http://www.republika.co.id/berita/27397.html



*Teknologi Hemat BBM W4G Diperkenalkan*

*MAKASAR* -- Dinas Pertambangan Provinsi Sulawesi Selatan memperkenalkan
teknologi alat pembakaran BBM hemat energi untuk kendaraan roda empat,
teknologi ini mampu menekan penggunaan BBM hingga 30 persen.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sulsel, Sampara Salman di Makassar,
Rabu, mengungkapkan, teknologi yang kini dalam uji coba tersebut bernama
Water Four Gas (W4G) atau biasa disebut water turbo. "Teknologi ini telah
dikembangkan di Jawa Timur, dikenal dengan pemanfaatan energi `blue`,
ungkapnya.

Di Sulsel, lanjut dia, uji coba implementasi teknologi tersebut sudah
dilakukan pada 37 kendaraan dinas dari berbagai merek. Tahap awal, uji coba
itu akan dipasang 50 kendaraan roda empat milik pegawai di lngkup pemerintah
provinsi sulsel dan pemerintah kabupaten/kota."Tidak menutup kemingkinan
teknologi water turbo ini akan perkenalkan nantinya untuk dinikmati
masyarakat umum," ujarnya.

Wakil Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sulsel, Darwis Sirman saat
mendampingi Kadistamben Sulsel menjelaskan, pengenalan teknologi hemat
energi ini mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2008 tentang hemat
energi dan air.Dia mengungkapkan, pembuatan teknologi W4G hanya membutuhkan
anggaran berkisar Rp300.000 - Rp600.000 per unitnya. Biaya ini jauh lebih
murah bila dibandingkan dengan pemesanan alat yang sudah jadi.

Teknologi ini cukup memanfaatkan tabung atau botol plastik yang berisi air
yang dicampur dengan soda kue, Menurut dia, dari perpaduan tersebut
penguraian pembakaran akan menghasilkan gas yang dapat digunakan menghemat
penggunaan bahan bakar minimal 30 persen lebih.

Dikatakannya sebagai bukti W4G tersebut benar-benar hemat bahan bakar,
terbukti perjalan dinas Makassar - Bulukumba, Sulsel yang biasanya
menghabiskan kebutuhan bahan bakar hingga 13 liter, dengan memanfaatkan
teknologi ini bahan bakar yang dihabiskan hanya sembilan liter.

Selain mampu menambah optimalisasi kinerja mesin kendaraan, alat ini juga
dianggap sangat ramah lingkungan. Sebab, teknologi ini mampu meminimalisir
polusi yang ditimbulkan dari gas emisi buang kendaraan.

Darwis menambahkan, tahap awal pemanfaatan sistem ini masih diprioritaskan
bagi usia kendaraan dinas yang telah tua, sehingga upaya efisiensi
operasional kendaraan dinas dapat ditekan dengan menggunakan sistem
pembakaran teknologi asal Jawa Timur ini.ant/kp


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke