Quote:
http://lists.topica.com/lists/[email protected]/read/message.html?mid=813357752&sort=d&start=36226
Asia Pulp and Paper (APP) which, in turn is a subsidiary of the Indonesian 
company Sinar Mas. PT Arara Abadi/APP used the police and hired paramilitaries 
in order to evict villagers with pure force.
http://en.wikipedia.org/wiki/Asia_Pulp_&_Paper
Asia Pulp & Paper, based in Singapore, is one of the largest pulp and paper 
companies in the world.

Mungkin pemerintah Indonesia tidak dapat berbuat apa2 karena ini instruksi dari 
Singapore.
Apa boleh buat, negara perlu dana, dana datang dari devisa, devisa datang kalau 
ada export, export pulp perlu kayu, kayu perlu hutan, hutan ternyata ada 
penghuninya, dan penghuninya terpaksa minggir.

Salam

________________________________
From: ! C.A. Hidayat <[email protected]>
Sent: Thursday, December 25, 2008 7:11:24 PM
Betul, penggunaan Bom Napalm ini sangat menyedihkan, seperti penjajah saja.
Berikut adalah press release dari Walhi dan Watch Indonesia !
Regards,
C.A. Hidayat-Pekanbaru

--- On Thu, 12/25/08, Marianne Klute <............ ......... ....@....... 
.......de>wrote:
From: Marianne Klute <............ .....@... ......... ..de>
Date: Thursday, December 25, 2008, 6:52 AM
Press releases by Watch Indonesia! and WALHI (Friends of the Earth 
Indonesia)
Aerial bombardment of peasants in Sumatran village
Berlin, 23rd December 2008:

--- On Wed, 12/24/08, yustamb <yust...@yahoo. com> wrote:
From: yustamb <yust...@yahoo. com>
Date: Wednesday, December 24, 2008, 5:15 AM
***  Sial, ternyata penguasa kita lebih kejam dari Israel, sangat menjijikkan, 
negara yang menjunjung tinggi panca sila, ternyata menginjak-injak kemanusiaan 
itu sendiri . . .
salam,

Kirim email ke