http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8628

 *RI SEGERA PERBAHARUI MESIN HERCULES TNI AU
*
*Jakarta* - *Pemerintah Indonesia *segera memperbaharui mesin, suku cadang,
dan komponen kritis pesawat angkut berat *C-130 Hercules TNI Angkatan Udara
(AU)*, untuk meningkatkan rata-rata kesiapan skadron udara angkut berat.

*Sekjen Departemen Pertahanan (Dephan) Letjen TNI Sjafrie
Sjamsoeddin*kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, mengatakan, pihaknya
belum menentukan dari
perusahaan mana mesin, suku cadang, dan komponen kritis pesawat C-130
Hercules itu.

"Kita masih melihat tiga perusahaan yang lulus seleksi dalam pengadaan mesin
dan suku cadang Hercules tersebut, dan mereka akan mempresentasikannya. Kita
akan melihat mana yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan
serta kebijakan kita," katanya di sela-sela rapat Tim Evaluasi Pengadaan
(TEP) Dephan terkait pengadaan mesin dan suku cadang Hercules TNI AU.

Ia menjelaskan, pengadaan perbaikan mesin "propeller" dan suku cadang
Hercules menggunakan fasilitas Kredit Ekspor (KE) 2006 senilai 7,2 juta
dolar AS, mengingat alokasi anggaran dalam negeri tidak mencukupi.

Dari delapan perusahaan, kini tinggal tiga yang terlibat dalam tender
pengadaan dan perbaikan mesin dan suku cadang Hercules TNI AU yakni Aerod
(Malaysia), Standard Aero (Kanada) dan Roll Royce dari Amerika Serikat (AS).

Dalam TEP Dephan tersebut, ketiga perusahaan itu melakukan paparan kesiapan
pelaksanaan kontrak, lanjut Sjafrie.

Dengan pengadaan mesin dan suku cadang tersebut, lanjut dia, tingkat
kesiapan skadron Hercules TNI AU dapat ditingkatkan.

Saat ini, dari 228 pesawat yang dimiliki TNI AU baru 94 pesawat yang
beroperasi optimal dengan rata-rata kesiapan 30 hingga 60 persen.

Pesawat tempur TNI AU dari 75 pesawat hanya 27 yang siap, 51 pesawat angkut
hanya 21 yang siap, dari 53 pesawat latih baru 21 pesawat yang operasional
optimal. Sedangkan untuk helikopter, dari 50 unit yang ada hanya 25 unit
yang berada dalam kondisi optimal.

Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke