hehe..sifat2nye emang klop :)
Islam Liberal, Israel dan Sifat Munafik
Kisah Abdullah bin Ubay yang membelot pada saat Perang Uhud telah berhasil
membuka kedok siapa sosok munafik
Oleh:Arif Munandar Riswanto *
Pada hari Selasa tanggal 13 Januari 2009, Metro TV menayangkan acara Today's
Dialogue dengan tema jihad melawan Israel.
Dalam acara tersebut hadir empat nara sumber, yaitu Teuku Faizasyah
(Jubir Departemen Luar Negeri), Ismail Yusanto (Jubir Hizbut Tahrir
Indonesia), Luthfi Assyaukanie (Koordinator Jaringan Islam Liberal),
dan Luthfi Hasan Ishaq, Ketua Badan Hubungan Luar Negeri DPP-PKS (Partai
Keadilan Sejahtera).
Hal
yang menarik dari acara diskusi tersebut adalah komentar-komentar
Luthfi Assyaukanie. Sebagai umat Islam, kita pasti akan sangat geram
jika mendengar komentar-komentarnya. Luthfi menyebutkan bahwa alasan
mengapa Israel tidak mau berunding dengan Hamas, karena Israel
menganganggapHamas sebagai "teroris" dan tidak mewakili sebuah negara. Hamas
bukan institusi negara sehingga Israel tidak mau duduk berunding satu meja
dengannya.
Luthfi
kemudian menegaskan bahwa dunia Islam, terutama negara-negara Timur
Tengah, harus melakukan perundingan dengan Israel melalui Jordan atau
negara Islam lainnya yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Dia pun memberikan saran bahwa diplomasi adalah jalan satu-satunya
untuk menyelesaikan agresi biadab Israel. Ketika salah seorang
pembicara berkata bahwa negara-negara Arab dan Islam harus bersatu,
Luthfi justru menyanggah bahwa negara-negara tersebut tidak mungkin
bersatu. Luthfi seolah-olah tidak menginginkan jika umat Islam bersatu.
Tak
hanya Lutfi, seorang dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil
Abshar Abdala dalam sebuah posting di Islam Liberal yang juga banyak
beredar di berbagai milis, sangat terang-terangan menyalahkan Islam,
terutama Palestina. Sementara di pihak lain, Ulil seoalah "menerima"
pencaplokan wilayah Palestina oleh Israel.
"Yang mengganggu saya adalah umat Islam saat ini protes dengan begitu gigihnya
terhadap pencaplokan Israelatas tanah Palestina, tetapi tidak pernah sedikitpun
terganggu dengan
masa lampau mereka yang penuh dengan agresi dan aksi pencaplokan pula.
Apa yang diambil Israelsaat ini dari tanah Palestina tak ada apa-apanya
dibanding dengan
luasnya wilayah yang ditaklukkan oleh umat Islam di masa lampau," [Ulil
Abshar, dalam postingan berjudul, "Sejumlah Pertanyaan Sederhana", milis
Islamliberal]
Orang-orang seperti Luthfi atau Ulil mungkin
lupa atau sengaja melupakan bahwa penjajah harus diusir dari tanah yang
dijajahnya. Mereka-merek ini, seolah-olah ingin menghilangkan
keberadaan sejarah Umar bin Khathab, Khalid bin Walid, Abu Ubaidah bin
Jarah, Shalahuddin Al-Ayyubi, Muhammad Al-Fatih, Nuruddin Zanki, Sultan
Hasanudin, Pangeran Diponegoro, Jenderal Sudirman, dll.
Jika Luthfi setuju dengan sikap Barat yang selama ini menganggap Hamas sebagai
"teroris", berarti orang-orang yang berhasil mengusir penjajah tersebut pun
berhak disebut dengan "teroris".
Selama
ini kita mungkin sering bertanya-tanya, bagaimana sikap yang harus kita
berikan kepada orang-orang seperti Luthfi Assyaukanieatau Ulil?
Karena, secara fisik, mereka mengaku Muslim. Mereka shalat, puasa, dan
haji. Bahkan, mereka banyak yang lahir dan besar dari pondok pesantren.
Namun, meskipun begitu, mereka justru banyak memudharatkan umat Islam.
Kemudharatan yang ditimbulkan dari orang-orang seperti itu lebih banyak
daripada manfaatnya.
Al-Quran dan Rahasia Ciri Munafik
Dalam sejarah, kita
teringat pada kisah Abdullah bin Ubay yang membelot pada saat Perang
Uhud. Peperangan tersebut telah berhasil membuka kedok siapa sosok
munafik tersebut sebenarnya.
Allah Ta'ala berfirman, "Dan
supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka
dikatakan,"Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah
(dirimu)." Mereka berkata,"Sekiranya kami mengetahui akan terjadi
peperangan, tentulah kami mengikuti kamu." Mereka pada hari itu lebih
dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan
mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih
mengetahui apa yang mereka sembunyikan(QS 3:167).
Nifakadalah mengucapkan dengan lisan, melaksanakan dengan perbuatan, tetapi
mengufuri dengan hati. Dengan kata lain, simbol iman tetapi hati kufur.
Dan, sifat tersebut bisa kita dapatkan pada orang-orang di zaman seperti ini.
Yang membedakan hanya waktu dan tempat. Abdullah Ubay hidup di Madinah pada
zaman Nabi, sedangkan munafik zaman sekarang bisa hidup dan tinggal di mana
saja, termasuk di lingkungan kita.
Kita tidak perlu tertipu dengan shalat, puasa, haji, pendidikan, dan
simbol-simbol keislaman yang selama ini mereka praktikkan. Menurut Al-Quran,
karena, simbol-simbol tersebut tidak pernah menambah iman sedikit punbagi
mereka. Meminjam istilah Hamid Fahmy Zarkasyi, orang-orang seperti itu memahami
makna tauhid tetapi tidak tahu berpikir tauhidi. Imannya tidak didukung oleh
akalnya sehingga ilmunya tidak menambah imannya. Muslim tapi worldview dan
framework berpikirnya tidak.
Di dalam Quran surat At-Taubah, Allah telah menjelaskan dengan panjang lebar
dan sangat rinci berbagai sifat orang-orang munafik. Barangkali, dengan bekal
ini, di zaman sekarang, sifat-sifat tersebut bisa dilihat pada orang-orang yang
mengaku dirinya sebagai seorang Muslim.
Di bawah ini, ada 21 ciri sifat-sifat orang munafik yang disebut dalam
suratAt-Taubah:
1. Meminta izin untuk perang dalam keadaan hati yang penuh keraguan dan
kebimbangan [QS 9: 45].
2. Jika ikut berperang, orang munafik hanya menambah kekacauan barisan
umat Islam [QS 9: 47].
3. Orang munafik tidak senang jika umat Islam mendapatkan kebaikan dan
senang jika umat Islam mendapatkan bencana [QS 9: 50].
4. Orang munafik melaksanakan shalat dengan penuh rasa malas dan
memberikan donasi dengan terpaksa [QS 9: 54].
5.
Orang munafik bersumpah dengan menggunakan nama Allah bahwa mereka
termasuk ke dalam golongan umat Islam. Namun, Allah menerangkan bahwa
mereka bukan golongan umat Islam [QS 9:56].
6. Jika peperangan terjadi, mereka akan mencari goa dan lubang sebagai
tempat persembunyian [QS 9: 57].
7.
Menghina tentang sedekah, infak, zakat, dan donasi. Namun, jika diberi
bagian, mereka akan senang dan jika tidak diberi bagian mereka akan
marah [QS 9: 58].
8.
Menyakiti Nabi dengan berkata bahwa Nabi memercayai segala hal yang
didengarnya, tanpa pernah melakukan check and recheck antara yang valid
dan invalid hal yang didengarnya tersebut (QS 9: 61).
9. Bersumpah dengan nama Allah untuk mendapatkan simpati umat Islam [QS 9:
62].
10. Orang munafik takut jika ada ayat yang menerangkan segala hal yang ada di
dalam hati mereka [QS 9: 64].
11. Mempermainkan ayat-ayat Allah seenaknya (QS 9: 65).
12.
Orang munafik laki-laki dan perempuan selalu menyuruh kemungkaran,
melarang kebaikan, kikir, dan melupakan Allah (QS 9: 67).
13.
Selalu bersumpah dengan menggunakan nama Allah dan mengeluarkan
statement yang mengandung kekufuran. Hal tersebut menyebabkan mereka
kufur dari Islam (QS 9: 74).
14.
Mereka berjanji, jika diberikan karunia oleh Allah, mereka akan
bersedekah dan menjadi orang-orang saleh. Namun, janji tersebut adalah
dusta (QS 9: 75-76).
15. Menghina orang Islam yang bisa dan tidak bisa memberikan bantuan sedekah
(QS 9: 79).
16.
Senang untuk tidak berjihad dengan harta dan nyawa. Dalih yang
dikatakan oleh mereka adalah, jangan perang pada hari yang panas (QS 9:
81).
17. Jika ada ayat yang memerintahkan untuk beriman dan berjihad mereka lebih
suka untuk duduk (QS 9: 86).
18. Lebih suka untuk tinggal bersama orang-orang yang tidak berjihad (QS 9:
87).
19. Jika umat Islam kembali dari medanperang, orang munafik mengeluarkan
apologi tentang alasan mereka yang
tidak ikut serta dalam jihad. Apologi tersebut disertai dengan
menggunakan sumpah dengan nama Allah (QS 9: 94).
20. Adajuga orang munafik yang mengakui kesalahan sendiri. Orang seperti ini
telah mencapurkan perbuatan yang baik dengan yang buruk (QS 9: 102).
21.
Orang munafik selalu membuat lembaga dan yayasan tempat mereka
bernaung. Namun, Allah menyebut lembaga dan yayasan tersebut sebagai
tempat dhirar. Tujuan dari tempat tersebut adalah untuk
memecah belah umat Islam serta membantu orang-orang yang memerangi
agama Islam. Mereka bersumpah bahwa yayasan dan aktifitas mereka adalah
untuk kebaikan. Namun, Allah menerangkan bahwa mereka adalah
orang-orang yang berdusta (QS 9: 107).
Itulah
beberapa sifat orang munafik yang telah diterangkan oleh Al-Quran
dengan sangat gamblang. Orang-orang seperti itu adalah duri yang ada di
dalam daging umat Islam. Mereka tidak akan pernah memberikan kemajuan
dan kemenangan kepada umat Islam. Sebagaimana yang telah dicontohkan
oleh Rasulullah, umat Islam dilarang untuk memerangi orang-orang
munafik. Namun, meskipun begitu, kita jangan pernah mengikutsertakan
mereka dalam dalam peroyek-proyek keislaman dan kemanusiaan. Karena,
jika diikutsertakan, mereka pasti akan membawa kerugian kepada umat
Islam.
Mereka adalah orang-orang yang telah terserang virus wahn,
yaitu cinta dunia dan takut mati. Tidak aneh, karena takut mati, dalam
kasus Palestina pun mereka terus-terusan meneriakkan tentang diplomasi
sebagai satu-satunya solusi terbaik. Wallahu'alam
*Alumnus UniversitasAl-Azhar Mesir dan Staf Pengajar STAIPI (Sekolah Tinggi
Agama Islam Persatuan Islam) Garut
[Non-text portions of this message have been removed]