Layanan www.pkpi.co.cc :
Blok M Square : Kebajikan Pro Masyarakat ?
Bulan Januari 2009 ditandai banyak peristiwa suka duka istimewa, bagi warga
Jakarta Selatan ditandai oleh pengoperasian Blok M Square, bagi warga Jakarta
didera kebakaran Depo BBM Plumpang, dan bagi warga dunia dijanjikan
kepemimpinan Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama ditengah bencana
kemanusiaan akibat perang asimetrik militer Israel atas faksi bersenjata
Hamas-Palestina.
Khususnya kehadiran Blok M Square sebagai pusat perbelanjaan baru di Kota
Jakarta Selatan ternyata mampu mengundang perhatian khusus. Bagaimana tidak,
tempo doeloe di lokasi tersebut berada pasar kumuh yang dihuni oleh para
pedagang UKM dikelilingi PKL (pedagang kaki lima) di emperan
pertokoan/perkantoran dan lahan parkiran. Dan kini wajah itu telah berubah, di
sekeliling bangunan Blok M Square bebas dari PKL dan di dalamnya ditemui tangga
eskalator, lift, lampu penerangan yang benderang, lantai dan dinding serta
langit2 serba warna putih memberi kesan bersih bagi pengunjung, termasuk kamar
perturasan, kios2 berpintu besi dan tatanan lapak di ruang2 terbuka serta
dibawah hembusan pendingin ruangan terpusat, termasuk gedung parkir. Tidak syak
lagi, kerja PemDa DKI Jakarta telah berhasil memenuhi kebutuhan warga dan
pedagang agar dapat bertransaksi dalam suasana ekonomi kesejahteraan rakyat.
(EkoKesRa) yang modern.
Kebajikan Pro Masyarakat berwujud fasilitasi bagi warga dan pedagang EkoKesRa
ini akan lebih sempurna lagi bilamana Blok M Square tersebut dapat terkelola
sebagai Fasilitas Sosial sepenuhnya, artinya kepesertaan para pedagang EkoKesRa
itu sepenuhnya didukung APBD bagi pengadaan bangunannya dan para pedagang itu
hanya dibebani biaya operasional harian semata. Hal ini berangkat dari
pemikiran bahwa kegiatan Pasaran tradisional sejak tempoe doeloe terselenggara
diatas fasilitas lahan yang disediakan pemerintah. Sehingga seharusnya pola
politik atau kebijakan publik tentang pemberdayaan EkoKesRa ini tetap tidak
berubah walaupun kini lahan Pasaran tersebut berubah menjadi lahan berbentuk
bangunan berpelengkapan modern. Dengan kata lain, investor bangunan modern itu
seharusnya adalah pemerintah sendiri melalui APBD sehingga terpenuhi citra
negara bertanggung jawab bagi kedaulatan EkoKesRa demi Keadilan Sosial
sebagaimana perintah Konstitusi.
Bagi perujuk Al Quran, pemahaman ini dapat juga ditelisik dari ayat2 QS
tentang kata2 kunci Kebajikan yaitu (1) AL-BAQARAH 002:112, (2) AL-BAQARAH
002:158, (3) AL-BAQARAH 002:177, (4) AL-BAQARAH 002:184, (5) AL-BAQARAH
002:189, (6) AL-BAQARAH 002:224, (7) ALI-IMRAN 003:026, (8) ALI-IMRAN 003:104,
(9) AN-NISA 004:040, (10) AN-NISA 004:127, (11) AL-MAIDAH 005:002, (12)
AL-MAIDAH 005:048, (13) AL-MAIDAH 005:093, (14) AL-ARAF 007:156, (15) AL-ARAF
007:188, (16) AN-NAHL 016:076, (17) AN-NAHL 016:090, (18) AL-HAJJ 022:011, (19)
AL-MUJADILAH 058:009, (20) AD-DAHR 076:005. Demikian pula QS AL-ANAM 006:122
tentang kata kunci Masyarakat.
Bagi perujuk politik kebijakan publik, penegasan Barack Husein Obama sebagai
Presiden Terpilih Amerika Serikat yaitu bahwa pemerintahan pada masa mendatang
akan berpihak dan ditentukan oleh rakyat, yang menginginkan pemerintah berbuat
hal sebaik mungkin demi kepentingan umum [Kompas, 18 Januari 2009] dapat jadi
pertanda arah menuju kehidupan dunia yang lebih berkeadilan demi persatuan.
