http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/01/13/3901.html

Selasa, 13 Januari 2009, 12:09:25 WIB
*Silaturahmi Dengan Pengurus dan Anggota LVRI*

(Presiden SBY dan Ibu Negara hari Selasa (13/1) pagi bersilaturahmi dengan
pengurus dan anggota LVRI di Istana Negara. (foto: anung/presidensby.info))

Jakarta: *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* didampingi *Ibu
Negara*bersilaturahmi dengan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)
dalam rangka
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-52 LVRI di Istana Negara, Selasa (13/1) pagi.
Acara silaturahmi ini dihadiri lebih kurang 300 undangan yang terdiri dari
para anggota Dewan Pimpinan Pusat LVRI, anggota Dewan Pertimbangan Pusat,
para veteran wanita dan istri veteran, serta veteran mantan karyawan
Departemen-departemen Pemerintahan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LVRI, Letnan Jenderal TNI (Purn) Rais Abin
melaporkan bahwa kepengurusan LVRI dewasa ini 85 persen sudah berada di
tangan para veteran pembela. "Dapat dipastikan bahwa dalam Kongres X yang
akan datang, peranan kepengurusan veteran pejuang kemerdekaan akan berakhir.
Kami bangga dapat mempersiapkan regenerasi kepemimpinan LVRI sebaik mungkin
agar panggilan fungsi tetap berlanjut," terang Rais Abin.

"Niat utama kami hari ini adalah untuk menyampaikan rasa syukur dan
terimakasih yang mendalam atas nama ratusan ribu veteran di nusantara kepada
Presiden SBY atas terlaksananya penyaluran dana kehormatan veteran. Untuk
menghindari mulut usil para politikus, perlu kami tegaskan sekali lagi bahwa
rasa terimakasih ini kami tujukan kepada pemerintah yang kebetulan bapak
pimpin," ujar Rais.

Atas nama negara, pemerintah, dan selaku pribadi, Presiden SBY mengucapkan
selamat berhari ulang tahun kepada keluarga besar LVRI. "Seraya terimalah
ucapan terimakasih dan penghargaan kami kepada keluarga besar LVRI yang
tidak pernah absen dalam mengabdi kepada bangsa dan negara di masa
perjuangan maupun di masa pembangunan," terang SBY.

Presiden SBY berpendapat bahwa tema HUT LVRI ke-52 yaitu Legiun Veteran RI
Bersama pemerintah Yang Bersih dan Berwibawa Mewujudkan Negara Kesatuan RI
Damai dan Sejahtera masih tepat dan tetap relevan. "Bangun negara kesatuan
dan NKRI dalam artinya yang utuh, adalah final dan harga mati bagi
Indonesia. Merah putih harus terus berkibar dari Sabang sampai Merauke, dari
Miangas sampai Pulau Rote, apapun dinamika yang terjadi di negeri ini,"
tegas Presiden SBY.

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Menhan Juwono Sudarsono, Mensesneg
Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Mensos Bachtiar Cyamsah, Menkop dan UKM
Suryadharma Ali, Panglima TNI Djoko Santoso, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi
Bowo. (osa)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke