http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/01/08/3890.html

*Posisi Pasukan Indonesia di Lebanon Aman
*
(Presiden SBY hari Kamis (8/1) pagi menelpon Komandan Satuan Tugas Pasukan
Garuda di Lebanon, dari Kantor Kepresidenan. (foto: abror/presidensby.info))

Jakarta: Di sela-sela pertemuan dengan pimpinan dan anggota Ombudsman RI, di
halaman depan Kantor Presiden, *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* menelepon
Komandan Satuan Tugas Pasukan Perdamaian Garuda Letkol. Inf. R Haryono yang
sedang berada di Lebanon. Kepada Letkol Haryono, Presiden SBY menanyakan
seberapa benar berita tentang tembak-menembak antara tentara Lebanon dan
Israel yang terjadi pada Kamis (8/1) sekitar pukul 07.30 waktu setempat.

"Jatuhnya tembakan dari arah Israel? Jam 7.30 ya. Dari posisi kita berapa?
Ok, 35 kilometer dari posisi kita," kata Presiden SBY mengulangi jawaban
Letkol Haryono. "Begini Haryono, saya sudah mengerti laporan yang kau
sampaikan. Pertama benar yang Haryono instruksikan kepada prajurit untuk
betul-betul menjaga diri meningkatkan tindakan keamanan. Kemudian siap
dengan contingency meskipun tembakan yang berasal dari Lebanon itu tidak
terlalu dekat dengan posisi Indonesia," ujar SBY.

Tembakan tentara Israel ke arah Lebanon juga tidak membahayakan posisi
pasukan Indonesia. Namun jika situasi berkembang tidak terkontrol, bisa saja
pasukan kita mengalami bahaya. karena itu Presiden SBY menilai sikap waspada
terhadap segala kemungkinan yang dilakukan pasukan Indonesia sudah tepat,
sesuai pedomani dan prosedur (protap) dari PBB, Unifil. "Ingat, tugas anda
adalah peace keeping, jadi berlindung dengan baik agar keselamatan anak-anak
terjaga sambil terus menjalankan tugas sebagai peace keeping forces," SBY
berpesan kepada Letkol Haryono.

Kepada pasukan Indonesia di Lebanon, Presiden juga menyampaikan pesan kepada
pimpinan Unifil, bahwa Jakarta terus memantau perkembangan di Lebanon.
"Sampaikan bahwa presiden kami juga terus memantau perkembangkan keadaan
dengan harapan PBB, Unifil, bisa mengemban tugas dengan baik sesuai dengan
mandat yang diberikan PBB kepada Unifil, termasuk tentunya satgas Indonesia
sendiri," ujar SBY kepada Letkol Haryono.

"Ketiga, tadi kau melaporkan kepada saya bahwa dubes Indonesia akan
dipanggil oleh Presiden Lebanon, Sulaiman. Kalau kau sempat berkomunikasi
dengan dubes, sampaikan agar betul-betul mendengarkan briefing dari Presiden
Lebanon dan setiap perkembangan situasi dipahami dengan seksama," SBY
mengingatkan. "Lanjutkan tugas. Sampaikan salam saya kepada prajurit. Tenang
tapi profesional dalam menjalankan tugas."

Usai pembicaraan telepon dengan Letkol Inf. R. Haryono, kepada wartawan
Presiden SBY berharap tidak ada hal-hal lain yang membahayakan. Meskipun
menurut laporan tadi keadaan masih terus berkembang dan pasukan Indonesia
siap dengan rencana jika terjadi situasi yang tidak diharapkan.

Mendampingi Presiden SBY, antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS., Jubir
Presiden Andi Mallarangeng, dan Sesmil Presiden, Mayjen Budiman. (osa)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke