Dari sekian banyak juta manusia hanya didapat Rp 161,---juta? Kantong kempis 
atau kikir ibarat tong kosong nyaring bunyinya.

  ----- Original Message ----- 
  From: samiaji 
  To: [email protected] ; [email protected] 
  Cc: [email protected] ; [email protected] 
  Sent: Sunday, January 11, 2009 7:41 PM
  Subject: [HKSIS] Re: [nasional-list] Dihadiri Din Syamsuddin, Tabligh Akbar 
FUI Kumpulkan Rp 161 Juta



  Quote: -- Solidaritas untuk Palestina
  Dihadiri Din Syamsuddin, Tabligh Akbar FUI Kumpulkan Rp 161 Juta 
  *****************************************************************************

  161 juta rupiah ....
  sumbangan solidaritas buat Palestina yang sedang dihujani bom 
  dengan korban hampir seribu jiwa dalam beberapa hari saja ini ...
  jumlah itu amat sangat terlalu sedikit sekali. Lebih-lebih sumbangan dari
  negeri muslim terbesar didunia yang dikumpulkan dari sebuah tabligh-
  akbar. Dengan 161 juta rupiah malah akan merepotkan yang menerima
  sumbangan, barangkali cuma buat membetulkan atap mesjid yang kena
  bom saja tak mecukupi. Apalagi membangun masjidnya yang runtuh...
  Bayangkan! Uang sebanyak itu hanya senilai gaji sebulan direktur bank (BI).
  (Gaji sebulan direktur BI=156 juta rupiah)! Apalagi kalau dibanding
  uang yang dikorup pejabat tinggi dan sanak-kadangnya ....yang mencapai
  ratusan miliar.  Sumbangan solidaritas itu terlalu recehan ...

  Mungkini perlu dikerahkan lagi agar jumlahnya rada pantas gitu ya ...
  Smj.

  Data-data 3 tahun yang lalu. Sekarang tentu sudah lebih banyak lagi, ditambah 
yang dicuri berlipat ganda lagi ....
  
*******************************************************************************************************************************************************

  Rabu, 28 Des 2005,
  Gaji Gubernur BI Rp 156 Juta per bulan


  JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah langsung menyetujui 
ketika Komisi XI merekomendasikan gaji pejabat tertinggi BI Rp 1,879 miliar per 
tahun atau Rp 156 juta per bulan. Angka yang disepakati itu lebih kecil 
daripada usul BI sebelumnya, yaitu Rp 2,685 miliar per tahun.

  Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat antara Komisi XI DPR dan jajaran 
Dewan Gubernur BI kemarin. Dalam rapat yang dipimpin anggota Komisi XI DPR dari 
Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Yunus Yosfiah tersebut, DPR menyetujui 
anggaran operasional dengan catatan.

  "BI akan menjadikan angka yang telah direkomendasikan Komisi XI DPR tersebut 
sebagai acuan untuk menetapkan besaran gajinya. Besarannya akan kami putuskan 
dalam rapat dewan gubernur yang rencananya dilangsungkan pada 13 Januari 
mendatang," ujar Burhanuddin setelah pembahasan tersebut.

  Menurut Burhanuddin, mekanisme penggajian di BI memiliki sistem tersendiri 
sehingga tidak dapat diubah begitu saja tanpa ada satu argumen yang logis. 
"Dengan perbincangan hanya satu bulan, bagaimana kita mau mengubah sistem. Saya 
kira, itu sangat berbahaya," jelasnya.

  Burhanuddin mencontohkan dipersoalkannya tunjangan prestasi yang harus 
berdasar penilaian. 
  "Padahal, istilah tunjangan prestasi di Bank Indonesia sama dengan tunjangan 
fungsional di tempat lain karena masuk dalam rumusan sistem remunerasi itu 
sendiri," paparnya.

  Dia mengatakan, mengeluarkan hal itu dari sistem sama dengan mengubah sistem, 
aturan, dan performance Bank Indonesia. "Harus dihitungnya begini, bahwa turun 
kalau dihitung bersama inflasi, maka turunnya jauh lebih besar. Turunnya bisa 
mencapai lebih dari 50 persen," ungkapnya.

  Seperti diketahui, Komisi XI DPR memangkas usul BI soal gaji dan tunjangan 
gubernur BI Rp 223,76 juta per bulan, deputi gubernur senior Rp 187,25 juta per 
bulan, dan deputi gubernur Rp 169,86 juta. Jika dijumlah selama setahun, gaji 
dan tunjangan untuk gubernur Rp 2,69 miliar, deputi gubernur senior Rp 2,25 
miliar, dan deputi gubernur Rp 2,04 miliar. 