Jakarta, 19 Januari 2009
Pandji R. Hadinoto / www.nusakalapa.co.cc
Lampiran
QS Firman KEBAJIKAN MASYARAKAT
Kata kunci Kebajikan QS dapat ditemukan pada (1) AL-BAQARAH 002:112 (Tidak
demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia
berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati, (2)
AL-BAQARAH 002:158 Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar
Allah [102]. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-'umrah,
maka tidak ada dosa baginya [103] mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan
barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka
sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri [104] kebaikan lagi Maha Mengetahui, (3)
AL-BAQARAH 002:177 Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu
suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada
Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan
harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin,
musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan
(memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan
orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang
sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah
orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa,
(4) AL-BAQARAH 002:184 (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka
barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia
berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu
pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya
(jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang
miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan [114], maka
itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu
mengetahui, (5) AL-BAQARAH 002:189 Mereka bertanya kepadamu tentang bulan
sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan
(bagi ibadat) haji; dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari
belakangnya [116], akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang
bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah
kepada Allah agar kamu beruntung, (6) AL-BAQARAH 002:224 Jangahlah kamu jadikan
(nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan,
bertakwa dan mengadakan ishlah di antara manusia [139]. Dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui, (7) ALI-IMRAN 003:026 Katakanlah: "Wahai Tuhan
Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau
kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau
muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau
kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa
atas segala sesuatu, (8) ALI-IMRAN 003:104 Dan hendaklah ada di antara kamu
segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan
mencegah dari yang mungkar [217]; merekalah orang-orang yang beruntung, (9)
AN-NISA 004:040 Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar
zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat
gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar [298], (10) AN-NISA
004:127 Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah :
"Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu
dalam Al Qur'an [354] (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu
tidak memberikan kepada mereka apa [355] yang ditetapkan untuk mereka, sedang
kamu ingin mengawini mereka [356] dan tentang anak-anak yang masih dipandang
lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara
adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah
Maha Mengetahuinya, (11) AL-MAIDAH 005:002 Hai orang-orang
yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah [389], dan jangan
melanggar kehormatan bulan-bulan haram [390], jangan (mengganggu)
binatang-binatang had-ya [391], dan binatang-binatang qalaa-id [392], dan
jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka
mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya [393] dan apabila kamu telah
menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali
kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari
Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan
tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan
tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada
Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya, (12) AL-MAIDAH 005:048 Dan Kami
telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa
yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian
[421]
terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut
apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan
meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat
diantara kamu [422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah
menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak
menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat
kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya
kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (13) AL-MAIDAH 005:093 Tidak
ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena
memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta
beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap
bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat
kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan,
(14) AL-ARAF 007:156 Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di
akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. Allah berfirman:
"Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku
meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang
yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada
ayat-ayat Kami", (15) AL-ARAF 007:188 Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik
kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang
dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat
kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan. Aku tidak
lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang
yang beriman", (16) AN-NAHL 016:076 Dan Allah membuat (pula) perumpamaan : dua
orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu pun dan dia menjadi
beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh
penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikan pun. Samakah
orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di
atas jalan yang lurus ?, (17) AN-NAHL 016:090 Sesungguhnya Allah menyuruh
(kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan
Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi
pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran, (18) AL-HAJJ 022:011
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi
[981]; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan
jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang [982]. Rugilah
ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata, (19)
AL-MUJADILAH 058:009 Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan
pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa,
permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat
kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan
dikembalikan, (20) AD-DAHR 076:005 Sesungguhnya orang-orang yang berbuat
kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur
[1537],
Sedangkan kata kunci Masyarakat difirmankan pada QS AL-ANAM 006:122 yakni
Dan apakah orang yang sudah mati [502] kemudian dia Kami hidupkan dan Kami
berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan
di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada
dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya ?
Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah
mereka kerjakan.
[Non-text portions of this message have been removed]