Dear All,

Pertama, Pak Susilo orang yang tidak ksatria dan tidak berani jujur bahwa
dirinya jaim
menjelang pemilu. Mentalitas ingin enaknya sendiri.. untuk yang baik
(mengaku) itu
prestasinya, sementara saat buruk, orang lain yang harus menanggung..
Saat menaikkan harga BBM selalu orang lain yang 'disuruh' dan sebaliknya,
'akting'
saat tren harga minyak di dunia (yang dijadikan alasan menaikkan harga BBM)
merosot tajam. Jadi penurunan harga yang terjadi adalah keharusan, bukan
prestasi
pengelola negara (kita perlu ubah penggunaan kata pemerintah sesegera
mungkin).

Kedua, penurunan harga BBM sudah diserukan jauh" hari (sewaktu masih 2008)
oleh
Drajad Wibowo, Kurtubi dan yang lain. Namun yang terjadi (sangat mungkin)
pengulur"an
waktu sedekat mungkin dengan pemilu. Ini fakta dan bukan dikait"kan..
Berani/tidak mereka
mengakui hal ini? Apalagi dengan mental 'klaim & seolah-olah'.. menumpang
tren global
dan kemudian 'mengaku' sebagai prestasi pribadi/kelompok/parpol sendiri.

Ini terlihat dari iklan demokrat dan 'harapan' mereka untuk menghentikan
pansus hak
angket bbm (saat penurunan harga bln lalu) dengan mengatakan, bahwa 'pansus
hak
angket bbm dibubarkan, kan harga bbm sudah diturunkan'.. padahal, AFAIK,
esensinya
bukan cuma itu, tetapi bagaimana pengelolaan dan penjualan energi/bbm yang
lebih
efisien, termasuk pemangkasan biaya" dan mafia ekspor/impor BBM dilakukan
dengan
benar" dan untuk kemakmuran rakyat. Dan ini yang TIDAK BERANI dilakukan
pengelola
negara periode 2004 - 2009.. Yang berani dilakukan hanyalah cara"
jaim/carmuk dan
main aman.. lagi", klaim dan seolah"..

Kalau langkah" di atas dilakukan sejak awal, TIDAK MUSTAHIL PUJIAN YANG
TULUS
akan diberikan oleh rakyat RI.. namun bukan untuk tindakan yang penuh
kepura"an dan
tidak tulus.. seperti akting" yang sudah" (marah saat rapat, menangis di
depan korban
kelalaian perusahaan pertambangan, mengaku kurang tidur karena bekerja
tetapi masih
sanggup meluncurkan album musik).. Politikus koq tidak berani mengaku
tindakannnya
politis?

Masih kurang? Bagaimana dengan mentalitas 'abuse of power' - penyalahgunaan
kekuasaan.. menggunakan dana departemen untuk kampanye pribadi (2004)..
padahal
pemilu adalah gaweannya KPU atau mungkin DepDagRI, dan bukan Menko Polkam..
Yang terbaru, (sebelum ditutup kain putih - sampai minggu I 2009 masih
terlihat) iklan
Dept perhubungan di jembatanpenyeberangan sebelum pertigaan menuju RNI
(Kuningan),
jelas" di situ adalah iklan layanan masyarakat dari Dept Perhubungan soal
pentingnya
penyediaan layanan perhubungan yang aman namun dengan foto Pak Susilo, Pak
Jusuf
Kalla & istri mereka.. Itu sih jelas" kampanye untuk pemilu, menggunakan
dana negara.
Ternyata mentalitas 'NICA' (gemar mendompleng) memang sulit berubah.. :-p

CMIIW..

-- 
Wassalam,

Irwan.K
"Better team works could lead us to better results"
http://irwank.blogspot.com

2009/1/14 Godlip Pasaribu <[email protected]>

> Betul sekali Pak Presiden.  Jadi nggak usah dipikirin, kerja saja terus
> yang baik.  Masyarakat pasti bisa melihat mana yang baik dan mana yang buruk
> yang akan tercernin dari pemilihan Presiden baru tahun 2009 ini.
>
> "The habitual struggle to be always good is unceasing prayer."
>
> --- On Wed, 1/14/09, Agus Hamonangan <[email protected]> wrote:
>
> From: Agus Hamonangan <[email protected]>
> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] SBY Siap Hadapi Komentar Usil
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, January 14, 2009, 7:29 AM
>
>
>
>
>
>
> Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho A
>
> http://www.kompas. com/read/ xml/2009/ 01/13/12271067/ sby.siap.
> hadapi.komentar. usil
>
> JAKARTA, SELASA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono siap menghadapi
> komentar usil yang ditujukan kepada pemerintahan yang dipimpinnya
> terkait sejumlah kebijakan yang telah diambil termasuk menurunkan
> untuk ketiga kalinya harga premium dan solar. Mulai 15 Januari 2009,
> harga premium dan solar menjadi Rp 4.500 per liter.
>
> "Setelah sidang kabinet terbatas, saya mengeluarkan keputusan. Ini
> bukan, wah ini mau pilpres, mau pemilu legislatif, pasti dikaitkan ke
> situ. Bisa saja orang berbicara seperti itu,
> semua jadi politik. Terkait komentar itu, harus kita hadapi karena
> memang sedang mengemban amanah," ujar Presiden dalam pidato di depan
> Legiun Veteran Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Selasa
> (13/1).
>
> Menurut Presiden, komentar usil akan selalu ditujukan kepada siapa pun
> presidennya. "Nanti kalau presidennya ganti, presidennya menjabat ya,
> dibegitukan juga. Kelihatannya seperti itu. Maju salah, mundur
> apalagi," ujar Presiden disambut tawa.
>
> Untuk mereka yang kerap memberi komentar usil, Presiden
> mengkategorikannya menjadi dua kelompok. Pertama yang merasa hebat dan
> berani jika menentang pemerintah apa pun kebijakannya. Kedua yang
> merasa tabu atau berdosa jika harus memberi pujian kepada pemerintah.
> "Tetapi saya yakin, tidak semua rakyat seperti itu. Rakyat punya hati
> untuk menilai mana yang benar, mana yang berhasil, dan mana yang
> belum," ujarnya.
>
> Wisnu Nugroho A
>


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke