuk menghentikan serangan Israel terhadap
Palestina.
"OKI sudah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk melakukan
langkah-langkah guna menghentikan serangan tapi mereka belum
memperoleh kesepakatan tetap soal itu. Masih ada satu atau
dua anggota Dewan Keamanan yang memberi dukungan kepada
Israel. UE juga demikian. Ini membuat Israel mengabaikan
seruan internasional untuk menghentikan serangan," katanya.
Ia menjelaskan pula bahwa saat ini OKI sudah menugaskan
Sekretaris Jendralnya untuk mempersiapkan pengajuan Israel
ke Dewan HAM PBB atau Majelis Umum PBB.
"Sekjen OKI sudah ditugaskan untuk melakukan konsultasi
dengan duta besar negara-negara anggota OKI di Jenewa dan
New York," kata Triyono yang pada kesempatan itu disampingi
Duta Besar RI untuk Kerajaan Aran Saudi dan Kesultanan Oman
Salim Segaf Al Jufri dan Konjen RI di Jeddah Gatot Abdullah
Mansyur.
Lebih lanjut dia menjelaskan pula bahwa selain sepakat
melakukan pembahasan lebih lanjut untuk mengupayakan
penghentian Israel ke Palestina, perwakilan negara-negara
anggota OKI yang hadir dalam rapat darurat tersebut juga
sepakat untuk menggalang dana kemanusiaan bagi penduduk
Palestina.
Melalui komunike bersama yang dihasilkan dalam pertemuan
itu, katanya, OKI juga mengecam tindakan Israel yang telah
mengakibatkan lebih dari 400 warga Paletina terbunuh dan
lebih dari 2.000 orang lainnya luka-luka itu serta
menyayangkan kegagalan organisasi internasional seperti
Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan serangan itu.
"Ini sangat serius, harusnya PBB secepatnya membuat
kesepakatan untuk menghentikan serangan Israel. Masalahnya
sampai sekarang PBB belum mampu menggalang kekuatan dari
negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan
serangan," katanya.
Padahal latar belakang serangan militer Israel ke Palestina
tersebut, menurut Salim Segaf Al Jufri, kemungkinan hanya
dilakukan untuk kepentingan politik di dalam negeri Israel
mengingat dalam beberapa pekan mendatang negara itu akan
menggelar pemilihan umum.(*)
[Non-text portions of this message have been removed]