mau obama keq, oma irama keq, ga ngaruh, siapapun presidennya, amerika tetep
amerika. Mereka pasti akan slalu berslingkuh dg israel, lha obama jg kampanye
dibiayain orang yahudi di amrik sono.
makanye ane heran ngeliat atensi orang indonesia thd obama, cuman gara2
nongkrong di menteng bbrp tahun aje, koq dibelain, yah klo mentalitas bangsa
ini msh spt ini ya ga maju2, bangga bgt ada presiden negara laen yg masa
kecilnya prnh tinggal di negara kita, apa yg musti
dibanggain??????????????????????????????????????????????????
apa orang amerika jg bakalan BANGGA klo ada presiden indonesia yg masa kecilnye
prnh tinggal di amrik??????????????????????????
Rabbi Yahudi: Barrack Obama Disumpah, Tapi Standard Ganda Tetap Diterapkan
Hidayatullah.comSeorang Rabbi Yahudi ,Marvin Hier, menulis di media massa
Amerika, the Wall Street Journal,(8 Januadi 2009). Dalam tulisan bertajuk, The
Jews Face a Double Standard
(Yahudi Menghadadi Doble Standar) mengatakan, meski kepemimpinan
Amerika akan segera berganti, dirinya yakin, kebijakan terhadap negara
Israel tidaklah berubah.
Dalam tulisannya, Marvin Hier banyak membela Israel dan mengajak membenci
Hamas.
Gencarnya
gelombang protes di seluruh dunia atas penyerangan Israel ke Gaza penuh
dengan nuansa kebencian sehingga menimbulkan ketakutan tersendiri dalam
diri saya bahwa
sesungguhnya semua protes ini tidak begitu ada kaitannya dengan reaksi
Israel yang dianggap tidak proporsional atas roket-roket Hamas ataupun
jatuhnya korban dari kalangan warga sipil.
Banyak
orang bertanya mengapa korban dari pihak Israel cuma sedikit
dibandingkan dengan korban mati dari pihak Palestina. Hal itu
dikarenakan Israel selalu mendahulukan keamanan dan keselamatan warga
negaranya sehingga ada banyak tempat perlindungan dan system peringatan
di kota-kota Israel. Jika Hamas dapat menggali terowongan, seharusnya
mereka juga dapat membangun tempat perlindungan. Namun yang terjadi
adalah sebaliknya karena Hamas lebih memilih untuk memanfaatkan wanita
dan anak-anak sementara para pemimpinnya malah bersembunyi, ujar Hier
membela diri.
Lalu
tiba-tiba ada tuntutan untuk gencatan senjata. Permintaan ini dengan
enaknya dijadikan sebagai resep untuk mengatasi semua kemelut ini.
Hamas akan menggunakan waktu gencatan senjata dengan mempersenjatai
diri lagi dan menyelundupkan senjata yang lebih mematikan sehingga
untuk selanjutnya Hamas tidak lagi hanya menyerang Sderot dan Ashkelon
namun Tel Aviv dan Yerusalem yang akan dijadikan target, tulisanya.
Sebagai
keturunan Yahudi, Marvin Hier cukup meraskan dampak bahaya baik masa
sekarang dan masa depan akan keberlangsungan Yahudi dan Negara Israel
akibat serangan ini.
Kekhawatiran
saya adalah apabila kemarahan yang kita lihat pada para demonstran yang
berdemo di jalan-jalan itu sesungguhnya jauh lebih besar dan berbahaya
daripada yang terlihat di permukaan saja. Banyak orang di seluruh
dunia, bahkan setelah era Auschwizh, yang tidak bisa menerima bahwa
Negara Yahudi pun juga mempunyai hak yang sama sebagaimana
Negara-negara lain di dunia. Tuntutan para demonstran ini memaksa
Israel untuk menerima resiko yang bahkan hal seperti ini tidak pernah
berani mereka katakan pada Negara lain. Resiko yang mereka tuntutkan
ini mengancam keberlangsungan Negara Israel sendiri karena mereka tidak
ingin Israel tampil sebagai Negara nomor satu, tulisnya.
Gara-gara serangan ini, tulis Hier, banyak institusi, lembaga dan hal-hala
berkaitan dengan Yahudi menjadi sasaran amuk massa.
Lihat
saja betapa banyaknya serangan yang ditujukan kepada kaum Yahudi maupun
institusi Yahudi di seluruh dunia terutama pada minggu-minggu ini.
Sebuah mobil menabrak sinagog di Perancis, Chabad Menorah dan took-toko
milik orang Yahudi diberondong dengan senjata swastika di Swedia,
spanduk demonstrasi di Australia menuntut Hancurkan Zionis terkutuk
dari muka bumi!, para demonstran di Belanda menyanyikan lagu Bunuh
dengan racun para Yahudi; dan di Florida para demonstran menuntut kaum
Yahudi dimasukkan ke dalam perapian agar terbakar!
Mengakhiri artikelnya, Hier yang juga seorang pendiri Simon Wiesenthal Center
and its Museum of Tolerance mengatakan,
Tidak sampai dua minggu lagi, Barrack Obama akan disumpah menjadi
presiden Amerika. Tetapi tidak ada perubahan yang bisa kita percaya
di Timur Tengah, terutama yang berkaitan dengan Israel. Standard ganda
terus diterapkan terhadap Negara Israel yang mana hal ini membuktikan
bahwa ternyata dunia belum juga mengambil pelajaran dari perang dunia
II. [wsj/ria/cha/www.hidayatullah.com]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/