Padamu Negeri Kami Berjanji
Padamu Negeri Kami Berbakti
Padamu Negeri Kami Mengabdi
Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami



http://www.antara.co.id/arc/2009/1/10/hamas-kami-akan-menangkan-perang-gaza/

Hamas: Kami Akan Menangkan Perang Gaza


Jakarta (ANTARA News) - Hamas menandaskan, meski menyadari akan kehilangan 
banyak nyawa dalam perang melawan Israel, Hamas akan terus meladeni Israel 
karena yakin bakal memenangkan Perang Gaza.

"Kami mengirimkan pesan (pada Israel dengan terus menembakkan roket) bahwa kami 
tak akan menyerah.  Kami harus melawan Israel dan kami akan memenangkan 
pertempuran ini.  Kami tahu kami akan kehilangan banyak orang di sisi kami, 
tapi kami akan menang, insyallah," kata Deputi Kepala Biro Politik Hamas, Musa 
Abu Marzouq dalam wawancara dengan Aljazeera di Damaskus, Suriah, Jumat.

Abu Marzouq memastikan, popularitas Hamas tidak akan jatuh karena serangan 
Israel, sebaliknya semakin Hamas diserang semakin besar dukungan rakyat 
Palestina dan dunia muslim terhadap Hamas.

"Setelah Israel membunuh para pemimpin Hamas seperti Ahmed Yassin dan Ismail 
Abu Shanab, Hamas memenangkan pemilu dengan 76 kursi dari 132 kursi parlemen 
(Palestina).  Menggunakan cara-cara ini (kekerasan) tak akan menurunkan 
popularitas Hamas, sebaliknya malah menaikkannya," kata Abu Marzouq.

Ia mengungkapkan, jika Israel tak bisa memperoleh semua tuntutannya dan tidak 
bisa menghentikan serangan roket Hamas ke wilayah Israel, maka itu berarti 
kampanye Israel di Gaza gagal.

Abu Marzouq menyatakan Hamas tidak alergi berunding dan siap mengadakan 
gencatan senjata dengan Israel, namun tiga hal dipenuhi harus dipenuhi dahulu 
oleh Israel.

"Pertama, agresi Israel mesti dihentikan.  (Kedua) semua pintu masuk (ke Gaza) 
harus dibuka, termasuk gerbang Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir.  Akhirnya 
(ketiga), Israel mesti menarikdiri dari Jalur Gaza," tandas Abu Marzouq.

Dia membela keputusan Hamas membidikan roket-roket ke Israel tanpa memastikan 
bahwa itu sasaran militer, dengan mengatakan itu adalah upaya pertahanan diri 
Palestina dari intimidasi Israel yang selalu menyerang kaum sipil pendukung 
Hamas.

"Kami tidak mempunyai senjata cukup canggih untuk melancaran serangan dengan 
target jelas.  Kami hanya mengirim pesan (pada Israel), 'Kalian tak bisa 
memberi suasana aman di sisi kalian sampai kalian memberi rasa aman di sisi 
Palestina," katanya.

Hamas terang-terangan mengatakan sedang berjuang mencapai kemerdekaan dan 
keamanan rakyat Palestina dengan mendirikan negara merdeka Palestina.

Hamas juga menyatakan alasan sebenarnya agresi Israel adalah menumbangkan 
pemerintahan Hamas di Jalur Gaza yang dirancang mereka sejak Hamas memenangkan 
pemilu Palestina 2006, sehingga bohong jika Israel menyerang Gaza dengan alasan 
menghentikan serangan roket Hamas.

"Mereka gagal menghasut rakyat (Palestina) untuk memberontak terhadap Hamas di 
Jalur Gaza akibat (tekanan) embargo ekonomi mereka.  Mereka mendorong Fatah 
berhadapan dan memerangi Hamas, tapi kami mengalahkan Fatah di Jalur Gaza, 
sehingga kemudian Israel memutuskan menghadapi kami langsung," terang Abu 
Marzouq.

Dia menjelaskan alasan Hamas tak mau memperbarui perjanjian sebelum ini 
mengenai gencatan senjata enam bulan dengan Israel, karena negara Yahudi itu 
tidak mau membuka pintu-pintu perbatasan Gaza ke dunia luar sehingga mereka 
membunuh pelan-pelan rakyat Palestina.

"Rakyat Palestina sering bertanya, apa manfaatnya gencatan senjata untuk kita?  
Untuk itulah, kami tidak memperbarui kesepakatan (gencatan senjata) itu," 
katanya.

Mengenai hubungan Hamas dengan Fatah, Abu Marzouq menandaskan, Hamas siap 
merangkul Fatah, namun prioritas mendesak Palestina kini adalah semua komponen 
Palestina mesti berdiri melawan agresi Israel.

"Setelah kami menyelesaikan pertempuran ini, saya kira kami bisa berbicara 
mengenai rekonsiliasi dan persatuan kembali dengan Fatah.  Kami menyambut 
terbuka setiap negosiasi atau dialog antara Fatah dan Hamas guna mengakhiri 
perpecahan diantara Palestina," janjinya.

Manakala Aljazeera menanyakan pandangan Hamas tentang sikap pemerintahan baru 
Washington pimpinan Presiden AS terpilih Barack Obama, Abu Marzouq menyampaikan 
pernyataan yang hati-hati dengan mengatakan Hamas tak bisa mengevaluasi sesuatu 
yang akan terjadi di masa depan.

"Kami tahu di Senat AS suara Hillary Clinton selalu membela Israel, tetapi 
mungkin akan ada beberapa perbedaan jika dia menjadi menteri luar negeri (AS)," 
katanya. (*)




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke