Segitunya histerinya "Anjing-anjing Hamas" Indonesia
sama penderitaan orang Palestina
Salahnya sendiri milih pimpinan kok para teroris
yang hobinya ngelempar-nlempar roket ke daerah sipil
giliran dibalas operasi militer maraung-raung
minta belas kasihan dunia
Dasar ANJING HAMAS!!!


On 1/20/09, si pitung <[email protected]> wrote:
> heran ya..di milist intelek bgini, msh ada ajah 'anjing2' yahudi yg 
> membandingkan kebiadaban zionis yg tiada taranya dg 'tragedi' monas :)
>
>
>
>
>  "Anjing-Anjing Yahudi Dikerahkan"
>  Oleh: Adian Husaini
>
>
>  Mungkin kita
>  memang sudah kehabisan kata-kata untuk melukiskan kebiadaban kaum
>  Yahudi Israel. Hari demi hari, mereka bukan menghentikan invasi dan
>  kebiadabannya di Jalur Gaza, tetapi bahkan semakin bertambah brutal.
>  Kaum Yahudi itu tidak peduli bahwa yang menjadi korban serangan mereka
>  adalah ribuan wanita dan anak-anak. Raungan dan jerit tangis anak-anak
>  Palestina yang tercabik-cabik tubuhnya oleh peluru dan rudal Israel tak
>  meluluhkan hati kaum Zionis ini untuk menghentikan kebiadabannya.
>  Bahkan, apa yang kemudian terjadi sungguh di luar bayangan manusia.   Kaum
>  Zionis itu bukan hanya membunuhi anak-anak, tetapi juga melepaskan
>  anjing-anjing mereka untuk melahap tubuh jenazah anak-anak Palestina.
>  Mengutip berita di situs Islamonline.com,  (16/1/2009), masih memampang 
> sebuah berita yang menceritakan ketakjuban Dokter Kayed Abu Aukal menyaksikan 
> kondisi tubuh seorang anak Palestina berumur 4 tahun.
>  Diceritkan,
>  bahwa Shahd, anak itu,  terkena bom Zionis-Yahudi ketika sedang bermain
>  di belakang rumahnya di kamp pengungsi Jabalita. Orang tua Shahd yang
>  mencoba mengambil jenazah anaknya, justru ditembaki tentara Zionis.
>  Selama lima hari jasad Shahd tidak terurus dan tergelak di tanah.
>  Akhirnya, tentara-tentara Zionis melepaskan beberapa ekor anjing yang
>  langsung mengoyak jasad Shahd yang sudah tak bernyawa.
>  "Kami
>  sudah melihat pemandangan yang sangat memilukan selama 18 hari ini.
>  Kami mengambil tubuh anak-anak yang terbakar atau terpisah-pisah, tapi
>  kami belum pernah melihat hal yang seperti ini," kata dr. Aukal.
>  Melihat
>  jenazah adik perempuannya yang masih balita menjadi santapan
>  anjing-anjing tentara Israel, saudara laki-laki Shahd bernama Matar dan
>  sepupunya bernama Muhammad, nekad mendekati jenazah Shahd, tapi
>  keduanya juga ditembaki tentara-tentara Zionis hingga gugur syahid.
>  Tetangga keluarga Shahd, Omran Zayda mengungkapkan, tentara-tentara Zionis 
> Israel itu sengaja melakukan kekejaman itu.
>  "Mereka
>  (pasukan Zionis) mencegah keluarga Shahd yang ingin mengambil
>  jenazahnya, dan mereka tahu anjing-anjing itu akan memakan jenazah
>  Shahd," ujar Zayda.
>  "Tentara-tentara
>  Israel itu bukan hanya membunuh anak-anak kami, mereka juga dengan
>  sengaja melakukan cara-cara yang kejam dan tidak berperikemanusiaan.
>  Kalian tidak akan pernah bisa membayangkan apa yang dilakukan
>  anjing-anjing itu terhadap tubuh Shahd," tukas Zayda sambil menahan
>  cucuran air matanya.
>  Sejumlah
>  warga Palestina mengungkapkan, banyak warga mereka yang mengalami hal
>  yang sama dengan Shahd. Di Jabaliya, tentara-tentara Israel menembaki
>  keluarga Abd Rabu yang sedang memakamkan anggota keluarga yang menjadi
>  korban serangan Israel. Tembakan membuat orang-orang yang ingin
>  memakamkan berlarian mencari perlindungan
>  Bukan
>  cuma menembaki, tentara-tentara Zionis kemudian melepaskan beberapa
>  ekor anjing ke arah jenazah-jenazah yang belum sempat dimakamkan. "Apa
>  yang terjadi kemudian sangat mengerikan dan tidak bisa dibayangkan,"
>  kata Saad Abd Rabu.
>  "Anak-anak
>  lelaki kami meninggal di depan mata kami dan kami dihalang-halangi
>  untuk menguburkan jenazahnya. Lalu tentara-tentara Israel itu
>  melepaskan beberapa ekor anjing ke dekat jenazah itu, seakan-akan
>  kekejaman yang sudah mereka lakukan pada kami belum cukup," tutur Abd
>  Rabu tak kuasa menahan tangisnya.
>  Begitulah
>  cerita tentang kebiadaban Zionis-Israel. Tentu saja kebiadaban semacam
>  ini sudah tersiar ke seluruh penjuru dunia. PBB sudah mengecam
>  kebiadaban Israel. Umat manusia yang waras dan masih mempunyai hati
>  nurani pun pasti tersengat hatinya menyaksikan kebiadaban Israel, yang
>  tiap hari membantai penduduk Gaza. Dalih Israel  bahwa serangannya
>  untuk mempertahankan diri tidak dapat diterima akal sehat. Dewan HAM
>  PBB memutuskan bahwa Israel telah melakukan pelanggaran HAM massal
>  terhadap warga Palestina.
>  Presiden
>  Majelis Umum PBB, Miguel d'Escoto Brockmann, di Markas PBB (14/1/2009)
>  menyatakan, PBB bertanggung jawab terhadap kejadian di Timur Tengah.
>  Karena PBB-lah (melalui resolusi 181 tahun 1947) yang memberi jalan
>  terbentuknya negara Israel, dengan mengusir penduduk Palestina.
>  "Warga
>  Palestina telah diperlakukan tidak manusiawi beberapa dekade terakhir,
>  dan [agresi Israel] akan membuatnya menjadi lebih buruk," ujarnya.
>  Dunia sebenarnya sudah lama tahu tabiat kaum Zionis ini. Seperti biasa,
>  Israel tidak mempedulikan semua bentuk kecaman, seruan, kutukan, atau
>  resolusi PBB. Bahkan, PM Israel Ehut Olmert berkata dengan  ketus pada
>  PBB, "Pikirkan urusanmu sendiri." (Republika, 15/1/2009).
>  Sejak
>  merampas tanah Palestina dan mendirikan negara Yahudi, 14 Mei 1948,
>  kaum Zionis Israel ini tak henti-hentinya menebar teror dan kekejaman.
>  Pada 10 November 1975, Majelis Umum PBB mengeluarkan Resolusi 3379
>  (xxx) yang menyatakan: "Zionisme adalah sebentuk rasisme dan
>  diskriminasi rasial."  Tahun 1955, Indonesia memelopori Konferensi
>  Asia-Afrika, yang salah satu jiwa pokoknya jiwa anti-Zionisme. Mantan 
> MenluRI, Roeslan Abdulgani, menulis, dalam konferensi tersebut Zionisme 
> dikatakan sebagai "the last chapter in the book of old colonialism, and the 
> one of the blackest and darkest chapter in human history".  Menurut Roeslan, 
> "Zionisme boleh dikatakan sebagai kolonialisme yang paling jahat dalam jaman 
> modern sekarang ini."
>  Dr. Israel Shahak, cendekiawan Yahudi, dalam bukunya, Jewish History, Jewish 
> Religion (1994) menulis: "In my view, Israelas a Jewish state constitutes a 
> danger not only to itself and its
>  inhabitants, but to all Jew and to all other peoples and states in the 
> Middle Eastand beyond."  Jadi, menurut Shahak, keberadaan negara Israelyang 
> sangat rasialis memang merupakan ancaman bagi perdamaian dunia.
>
>  Siapa "Teroris" Siapa 'Militan'?
>  Apa yang dilakukan Zionis Yahudi saat ini di Gazatampaknya merupakan 
> realisasi dari politik pasca Perang Dingin yang
>  dirancang oleh kelompok tertentu untuk memburu kaum militan Islam.
>  Samuel P. Huntington, dalam bukunya Who Are We (2004) sudah menulis: "The 
> rhetoric of America's ideological war with militant communism has been 
> transferred to its religious and cultural war with militant Islam."
>  Jadi, menurut Huntington, pasca 11  September 2001, AS telah memutuskan 
> untuk melakukan perang budaya dan perang agama dengan Islam "militan". Nah,
>  karena Hamas dikategorikan sebagai Islam "militan", maka mereka harus
>  ditumpas.  Juga, siapa pun yang melindungi Hamas dan bersama Hamas,
>  seperti wanita dan anak-anak  Palestina, seolah juga halal dibunuh.
>  Jika perlu jenazah anak-anak itu dijadikan umpan bagi anjing-anjing
>  Yahudi-Israel. Inilah yang juga terjadi di Afghanistan.
>  Taliban,
>  dengan alasan termasuk kategori 'militan' maka harus dibasmi dari muka
>  bumi. Anehnya, masih ada saja media massa yang juga mengumbar sebutan
>  'militan' untuk Hamas dan tidak menggunakannya untuk Ehud Olmert dan
>  George W. Bush yang jelas-jelas bertanggung jawab atas pembunuhan
>  massal warga Afhgansiatan dan Palestina.
>  Perburuan
>  terhadap Hamas pun sudah berlangsung lama. Karena tidak berhasil
>  melumpuhkan Hamas, maka Israel dengan dukungan AS makin kalap saja.
>  Apalagi setelah Bush mendapat hadiah lemparan sepatu dari wartawan
>  Irak, al-Zaidi. Pada 22 Maret 2005,  Syekh Ahmad Yassin, pemimpin
>  Hamas, tewas dirudal oleh helikopter Israel. Hanya untuk membunuh
>  seorang kakek yang lumpuh sekujur tubuhnya, Israel harus menggunakan
>  senjata pemusnah massal semacam itu. Sebulan kemudian, Sabtu, 17 April
>  2005, giliran Abdul Azis Rantisi, pemimpin Hamas juga  dihabisi Israel
>  dengan cara serupa.
>  Pasca
>  terbunuhnya Syekh Ahmad Yassin, Menteri Pertahanan Israel Saul Mofaz
>  berkata: "Akan kami bunuh semua pemimpin Hamas Palestina". Mofaz tidak
>  menggubris seluruh protes terhadap aksi biadab Israel.  Menurutnya,
>  jika ada reaksi terhadap itu, maka itu hanya bersifat sementara dan
>  akan segera dilupakan. Ketika itu, Gedung Putih pun hanya menyesalkan
>  terbunuhnya Syekh Yassin. "We are deeply troubled by this morning's actions 
> in Gaza,"
>  kata Condoleeza Rice, yang waktu itu masih menjabat penasehat keamanan
>  Gedung Putih.  Namun, ia juga menekankan, bahwa Hamas adalah teroris
>  dunia dan Yassin adalah pemimpinnya. Katanya: "Let's remember that Hamas is 
> a terrorist organization and that Sheikh Yassin himself has been heavily 
> involved in terrorism."
>  SikapASyang terus menjadi bodyguard dan cukong Israelsemacam inilah yang 
> telah memicu kenekadan pemimpin Israeluntuk terus membunuh para pemimpin 
> Hamas dan membunuhi penduduk Israel. Pasca terbunuhnya Rantisi, Israeljuga 
> menyatakan, bahwa mereka telah membunuh seorang "mastermind of terrorism", 
> dan terus menyatakan akan terus membunuh pemimpin militan Palestina.          
>    "Israel... today struck a mastermind of terrorism, with blood on his 
> hands,"kata Juru Bicara Kementeian Luar Negeri Israel, Jonathan Peled. "Jika 
> otoritas Palestina tidak memberangus terorisme, maka Israelakan melanjutkan 
> tindakan itu sendiri," sambungnya.
>  Siapa yang "teroris" sebenarnya? Hamas adalah pemenang sah pemilu di Gaza. 
> Tapi, AStidak mau mengakuinya. Hamas berjuang karena negaranya dijajah dan
>  dirampas. Hanya karena meluncurkan roket-roket yang mencedarai beberapa
>  gelintir warga Yahudi, maka Hamas dicap sebagai "teroris". Sementara
>  tentara AS dan Israelyang telah membantai ribuan warga sipil Afghanistandan 
> Palestina diberi kedudukan terhormat sebagai "pemberantas" teroris.
>  Karena mereka kuasa, dunia pun tidak berdaya. Bahkan, negara-negara
>  Islam yang bergelimang kekayaan pun tak berdaya. Pemimpin-pemimpin Arab
>  terus sibuk menggelar rapat dan merumuskan "Resolusi", sementara di
>  depan mata mereka warga Palestina dijadikan santapan peluru dan anjing
>  Yahudi.
>
>  Logika Kekuatan!
>  Jika
>  para pemimpin dunia Islam masih percaya pada "logika kertas", maka
>  Yahudi justru hanya percaya kepada logika kekuatan. Pada 29 April 2003,
>  saat peringatan Holocaust, Ariel Sharon berpidato: "The murder of six 
> million Jews has demonstrated that the Jewish people can only achieve 
> security through strength." Dengan mengenakan peci khas Yahudi (kipa) 
> Sharonmenegaskan, bahwa hanya kekuatan (strength)
>  yang dapat menyelamatkan bangsa Yahudi. Karena itu, ia tidak terlalu
>  percaya pada penggunaan cara-cara yang dinilainya menunjukkan
>  kelemahan, seperti diplomasi, perundingan, dan sejenisnya.
>  Logika
>  kekuatan ini memang banyak dianut oleh para tokoh Zionis. Salah
>  satunya, Vladimir Jabotinsky. Gideon Shimony, penulis buku The Zionist 
> Ideology (1995)  menyebut Jabotinsky seorang Zioinis yang brilian, orator 
> ulung,
>  yang tumbuh di komunitas Yahudi Rusia. Teori-teorinya banyak
>  diaplikasikan dalam gerakan Zionisme, terutama dalam penggunaan
>  kekuatan dan segala cara yang memungkinkan untuk mewujudkan impian
>  Zionis, termasuk penggunaan kekerasan. Ralph Schoenman, dalam bukunya The 
> Hidden Agenda of Zionism,
>  juga banyak mengungkap pemikiran Jabotinsky dalam mewujudkan impian
>  Zionis.  Bahkan, kaum Zionis tidak tabu untuk bekerjasama dengan Nazi
>  Jerman, kaum pembantai Yahudi sendiri. Fakta-fakta kerjasama Nazi
>  Jerman dengan gerakan Zionis untuk menggiring orang Yahudi ke Palestina
>  juga diungkap sejawaran Inggris, Faris Glubb, melalui bukunya,  Zionist 
> Relations with Nazi Germany (1979).
>  Sebagian
>  Zionis juga bisa mencari legitimasi penggunaan kekerasan pada sejarah
>  nenek moyang mereka sebagaimana tertulis dalam Bibel: "Bersoraklah, sebab 
> Tuhan telah menyerahkan kotaini kepadamu. Dan kotaitu dengan segala isinya 
> akan dikhususkan bagi Tuhan untuk
>  dimusnahkan." (Yosua, 6:16-17). Hanya seorang pelacur dan seisi
>  rumahnya yang diselamatkan. (Yosua 6:17). "Mereka menumpas dengan mata
>  pedang segala sesuatu yang dalam kota itu, baik laki-laki maupun
>  perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, kuda, dan
>  keledai." (Yosua, 6:21).
>  Melihat track record
>  perilaku kaum Zionis selama ini, sebenarnya, pembantaian ribuan warga
>  Palestina di Gaza saat ini memang tidak aneh. Dalam sejarah,
>  Zionis-Yahudi memang dikenal haus darah. Mereka belum puas mencaplok
>  wilayah Palestina, membunuh dan mengusir jutaan penduduknya. Kini, kaum
>  Zionis mengerahkan anjing-anjing buas untuk memakan jenazah anak-anak
>  Palestina!
>  Kata-kata apalagi yang bisa kita gunakan untuk melukiskan kebiadaban Zionis 
> Yahudi ini?  Manusia yang masih memiliki hati nurani pasti akan tersentuh 
> dengan kebiadaban tersebut.
>  Karena
>  itu, kita benar-benar terbelalak dan sangat terheran-heran, di
>  Indonesia ini, ada beberapa gelintir manusia yang masih menaruh simpati
>  kepada Israel dan terus mencerca Hamas. Bisa dimaklumi jika
>  ungkapan-ungkapan simpati kepada Israel itu datangnya dari Presiden
>  Goerge W. Bush yang memang sama saja dengan kaum Zionis. Sebagai bagian
>  dari Kristen fundamentalis AS, Bush sepertinya percaya bahwa tanah
>  Palestina memang hak mutlak bangsa Yahudi. Bangsa lain dilarang tinggal
>  di situ. Dalam Kitab Kejadian12:3:  "Aku
>  akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk
>  orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi
>  akan mendapat berkat."
>  Esther Kaplan, dalam bukunya, With God on Their Side, (2004) memaparkan 
> banyak contoh bagaimana kaum Kristen fundamentalis (disebutnya "The Zionist 
> Christians")
>  sangat mendukung aksi pendudukan Israel atas Pelestina. Jerry Falwell,
>  tokoh Kristen fundamentalis AS, misalnya, tahun 1980 menulis buku "Listen 
> America!"
>  yang menjelaskan keharusan kaum Yahudi kembali ke tanah mereka, sebagai
>  salah satu pertanda kedatangan Kristus yang kedua.  Karena itu,  kaum
>  fundamentalis AS memberikan dukungan yang sangat kuat bagi pendudukan
>  Israel atas Palestina. Tahun 2002, saat Presiden Bush menyerukan
>  penarikan tank-tank Israel dari Tepi Barat, Falwell menghimpun 100.000 email 
> untuk memprotes ucapan Presiden Bush.
>  Sejak awal, gerakan Zionis memang sudah menggunakan klaim-klaim keagamaan 
> Yahudi untuk merampas wilayah Palestina. Aksi
>  ini kemudian dilegitimasi oleh PBB melalui Resolusi Majelis Umum PBB
>  No. 181 tahun 1947.  Hingga kini, klaim keagamaan itu tetap digunakan
>  oleh kaum Yahudi dan kaum Kristen untuk menduduki wilayah Palestina.
>   Dalam Kitab Talmud disebutkan:
>  "Orang-orang
>  asing (bukan Yahudi) tak lebih dari seekor anjing, sedangkan Hari
>  Lebaran bangsa Yahudi tidak diperuntukkan bagi orang asing atau anjing.
>  Bagi bangsa Yahudi diperkenankan memberi makan pada anjing, tetapi
>  dilarang memberikan makanan daging kepada orang asing. Bahkan lebih
>  baik memberi makan anjing, karena anjing lebih utama dari para goyim.
>  (non-Yahudi. Pen)"(Lihat, buku Talmud dan Ambisi Yahudi, karya Zhafrul Islam 
> Khan (judul asli: Talmud Tariikhuhu wa Ta'alimuhu, diterjemahkan oleh 
> Musthafa Mahdamy, 1985).
>
>  Adakah logika Talmud ini yang dipakai oleh serdadu-serdadu Yahudi dalam
>  melepaskan anjing-anjing mereka untuk mengoyak-koyak tubuh bocah-bocah
>  Palestina yang tidak berdaya?. Wallahu A'lam. [Depok, 19 Muharram 1430 H/16 
> Januari 2009/www.hidayatullah.com ]
>
>
>
>
>
>  [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>  ------------------------------------
>
>  ***************************************************************************
>  Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>  ***************************************************************************
>  __________________________________________________________________________
>  Mohon Perhatian:
>
>  1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
>  2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
>  3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
>  4. Satu email perhari: [email protected]
>  5. No-email/web only: [email protected]
>  6. kembali menerima email: [email protected]
>  Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

Kirim email ke