Hutan jangan diambil kayunya, tetapi jadikan hutan sebagai sumber gen dan
sumber obat.


--------------------------------------------------------------------------------------------
http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/22/21515637/bpom.jambi.kembangkan.8.jenis.tanaman.obat

*BPOM Jambi Kembangkan 8 Jenis Tanaman Obat*

Kamis, 22 Januari 2009 | 21:51 WIB

*JAMBI*, KAMIS - *Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi
Jambi*mengembangkan delapan jenis tanaman unggulan obat tradisional
atau jamu
untuk dibudiyakan petani dan perajin, baik di hamparan maupun tanaman
pekarangan.

Ke delapan jenis tanaman obat itu yakni ketepeng China, jahe merah, kunyit,
kencur, samiloto, temulawak, kumis kucing, dan brotowali kini terus
disosialikasikan kepada masyarakat agar menjadikan tanaman unggulan, kata
Kepala Balai POM Jambi Dra Wirda Zein Apt di Jambi, Kamis.

Saat ini sudah ada petani dalam skala kecil membudidayakan jenis tanaman
ketepeng China untuk dijadikan produk obat gosok atau balsem di daerah itu.

Sedang tanaman muda lainnya untuk bahan baku jamu seperti temu lawak,
kunyit, samiloto, dan brotowali baru sebagian dijadikan tanaman sela atau
tanaman pekarangan.

Budidaya tanaman obat tradisional itu meski di Jambi baru dalam skala kecil,
namun jika dikembangkan dalam skala besar diyakini hasilnya bisa ditampung
produsen jamu di Jawa seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tanaman obat warisan nenek moyang perlu dilestarikan dan dimasyarakatkan di
Jambi untuk menunjang pembangunan kesehatan dengan obat tradisional sebagai
obat alternatif modren.

Jamu atau obat tradisional tanpa efek samping karena alami atau tidak
mengandung zat kimia atau Bahan Kandungan Obat (BKO).

BPOM Jambi memasyarakatkan penanaman tanaman jenis obat itu selain untuk
meningkatkan kesehatan masyarakat juga pendapatan, sebab pertumbuhan usaha
industri kecil memproduksi jamu kini terus berkembang di daerah itu.

Kemudian produsen jamu terbesar dari Jawa sudah banyak membuka cabang di
Jambi, sehingga peluang itu harus dimanfaatkan petani untuk mengembangkan
budidaya tanaman obat tersebut.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menggalakkan pemanfaatan obat tradisional
(jamu) dalam pengobatan formal, sehingga penelitian khasiat tanaman obat
terus dilakukan yang mengarah ke uji klinik pengembangan obat herbal dan
fitofarmaka.

ABD


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke