http://pemilu.detiknews.com/read/2009/01/09/184740/1065969/720/sby-lagi-lagi-kalahkan-mega

Survei LP3ES

*SBY Lagi-lagi Kalahkan Mega*

Aprizal Rahmatullah - detikPemilu

Jakarta - Popularitas *SBY *masih tak tertandingi oleh capres lain.
Sebagaimana survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), hasil survei Lembaga
Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) juga
menobatkan SBY sebagai capres yang paling banyak dipilih.

"Bila dibanding bakal capres lain, preferensi masyarakat terhadap SBY
menguat. Ini karena masyarakat menilai SBY lebih bisa diterima," kata Wakil
Direktur LP3ES Sudar D. Atmanto di kantornya, Jl S Parman 81, Slipi,
Jakarta, Jumat (9/1/2009).

Ada lima orang bakal capres pada urutan teratas yang dijadikan bahan survei,
yaitu Megawati Soekarnoputri, Prabowo, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wiranto. Survei dilakukan pada 1-10 Desember
2008 dengan dengan jumlah responden 2.490 orang yang tersebar di 33 provinsi
se-Indonesia.

Pengukuran tingkat elektabilitas masing-masing dalam Pilpres 2009 mendatang
dibagi dalam tiga kategori yang harus dipilih salah satu oleh responden.
Yaitu 'disukai', 'layak' dan 'dipilih' sebagai capres.

"Kami mencatat perolehan SBY untuk disukai 36,2 persen, layak 37,3 persen
dan dipilih 38,1 persen," papar Sudar.

Sedangkan tingkat elektabilitas yang diperoleh Megawati, terpaut jauh di
bawah SBY. Untuk kategori disukai Ketum DPP PDIP ini hanya memperoleh 17,6
persen, layak 17,1 persen dan dipilih 17,2 persen.

Peringkat ketiga diduduki Sri Sultan Hamengku Buwono X. Gubernur DI
Yogyakarta yang masih sibuk mencari parpol pengusung sebagai capres ini
hanya memperoleh 9,4 persen untuk kategori disukai, layak 9,1 persen dan
dipilih 9,2 persen.

Jagoan bakal capres dari Partai Gerindra, Prabowo menyusul dengan 7,9 persen
untuk kategori disukai dan layak, serta 9,2 persen untuk kemungkinan
dipilih. Sedangkan Wiranto terseok di posisi paling belakang dengan
perolehan 5,2 persen untuk seluruh kategori. ( asy / asy )


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke