http://www.antara.co.id/arc/2009/1/20/hamas-hanya-kehilangan-48-pejuang-dalam-perang-dengan-israel/

*Hamas Hanya Kehilangan 48 Pejuang dalam Perang dengan Israel*


*Kota Gaza (ANTARA News)* - Sayap bersenjata Hamas menyatakan, Senin, mereka
hanya kehilangan 48 pejuang selama operasi 22 hari Israel di Jalur Gaza dan
berjanji terus berjuang sampai negara Yahudi itu menarik pasukannya dari
wilayah kantung Palestina tersebut.

"Kami mengumumkan kepada rakyat kami kesyahidan 48 pejuang Qassam," kata *Abu
Obeida*, jurubicara Brigade Ezzedine Al-Qassam,  pada jumpa pers yang
disiarkan televisi, seperti dilaporkan AFP.

Israel mengklaim membunuh lebih dari 500 anggota Hamas selama Operation Cast
Lead yang diluncurkannya di Gaza pada 27 Desember dan berakhir Minggu dengan
gencatan senjata sepihak.

Abu Obeida juga mengklaim bahwa Israel kehilangan "sedikitnya 80 prajurit"
dalam pertempuran itu. Negara Yahudi tersebut menyatakan bahwa 10
prajuritnya tewas dalam konflik itu.

Jurubicara sayap bersenjata Hamas itu mengulangi klaim "kemenangan" yang
dideklarasikan para pemimpin Hamas pada Minggu ketika serangan Israel
berhenti, dan ia menggarisbawahi bahwa gencatan senjata Hamas yang diumumkan
secara sepihak hanya akan berlangsung sepekan kecuali jika Israel menarik
pasukan sepenuhnya dari Gaza.

"Kami telah memberi Zionis musuh waktu satu pekan untuk menarik diri dari
Jalur Gaza, dan jika tidak, kami akan melakukan perlawanan," katanya.

Kemampuan gerakan Islamis untuk menembakkan roket ke Israel tidak berkurang,
tambahnya. Salah satu tujuan utama Israel dalam ofensif ke Gaza itu adalah
menghentikan serangan roket Hamas.

"Persenjataan roket kami tidak terpengaruh dan kami terus menembak tanpa
gangguan selama perang," katanya.

Menurut Abu Obeida, selama perang Hamas menembakkan ke Israel 345 roket
Qassam, 213 roket Grad dan 422 mortir.

Upaya-upaya Israel yang didukung para pemimpin AS dan Eropa untuk mencegah
Hamas mempersenjatai diri lagi juga akan gagal, kata Abu Obeida.

Jumlah korban tewas Palestina mencapai sedikitnya 1.300, termasuk lebih dari
400 anak, dan 5.300 orang cedera di Gaza sejak Israel meluncurkan ofensif
terhadap Hamas pada 27 Desember.

Di pihak Israel, hanya tiga warga sipil dan 10 prajurit tewas dalam
pertempuran dan serangan roket.

Selama perang 22 hari itu, sekolah, rumah sakit, bangunan PBB dan ribuan
rumah rusak parah terkena gempuran Israel, dan Pemerintah Palestina
menyatakan bahwa jumlah kerugian prasarana saja mencapai 476 juta dolar.

Penghentian serangan Israel dilakukan setelah negara Yahudi tersebut
memperoleh janji dari Washington dan Kairo untuk membantu mencegah
penyelundupan senjata ke Gaza, hal utama yang dituntut Israel bagi
penghentian perang.

Kekerasan Israel-Hamas meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan
berakhir pada 19 Desember.

Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut
dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran sejak 27 Desember dan
serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman
dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan
pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam
pertempuran mematikan selama beberapa hari.

Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke