Ada rencana pemerintah untuk meneruskan proyek Banjir Kanal Timur yang nilainya mencapai Rp 17 trilyun lebih. Padahal harusnya pemerintah menempuh cara yang lebih efektif dan efisien seperti normalisasi kali yang ada di Jakarta hingga lebih lebar dan lebih dalam hingga mampu menampung air hujan.
Berikut tulisan dan gambar analisa dari saya yang dimuat di: http://infoindonesia.wordpress.com/2007/11/08/banjir-di-jaka…-dan-solusinyabanjir-di-jakarta-penyebab-dan-solusinya Berulangkali banjir melanda Jakarta. Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso berdalih itu karena 40% wilayah Jakarta berada di bawah permukaan laut. Artinya karena rendah, maka air laut masuk dan menggenangi wilayah tersebut. Tapi dari Peta Banjir Jakarta yang dimuat di Tempo, hal itu tidak benar. Struktur tanah di Jakarta makin ke selatan (ke arah Bogor) permukaan tanah makin tinggi. Makin ke utara (ke arah laut) makin rendah. Buktinya dalam air kali Ciliwung mengalir ke laut (ke bawah). Harusnya wilayah Tanjung Priok yang berbatasan pantai yang terendam paling parah. More...Kenyataannya justru banjir di Tanjung Priok hanya 30-60 cm. Sementara di Jatinegara yang permukaan tanahnya lebih tinggi dari Tanjung Priok banjir justru mencapai 300 cm. Banjir di wilayah Jatinegara dan Cawang terjadi karena pintu air Manggarai yang mengalir ke jalan Sudirman dan Istana ditutup sehingga jadi semacam bendungan. Air yang tertahan bendungan inilah yang membanjiri Jatinegara dan Cawang. Karena itu begitu pintu air dibuka dan jalan Sudirman dan Istana terendam air, dalam 1 hari banjir di Jatinegara dan Cawang surut. Padahal jika tidak dibuka banjir tetap bertahan hingga 2 minggu. Bukti lain, pada Banjir November 2007 di Kampung Melayu, ternyata ketika saya melewati jembatan yang melintasi kali Ciliwung di Jalan Pangeran Diponegoro airnya dangkal sehingga sebagian dasarnya menyembul terlihat. Ini bukti bahwa air tertahan (entah sengaja/tidak) di Pintu Air Manggarai. Oleh karena itu guna mencegah banjir, khususnya dari luberan kali Ciliwung di daerah Kalibata, Cawang, dan Kampung Melayu hendaknya pemerintah memperhatikan pengaturan pintu air di Manggarai. Usahakan agar air banjir mengalir terus ke laut. Tidak ditahan oleh petugas pintu air di situ. Usaha lain adalah dengan memperdalam kali Ciliwung dengan memakai kapal keruk mulai dari muaranya di Jakarta Utara untuk secara perlahan masuk ke wilayah hulu. Dengan cara ini maka daya tampung kali Ciliwung bisa bertambah dan luas luberan/banjir bisa dikurangi. Cara ini jauh lebih murah ketimbang Mega Proyek Banjir Kanal Timur dan Barat yang bisa menelan biaya belasan trilyun rupiah. Selain itu dengan kali Ciliwung yang lebih lebar dan lebih dalam (lebar 23 meter dan dalam 7 meter) maka Kali Ciliwung bisa jadi "jalan baru" bagi transportasi warga Jakarta. Ini bisa mengurangi kemacetan di Jakarta tanpa harus mengeluarkan uang trilyunan lagi untuk proyek Monorail. Kedepan juga perlu diperhatikan untuk memperluas daerah resapan air. Bukan hanya membuat sumur resapan atau mengganti halaman semen dengan paving block, tapi juga mempertimbangkan penggunaan rumah panggung di wilayah ibu kota. Ketika kecil di Kalimantan Selatan, saya biasa tinggal di rumah panggung. Di bawah rumah ada lumpur. Jika kita lempar pancing ke bawah rumah, kita bisa mendapat ikan. Rumah panggung seperti ini bisa memperluas daerah resapan air. Saya lihat di wilayah Jakarta Selatan ada juga rumah besar yang memakai sistem rumah panggung di mana ikan-ikan bisa hidup di bawahnya. Ada yang mengusulkan agar Pemda DKI mengambil-alih situ/danau yang tersisa seperti yang ada di daerah Cibubur dan sekitarnya sehingga bisa diperdalam dan diperluas. Danau ini bisa jadi tempat peternakan ikan, pemancingan, wisata perahu dayung dan memancing, serta restoran ikan dengan sistem rumah panggung. Ada bagusnya jika di beberapa tempat seperti Depok atau daerah langganan banjir yang terparah seperti Kampung Pulo dibuat bendungan yang besar untuk menampung air sekaligus pembangkit tenaga listrik sehingga bukan hanya mencegah banjir, tapi juga memberi energi listrik bertenaga air. Tentu pemerintah harus menyediakan rumah susun (misalnya Rusun Cawang) dan GANTI UNTUNG yang layak bagi penduduk yang digusur. Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter) Tempo, Jum'at, 19 Maret 2004 | 16:37 WIB 1. Kecamatan Cengkareng Kel. Rawabadak Kel. Durikosambi Kel. Kapuk Kel. Cengkareng Barat Kel. Kedaung 80 - 200 cm 2. Kecamatan Penjaringan Kel. Kapukmuara Kel. Penjagalan Kel. Kapukmuara Kel. Kamalmuara Kel. Pluit 50 - 200 cm 3. Kecamatan Tanjungpriok Kel. Tanjung Priok Kel. Sungaibambu Kel. Kebonbawang Kel. Warakas Kel. Papango Kel. Sunterjaya 30 - 60 cm 4. Kecamatan Kelapagading Kel. Kelapagading Barat Kel. Kelapagading Timur Kel. Pegangsaan 80 -100 cm 5. Kecamatan Cilincing Kel. Cilincing Kel. Kalibaru Kel. Rorotan Kel. Sukapura Kel. Semper Timur Kel. Semper Barat Kel. Marunda 25 - 175 cm 6. Kecamatan Koja Kel. Tugu Selatan Kel. Tugu Utara Kel. Rawabadak Selatan Kel. Rawabadak Utara Kel. Lagoa Kel. Koja 40 - 100 cm 7. Kecamatan Cakung Kel. Ujungmenteng Kel. Pulogadung Kel. Rawaterate 100 - 150 cm 8. Kecamatan Pademangan Kel. Pademangan Timur Kel. Pademangan Barat Kel. Ancol Jalan Budi 15 - 30 cm 9. Kecamatan Tambora Kel. Duri Utara Kel. Krendang Kel. Jembatanbesi Kel. Jembatanlima 20 - 30cm 10. Kecamatan Kalideres Kel. Semanan Kel. Pegadungan Kel. Tegalalur Kel. Kamal 20 - 100 cm 11. Kecamatan Sawahbesar Kel. Gunungsahari Utara Kel. Manggadua Selatan 30 cm 12. Kecamatan Kemayoran Kel. Serdang 60 cm 13. Kecamatan Pulogadung Kel. Jati Kel. Jatinegara Kaum Kel. Cipinang 70 - 130 cm 14. Kecamatan Senen Kel. Kramat Kel. Kwitang 30 - 120 cm 15. Kecamatan Menteng Kel. Pegangsaan Kel. Kebonsirih Kel. Cikini RW 03 60 - 100 cm 16. Kecamatan Matraman Kel. Kebonmanggis 120 cm 17. Kecamatan Jatinegara Kel. Cipinangbesar Utara Kel. Kampungmelayu Kel. Bidara Cina Kel. Cipinangmuara Kel. Cipinangbesar 75 - 300 cm 18. Kecamatan Durensawit Kel. Pondokbambu Kel. Malakasari Kel. Durensawit 100 - 300 cm 19. Kecamatan Makasar Kel. Kebon Kel. Pinangranti Kel. Halim Kel. Cipinangmelayu Kel. Makasar 100 - 150 cm 20. Kecamatan Cipayung Kel. Lubangbuaya 100 cm 21. Kecamatan Ciracas Kel. Rambutan Kel. Ciracas Kel. Kelapadua Wetan Kel. Cibubur 100 - 300 cm 22. Kecamatan Pasar Rebo Kel. Pekayon Kel. Kampunggedong 100 - 150 cm 23. Kecamatan Kramatjati Kel. Kramatjati Kel. Cawang Kel. Duku Kel. Cililitan 200 - 250 cm 24. Kecamatan Tebet Kel. Bukitduri Kel. Manggarai Kel. Kebonbaru 50 - 80 cm 25. Kecamatan Pancoran Kel. Rajawali 100 cm 26. Kecamatan Mampangprapatan Kel. Pelamampang Kel. Tegalparang Kel. Mampang Prapatan Kel. Kuningan Barat 40 - 100 cm 27 Kecamatan Cilandak Kel. Pondoklabu Kel. Cipete Selatan Kel. Lebakbulus Kel. Cilandak Barat 30 - 60 cm 28. Kecamatan Pesanggrahan Kel. Petukangan Utara Kel. Petukangan Selatan Kel. Ulujami 50 - 100 cm 29. Kecamatan Kebayoran Baru Kel. Cipete Utara Kel. Petogogan Kel. Rawabarat Kel. Gunung 20 - 120 cm 30. Kecamatan Kebayoran Lama Kel. Pondokpinang Kel. Cipulir 70 - 170 cm 31. Kecamatan Kembangan Kel. Meruya Utara Kel. Meruya Selatan Kel. Joglo Kel. Kembangan Utara (15 KK mengungsi) 20 - 100 cm 32. Kecamatan Palmerah Kel. Jatipulo Kel. Kotabambu Utara Kel. Kemanggisan Kel. Kotabambu Selatan 20 - 60 cm 33. Kecamatan Tanahabang Kel. Petamburan Kel. Benhil Kel. Karet-tengsin 120 - 200 cm 34. Kecamatan Kebonjeruk Kel. Kelapadua Kel. Kedoya Utara Kel. Kebonjeruk Kel. Kedoya Selatan Kel. Duri Utara Kel. Duri Kepa 30 - 150 cm 35. Kecamatan Grogol Petamburan Kel. Tanjungduren Utara Kel. Jelambar Kel. Tomang Kel. Jelambar Baru 20 - 100 cm http://www.tempointeraktif.com/hg/narasi/2004/03/19/nrs,20040319-05,id.html === Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.600 Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti: UNREG SI kirim ke 3252. hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3 http://downloads.yahoo.com/id/firefox/

