http://faizalforsumsel.wordpress.com

Itu adalah pertanyaan umum. Baik rakyat mau pun
sebagian pejabat mungkin bertanya seperti itu.
Ketika premium Rp 4.500/liter tarif angkot Rp 2.000
sekali jalan. Ketika naik jadi RP 6.000/liter tarif
angkot naik jadi Rp 2.500. Nah ketika premium
diturunkan jadi Rp 4.500/liter kok para sopir dan
organda tidak mau menurunkannya jadi Rp 2.000?

Organda menyatakan hanya sanggup turun Rp 300. Kalau
sampai Rp 500, dan berhenti operasi, itu bukan mogok.
Tapi biaya operasional tidak tertutup.

Kecemasan para sopir dan organda beralasan. Premium
bukan satu2nya komponen biaya. Jika setoran tidak
turun, para sopir rugi. Jika dollar tidak turun dari
Rp 11.500 kembali ke 9000-an, organda rugi karena
biaya part kendaraan jadi naik. Makanan2 warteg juga
sudah pada naik.

Jadi kalau pemerintah ingin agar tarif angkutan bisa
turun hingga Rp 2.000 lagi, minimal premium diturunkan
jadi RP 3.500/liter. Toh harga Pasar juga sudah Rp 3.800/liter.

Muhammad Faizal
Caleg No. 1 Partai PIB Dapil Sumsel
http://faizalforsumsel.wordpress.com


      Start chatting with friends on the all-new Yahoo! Pingbox today! It's 
easy to create your personal chat space on your blogs. 
http://sg.messenger.yahoo.com/pingbox

Kirim email ke