http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/10/1951183/indonesia.optimis.target.65.juta.wisman.tercapai
*Indonesia Optimis Target 6,5 Juta Wisman Tercapai* Laporan Wartawan Kompas Suhartono HANOI, SABTU - Meskipun di tengah krisis keuangan global, sektor pariwisata *Indonesia* terus digenjot untuk mencapai target 6,5 juta angka kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari negara-negara ASEAN. Angka kunjungan wisman Asean dua tahun yang lalu dengan jumlah 58 juta merupakan potensi besar untuk merealisasikan target tersebut. Dari angka 58 juta kunjungan wisman itu, Indonesia berharap bisa mendapatkan 2-3 juta wisman dari ASEAN. Untuk merealisasi target kunjungan wisman tersebut, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia diantaranya mengikuti Travel Exchange (Travex) 2009 yang digelar panitia pertemuan tahunan menteri-menteri ASEAN (ASEAN Tourism Forum/ATF) di Hanoi, Vietnam. Pembukaan Travex dihadiri Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik di National Conference Centre Hanoi, Jumat (9/1) malam. Travex 2009 merupakan ajang pertemuan penjual jasa pariwisata dengan para pembeli seperti travel biro dan lainnya yang difasilitasi oleh pemerintah negara-negara ASEAN. Dalam Travex 2009 ini, Depbudpar bersama-sama 21 industri pariwisata berada dalam satu paviliun di atas lahan 90 meter persegi di hall D. Paviliun Indonesia persis berada di sebelah Malaysia. Menurut Direktur Jenderal Pemasaran Depbudpar Sapta Nirwandar, Sabtu (10/1), Travex 2009 hanyalah salah satu dari ajang pertemuan pelaku pariwisata yang dilakukan pemerintah dalam satu tahun ini untuk meningkatkan kunjungan wisman. Realisasi kunjungan wisman di Indonesia tahun lalu tercatat 6,4 juta dengan nilai devisa lebih dari Rp 70 triliun. "Dengan ajang ini, dari 80 penjual jasa pariwisata dari Indonesia akan mendapatkan pembeli sekitar 500 perusahaan jasa yang akan membeli tujuan wisata Indonesia. Ini bukti bahwa pasar pariwisata kita masih diminati. Apalagi jika paket diskon itu benar-benar bisa diterapkan di tiap negara untuk setiap kunjungan wisman ASEAN," ujar Sapta. Dikatakan Sapta, dengan 500 perusahaan jasa pariwisata nilai transaksi bisa mencapai 300 juta dollar AS lebih, yang berasal dari dari rata-rata satu pembeli jasa pariwisata senilai 45.000 dollar AS dikalikan 80 perusahaan yang ada. Tahun sebelumnya, tambah Sapta, pembelinya hanya sekitar 300 lebih perusahaan jasa pariwisata. "Di tengah krisis ini, kita perkuat pasar pariwisata ASEAN dengan kerjasama negara-negara di antaranya dengan memberi paket diskon sebesar 10-15 persen bagi wisman ASEAN untuk tarif hotel, restoran, penerbangan dan toko," kata Sapta. Sulit turun Sementara, menurut General Manager Inna Putri Bali, IB Wirajaya, perusahaan penjual jasa pariwisata harus memberikan nilai tambah kepada para wisman agar kekhawatiran turunnya angka pariwisata sekitar 10-15 persen tidak terjadi akibat dampak krisis keuangan. "Nilai tambah itu seperti pemberian gratis satu hari dari empat hari menginap di salah satu hotel atau resort. Kalau penurunan harga, rasanya sulit. Sebab, tarif hotel atau resort kita sebenarnya sudah kompetitif. Kalau dipaksa turun, harus batasnya berapa? Ini sulit sekali," tandas Wirajaya, yang mengaku mendapat kemudahan menjual jasa pariwisatanya dengan ikut Travex 2009. HAR [Non-text portions of this message have been removed]