  Dari usul tersebut, Komisi XI DPR merekomendasikan gaji gubernur BI menjadi 
sekitar Rp 156,65 juta per bulan, kemudian deputi gubernur senior Rp 131 juta 
per bulan, serta deputi gubernur Rp 118 juta. Dengan demikian, take home pay 
atau total gaji yang diterima gubernur Bank Indonesia (BI) dalam satu tahun Rp 
1,879 miliar. Gaji deputi senior gubernur BI Rp 1,574 miliar dan deputi 
gubernur BI Rp 1,425 miliar.

  Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI dari FPKS Rama Pratama mengemukakan 
bahwa sebenarnya penghematan anggaran operasional BI bisa dilakukan tanpa 
memotong gaji dewan gubernur. "Salah satunya adalah terkait kunjungan luar 
negeri, pemangkasan di sektor operasional tersebut juga bisa dilakukan," 
paparnya

  Meski demikian, Rama mengakui bahwa forum penting tersebut menjadi tidak 
terarah dan ngelambyar. "Seharusnya, kita bisa membahas hal-hal yang lebih 
produktif, ini mungkin bisa menjadi catatan bagi pimpinan sidang," tegasnya.

  Selain itu, dalam rapat terdapat beberapa pembahasan penting menyangkut 
hubungan pengawasan antara DPR dan Bank Indonesia. Setelah rapat ditutup pun, 
sebenarnya ada dua perbedaan persepsi dalam tubuh anggota dewan.

  Persepsi pertama bahwa Komisi XI DPR RI telah menyetujui usul anggaran 
operasional BI untuk 2006. Artinya, apa pun keputusan yang nanti diambil dalam 
rapat dewan gubernur pada 13 Januari tentang gaji dewan gubernur tidak akan 
banyak berubah.

  Kemudian, persepsi kedua yang juga banyak berkembang adalah sikap DPR yang 
menyetujui dengan catatan. Sikap dengan catatan itu berisi rekomendasi besaran 
gaji dewan gubernur yang telah dipangkas 31,6 persen dari yang diusulkan. 
Dengan demikian, bila rapat dewan gubernur 13 Januari mendatang menghasilkan 
keputusan besaran gaji yang tidak mencerminkan rekomendasi DPR, Komisi XI akan 
membahas lagi. (iw)


    ----- Original Message ----- 
    From: Sandy Dwiyono 
    To: [email protected] ; [email protected] 
    Sent: Sunday, January 11, 2009 9:04 AM
    Subject: [nasional-list] Dihadiri Din Syamsuddin, Tabligh Akbar FUI 
Kumpulkan Rp 161 Juta


    
http://www.detiknews.com/read/2009/01/11/130514/1066349/10/dihadiri-din-syamsuddin-tabligh-akbar-fui-kumpulkan-rp-161-juta

    Solidaritas untuk Palestina
    Dihadiri Din Syamsuddin, Tabligh Akbar FUI Kumpulkan Rp 161 Juta 
    Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews

    Foto: M Nurrabdurrahman/detikcom 
     
    Makassar - Ribuan jamaah muslim memadati tabligh akbar "Untukmu 
Palestinaku" yang digelar Forum Umat Islam (FUI) Sulawesi Selatan, di Masjid 
Raya Makassar (11/1).

    Selain mengutuk serangan Israel yang mengakibatkan lebih dari 800 warga 
Palestina, dalam tabligh akbar ini panitia juga membuka bursa lelang barang 
sumbangan jamaah yang hasilnya akan dikirim langsung ke Palestina. Dalam aksi 
penggalangan dana tersebut panitia berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp 161 
juta.

    Menurut salah satu koordinator aksi FUI Sulsel, Ustadz Rahmat Abdurrahman, 
tidak ada jalan lain bagi umat Islam selain melakukan jihad fisabilillah. 
"Menyumbangkan harta benda kepada warga Palestina adalah salah satu bentuk 
jihad fisabilillah." tutur Ustadz Rahmat.

    Tabligh Akbar ini juga sempat menghadirkan Ketua PP Muhammadiyah, Din 
Syamsuddin, selama kurang dari setengah jam. Dalam pidatonya, Din berharap pada 
Barack Obama agar mengambil sikap dan peduli pada penderitaan rakyat Palestina 
yang diserang Israel. "Seharusnya PBB memberi sanksi pada Israel sebagai 
penjahat perang," ungkap Din yang disahuti takbir dari jamaah.

    Ustadz Rahmat juga membacakan beberapa poin pernyataan sikap FUI Sulsel, 
yakni meminta pemimpin-pemimpin negara Islam agar mengirim pasukan militer 
untuk membebaskan penderitaan rakyat Palestina. FUI Sulsel juga berharap Dewan 
HAM PBB di Den Haag agar menuntut Israel sebagai penjahat kemanusiaan.

    Tabligh akbar ini juga berhasil mendeklarasikan Komite Umat (Komat) untuk 
Palestina. Para deklarator dari perwakilan ormas Islam di Sulsel berharap KOMAT 
Palestina bisa menyalurkan bantuan ke Palestina secara cepat, tepat dan 
profesional sesuai syariah.


    (mna/iy)







   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke