http://www.tnial.mil.id/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/1189/INDONESIA-KIRIM-KAPAL-PERANG-KE-LIBANON.aspx

*INDONESIA KIRIM KAPAL PERANG KE LIBANON*

Dalam rangka ikut serta memelihara stabilitas keamanan dan pengamanan serta
penegakan hukum di laut dalam mewujudkan situasi damai di Lebanon. Pada awal
Februari nanti Indonesia akan mengirimkan kapal perangnya ke negara yang
tengah bersengketa itu. *KRI Diponegoro-365*, kapal perang *TNI
AL*tercanggih dari jajaran
*Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) *dari
jenis Sigma Class serta sebuah helikopter Bolcow 105 dari Wing Udara
Koarmatim yang on board di geladak kapal berikut 110 personel adalah yang
diperintahkan berangkat ke Libanon.

Sebelum bertolak, seluruh personel yang tergabung dalam misi perdamaian PBB
Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-A / UNIFIL
(United Nations Interim Forces in Lebanon) selama sebulan diberi pembekalan
dan pelatihan dengan berbagai pengetahuan. Rabu, (7/1) mewakili *Panglima
TNI, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksamana Madya TNI Y. Didik Heru Purnomo
*secara resmi membuka dimulainya pelatihan tersebut yang diberi nama Latihan
Pratugas Satgas MTF TNI KONGA XXVIII-A / UNIFIL bertempat di Auditorium
Puslat Opsla Kolatarmatim, Ujung, Surabaya.

Pelatihan dan pembekalan yang diikuti oleh 110 prajurit TNI AL itu
berlangsung hingga 5 Februari 2009, meliputi hal yang bersifat taktis dan
teknis militer, komando dan pengendalian, komunikasi, serta pengetahuan lain
seperti pengenalan budaya lokal, pengetahuan HAM serta kemanusiaan. Sebelum
berangkat mereka juga akan melaksanakan drill teknis berupa manuver lapangan
di sekitar Laut Jawa. Dengan pelatihan ini, diharapkan semua prajurit yang
terlibat dalam Satgas Laut memiliki kemampuan sesuai dengan standar PBB
sehingga dapat melaksanakan tugas di medan operasi yang sesungguhnya.

Dari 110 personel yang terlibat, 88 diantaranya adalah ABK KRI Diponegoro,
sedangkan 22 personel pendukung lainnya adalahl crew helikopter dan pilot,
dokter, personel pasukan katak, penyelam, komlek, seorang Perwira
Penerangan, teknisi senjata dll. Seluruh personel merupakan prajurit
Koarmatim terpilih dari hasil seleksi yang meliputi kemampuan berbahasa
Inggris, general chek-up kesehatan dan kejiwaan serta wawancara.

Pengiriman Satgas Laut ini, menurut Kasum TNI merupakan tanggung jawab
Negara Indonesia sebagai salah satu bangsa yang selalu berperan aktif dalam
menjaga perdamaian dunia seperti yang diamanatkan dalam UUD 1945 dan UU No.
34 Tahun 2004. Peran aktif ini direalisasikan melalui pengiriman pasukan TNI
sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia.

Ditambahkannya, pengiriman Satgas laut ini merupakan yang pertama kalinya
bagi TNI. Permintaan akan Satgas Laut dari Indonesia oleh PBB sangat
signifikan untuk kepentingan perdamaian, karena akan melengkapi komposisi
UNIFIL Maritime Task Force dari Negara-negara Eropa, seperti Spanyol,
Jerman, Belanda, Belgia, Turki dan lain-lain. Hal ini juga tidak lain karena
prestasi yang telah ditorehkan prajurit TNI sebelumnya saat ditugaskan di
Misi UNIFIL dengan menunjukkan jati diri sebagai tentara yang profesional
serta mampu bergaul dan disukai rakyat setempat sehingga menyebabkan
Indonesia diminta untuk menambah pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.

Indonesia juga merupakan Negara di Asia yang diminta langsung oleh UNIFIL
untuk mengirimkan pasukan lautnya dalam misi ini. Dengan komposisi yang
beragam dari anggota PBB ini diperlukan untuk menunjukkan kenetralan dari
tugas UNIFIL untuk melaksanakan resolusi PBB Nomor 1701.

Saat memberikan pembekalan, Kasum TNI menginstruksikan agar dalam
pelaksanaannya nanti di lapangan, Satgas harus bekerja berdasarkan pola
operasi sesuai standar PBB dan juga harus memperhatikan budaya lokal. Hal
tersebut akan membantu menjadi penengah secara imparsial atau tidak memihak
pada salah satu kelompok dari pihak-pihak yang bertikai. Perwira tinggi
bintang tiga mantan Pangarmatin ini juga meminta agar para prajurit
senantiasa mampu menjaga nama baik bangsa, sehingga citra negara Indonesia
semakin baik di mata dunia.

Usai membuka Latpratugas Satgas Laut, Kasum TNI dengan didampingi oleh
Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI
Lili Supramono serta beberapa pejabat teras Koarmatim meninjau kesiapan KRI
Diponegoro-365 yang tengah sandar di Dermaga TNI AL, Ujung, Koarmatim,
Surabaya. (Dispenarmatim)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke