http://www.antara.co.id/arc/2009/1/17/jalur-gaza-24-jam-terakhir/


Jalur Gaza 24 Jam Terakhir


Kota Gaza (ANTARA News/AFP) - Berikut peristiwa-peristiwa penting yang terjadi 
dalam 24 jam terakhir dalam perang Israel melawan Hamas di Jalur Gaza.

- Hamas mengusulkan gencatan senjata selama setahun dengan Israel dengan syarat 
penarikan mundur tentara Israel dari Gaza dan diakhirnya blokade ke kantong 
Palestina itu.

- Tentara Israel mengunci Tepi Barat (kantong Palestina lainnya di sebelah 
timur Israel yang berbatasan dengan Yordania) selama 48 jam setelah Hamas 
menyerukan "hari kemarahan" terhadap ofensif Gaza.  Tentara Israel membunuh 
seorang demonstran Palestina setelah pecah bentrokan dalam demonstrasi di kota 
Hebron, Tepi Barat.

- Lagi, 55 warga Palestina dibunuh di Jalur Gaza, termasuk sepuluh orang tewas 
korban tembakan tank Israel yang merangsek masuk ke rumah-rumah warga selama 
acara pemakaman, demikian para petugas kesehatan Palestina.

- Para pejuang Palestina di Gaza meneruskan serangannya ke selatan Israel, 
dengan setidaknya 15 serangan roket dan mortir.

- Sejak Israel menggelar Operation Cast Lead pada 27 Desember, setidanya 1.188 
warga Palestina terbunuh dan 5.285 lainnya terluka.  Sekitar 600 korban 
meninggal adalah warga sipil termasuk 355 anak-anak.
 
Di pihak Israel, 10 serdadu mati dan tiga warga sipil terbunuh oleh baik 
pertempuran maupun serangan roket.

- Sekjen PBB Ban Ki-moon mengungkapkan gencatan senjata untuk mengakhiri perang 
di Jalur Gaza "semakin dekat."

- Satu delegasi Hamas kembali ke Kairo untuk putaran kedua pembicaraan mengenai 
gencatan senjata.

- Pemimpin Hamas di pengasingang, Khaled Meshaal, berpidati di pertemuan Arab 
di Doha bahwa Hamas tidak akan menerima usulan gencatan senjata manapun yang 
tidak mensyaratkan penarikan mundur seluruh pasukan Israel dan pembukaan 
perbatasan-perbatasan Gaza, termasuk pintu penyeberangan Rafah dengan Mesir.

- Para pemimpin Arab dan negara muslim di Pertemuan Doha menuduh Israel 
melakukan kejahatan perang dan genosida di Gaza.

- Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice dan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi 
Livni menandatangani kesepakatan di Washington yang menjamin penghentian 
penyelundupan senjata ke Gaza sebagai bagian dari upaya menciptakan gencatan 
senjata.

- Seorang pejabat senior pemerintah Israel mengatakan kabinet keamanan Israel 
akan menyelenggarakan pemungutan suara bagi dukungan proposal gencatan senjata 
sepihak Israel di Jalur Gaza, Sabtu.

- Majelis Umum PBBB bulat menyepakati tuntutan dicapainya gencatan senjata 
segera dan berjangka waktu lama di Jalur Gaza yang mesti didahului oleh 
penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah itu.  (*)




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke