http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006121029
*IMAN SEBAGAI LANDASAN HIDUP BENTENG DARI SEGALA KEMUSRIKAN DAN KEMUNAFIKAN*
22 Jan 2009
KODAM II/SWJ (22/1) - Bertempat di Masjid Agung Palembang *Kasdam II/Swj
Brigjen TNI . H. Junianto Haroen*, beserta segenap Prajurit TNI, anggota
POLRI, PNS TNI serta Alim Ulama, tokoh masyarakat se kota Palembang,
melaksanakan manunggal subuh, Kamis (22/1).
Setelah sholat subuh berjamaah Kasdam II/Swj Brigjen TNI . H.
Junianto Haroen membacakan sambutan Pangdam II/Swj Mayor Jenderal TNI
Mochammad Sochib, S.E, M.B.A, dalam sambutannya beliau menyampaikan,
kegiatan ini hendaknya dapat bermanfaat dalam rangka memperkokoh keimanan
dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT serta dapat mempererat tali silaturahmi
antara warga TNI, Polri, Pemerintah Provinsi Sumsel, Tokoh agama, Tokoh
masyarakat dan warga masyarakat, sehingga akan terpelihara kondisi yang
kondusif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara khususnya di
wilayah Sumatera Selatan.
Agama menganjurkan kepada umatnya agar senantiasa berusaha untuk
meningkatkan keimanan dan ketqwaan secara terus menerus sampai akhir
hayatnya, karena "iman seseorang terkadang bisa bertambah dan berkurang,
oleh karenanya harus selalu diperkokoh" (Hadist Riwayat Bukhori), iman
sebagai landasan hidup seseorang merupakan benteng dari segala bentuk
kemusyrikan dan kemunafikan dari iman yang benar akan tumbuh jiwa pengabdian
yang tulus, iman dan taqwa yang benar tidak cukup diucapkan hanya dengan
lisan saja, tetapi harus ada pengakuan dalam hati yang disertai perbuatan
nyata, tambahnya.
Selanjutnya dalam sambutannya Pangdam II/Swj mengatakan, perpaduan
ucapan lisan dan pengakuan hati yang diaktualisasikan melalui amal
perbuatan, merupakan bukti kebenaran iman dn ketaqwaan seseorang sebagaimana
disebutkan dalam firman Allah pada Surat Ash-Shof ayat 2 dan 3 yang artinya
: "Wahai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak
kamu kerjakan, itu sangatlah dibenci di sisi Allah, jika kamu mengatakan
apa-apa yang tidak kamu kerjakan", bagi sesorang mukmin sedikitnya lima
waktu dalam sehari semalam berkomunikasi dengan Sang Maha Pencipta,
sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada-Nya sesuai kalimat yang selalu
diucapkan dalam setiap kali melaksanakan shalat : "Hanya kapada-Mu kami
menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan" (Q.S. Al-Fatihah ayat
5)
Sementara itu Ustadz Drs. H. Raden Hasanudin Hara, dalam taushiahnya
mengatakan, Iman itu tanpa busana yang menjadi pakaiannya adalah ibadah dan
taqwa jangan biarkan iman kita tanpa busana mari kita isi dengan ibadah
berpedoman kepada Al-Quran, mari tingkatkan iman dan ketaqawaan kapada Allah
SWT dengan sebenar-benar tagwa bila ketaqwaan kita telah tinggi maka semua
akan meningkat karena ketaqwaan akan menjamin keselamaatan umat.
Iman ada tiga macam yaitu Iman yang terus naik adalah iman yang dimiliki
oleh Nabi dan rasul, iman yang mantap adalah iman yang dimiliki oleh
malaikat, iman yang kadang naik dan kadang turun adalah iman yang dimiliki
oleh manusia, tambahnya.
Sebelum mengakhiri taushiahnya Ustadz Drs. H. Raden Hasanudin Hara
menyampaikan empat hal yang menjadi rangkuman taushiahnya yaitu : jadilah
kita dinamisator, penggerak maju demi keselamatan, memanfaatkan waktu
sebaik-baiknya dan bersemangat juang
Hadir pada acara tersebut antara lain, Kapolda Sumsel, Danrem
044/GAPO para Asisten Kasdam II/Swj, para Kabalakdam II/Swj, Dan Lanud
Palembang, para Ulama dan Umaroh Palembang, Anggota TNI, Polri serta PNS
segarnizun Palembang.
[Non-text portions of this message have been removed]