http://www.tnial.mil.id/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/1188/PANGLIMA-TNI-RESMIKAN-DUA-KAPAL-PERANG-PC40.aspx
*PANGLIMA TNI RESMIKAN DUA KAPAL PERANG PC-40* *Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Djoko Santoso*disaksikan *Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, S.H. *, Rabu (7/1), meresmikan dua unit Kapal Perang RI (KRI) jenis Patroli Cepat (PC-40) yang dibuat oleh Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) TNI AL Mentigi Tanjung Uban, yaitu KRI Krait-827 dan KRI Tarihu-829 dalam suatu upacara di Dermaga Fasharkan Mentigi, Tanjung Uban, Riau. Upacara peresmian dua KRI tersebut selain ditandai dengan penaikan bendera merah putih, ular-ular perang dan lencana perang di KR,I juga ditandai dengan penyematan tanda jabatan oleh Panglima TNI kepada Komandan KRI Krait-827 Kapten Laut (P) Agus Darmawan dan Komandan KRI Tarihu-829 Kapten Laut (P) Tonny Sumarno. Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dalam amanatnya mengatakan, sebagai negara kepulauan atau negara pantai terbesar dan terpanjang, sudah sewajarnya apabila Indonesia memiliki tanggung jawab yang besar pula. Apalagi biila dikaitkan dengan karakter perairan wilayah Indonesia yang amat beraneka ragam. Kita memiliki laut terbuka, setengah tertutup dan ada juga yang tertutup. Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, wilayah perairan atau kelautan yang demikian, khususnya di alur-alur sempit dan selat, sangat membutuhkan kapal-kapal patroli yang berukuran relatif kecil namun memiliki kemampuan, kecepatan dan mobilitas atau daya jelajah yang tinggi. Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E., KRI Krait-827 KRI Tarihu-829 tersebut bertonase 190 DWT dengan jarak jelajah sekitar 2.500 mil, memiliki jangkauan Radar dan komunikasi yang sudah cukup luas, panjang 40 m, lebar 7,3 m dan dilengkapi dengan persenjataan meriam Twin barrel dan 2 buah senapan mesin berat 12,7 mm. Kecepatan kapal bisa mencapai 25 knot. Lebih lanjut Kadispenal menjelaskan, keunggulang kapal buatan anak bangsa berbahan baku alumunium itu adalah dari sisi efektifitas, bahan baku bangunan kapal KRI Krait-827 yang terbuat dari bahan Glass Fiber Reinforced (GFR), serta KRI Tarihu-829 berbahan Glass Fiber Reinforced Plastik (GFRP) memungkinkan kedua Kapal patroli cepat (PC-40) ini lebih ringan dan lentur jika dibanding dengan kapal yang terbuat dari besi, maintenance aluminium lebih murah dan tahan karat (anti korosi) dan dirancang hemat bahan bakar minyak (BBM). Uji coba perdana yang dilakukan di Selat Malaka berjalan mulus. Kapal tersebut mampu menerobos terpaan angin dan gelombang setinggi 4 meter tanpa hambatan. Kapal ini akan dipergunakan sebagai kapal patroli Gugus Keamanan Laut Wilayah Barat (Guskamlabar) di bawah Komando Armada Ri kawasan Barat (Koarmabar) dalam menjaga keutuhan wilayah Indonesia. Dengan diresmikannya kedua kapal PC buatan putra-putri bangsa Indonesia ini, jelas Kadispenal, TNI AL telah memiliki 11 unit PC 40 buatan dalam negeri. Selanjutnya pada tahun 2009, TNI AL direncanakan akan membuat FPB 60 meter dan 1 unit Trimara. Hingga saat ini TNI AL telah memiliki 146 KRI dengan berbagai jenis, termasuk sejumlah kapal PC-40. Dari hasil perhitungan berdasarkan strategi dan memperhatikan kemampuan pemeliharaan Alutsista yang telah ada, maka diperkirakan struktur kekuatan TNI AL pada tahun 2024, khususnya kapal perang sejumlah 274 unit yang terdiri dari Striking Force, Patrolling Force dan Supporting Force, sehingga TNI AL masih membutuhkan 128 unit KRI. Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut. [Non-text portions of this message have been removed]

