http://www.tnial.mil.id/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/1198/Default.aspx *TNI AL KERAHKAN 5 KAPAL PERANG DAN SATU NOMAD UNTUK SAR TERHADAP TENGGELAMNYA KM TERATAI PRIMA*
TNI Angkatan Laut mengerahkan personel dan unsur-unsur gelar antara lain KRI Kakap-811, KRI Untung Surapati-372, KRI Hasan Basri-882, KRI Slamet Riyadi-852, KAL (Kapal Angkatan Laut) Samalona, dan satu Pesawat Nomad P. 851, yang didukung oleh tim darat yang terdiri dari 40 personel antara lain 30 personel Korps Marinir, 4 personel petugas Komunikasi, 4 personel kesehatan dan 2 personel kesehatan. Sedangkan peralatan yang mendukung antara lain 3 unit truk, 4 unit alat selam, 2 unit perahu karet, 1 unit genset dan 1 unit alat komunikasi. *Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E.* mengatakan bahwa Kapal Motor (KM) Teratai Prima yang bertolak dari pelabuhan Parepare Sulawesi Selatan menuju Samarinda, tenggelam akibat terjangan ombak tinggi di Perairan Baturoro, 31 mil arah Barat Laut 320º dari Majene, Suawesi Barat pada posisi 03º 05' 20" S dan 118º 44' 30" T. Kapal tersebut membawa 250 penumpang 18 penumpang selamat dan 232 penumpang belum ditemukan. Kapal naas tersebut berangkat dari Parepare, Sabtu (10/1) pukul 18.00 WITA dengan Anak Buah Kapal (ABK) 17 orang termasuk nakhodanya Kapten Sabir, diperkirakan tenggelam pada pukul 02.00 WITA kemarin, Semua unsur dan personel yang digerakkan untuk kegiatan SAR tersebut, sudah berada di lokasi kecuali 2 KRI yaitu KRI Hasan Basri dan KRI Slamet Riyadi dalam perjalanan dikonfirmasi sore baru tiba. Cuaca buruk membuat operasi penyelamatan tak maksimal. Gelombang di perairan itu mencapai 4 meter. Tim memutuskan menyisir pantai-pantai di daerah Majene untuk mencari korban. Para korban diperkirakan hanyut ke pantai karena angin bertiup ke arah daratan. Pihak TNI Angkatan Laut akan terus melakukan pencarian dan pertolongan semaksimal mungkin. Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut. [Non-text portions of this message have been removed]

