Sukses PEMILU 2009 Bukti Persatuan
  

  PERSATUAN sebagai untaian 7 (tujuh) kata2 kunci Sikap Tekad Bersatu Padu 
sebagaimana Firman Allah Yang Maha Kuasa dalam Al Qur’an, kiranya patut 
mendasari sikap Kebersamaan ketika mengelola Kepentingan masyarakat dan bangsa 
dalam bernegara (Pro Bonum Publicum), antara lain PEMILU 2009.
  Jiwa, semangat dan nilai2 PERSATUAN itulah salah satu benang merah Kebangsaan 
Indonesia sejak perjuangan Kebangkitan Nasionalisme oleh Boedi Oetomo 20 Mei 
1908 sampai dengan perjuangan Indonesia Berdaulat 27 Desember 1949. Dengan kata 
lain, PERSATUAN adalah sikap yang melekat erat dalam jiwa, semangat dan nilai2 
Kejuangan bangsa Indonesia baik generasi Perintis Kemerdekaan, generasi Pembela 
Kemerdekaan maupun, seharusnya, generasi2 Pengawal Kemerdekaan. Artinya, 
Kebersamaan dalam PERSATUAN itulah sesungguhnya pendorong bagi segenap komponen 
bangsa ketika membangun Kenegaraan dalam kerangka memenuhi 7 (tujuh) Cita 
Politik Indonesia sesuai amanat Pembukaan UUD 1945.
  Kesetaraan Gender yang kini menjadi diskursus terbuka menjelang PEMILU 2009, 
seharusnya tidak perlu jadi persoalan yang serius bagi bangsa Indonesia, 
mengingat bahwa baik generasi Perintis Kemerdekaan maupun generasi Pembela 
Kemerdekaan adalah komposisi PERSATUAN Gender. Sejarah umat di Indonesia 
membuktikan bahwa Kesetaraan berarti juga Keseimbangan dan 7 (tujuh) kata kunci 
SEIMBANG telah pula menjadi Firman Allah Yang Maha Kuasa sebagaimana dapat 
disimak dari Al Qur’an. Apalagi jiwa, semangat dan nilai2 Kesetaraan berarti 
Kesamaan Martabat dan Harkat antar Gender misalnya ketika menjalankan Demokrasi 
yang berKeadilan atau Keadilan berDemokrasi. Dengan kata lain, preferensi 
seperti Afirmasi kepada salah satu Gender justru merendahkan bahkan mereduksi 
Martabat dan Harkat Gender yang bersangkutan, dengan pemahaman bahwa perjuangan 
Kesetaraan Gender tidak harus oleh salah satu Gender saja, tetapi oleh 
PERSATUAN segenap Gender, sebagaimana terbukti dari unjuk kerja generasi2
 Perintis dan Pembela Kemerdekaan “tempo doeloe”.
  Sehingga kekinian yang masih meragukan PERSATUAN sebagai Karakter Bangsa 
Indonesia adalah Dis Orientasi yang dapat menjadi penyebab bagi Dis Integrasi 
Bangsa, dan PERSATUAN sebagai salah satu akar budaya Bangsa Indonesia tidak 
perlu secara berlebihan diberikan koridor misalnya ketentuan2 syarat batas bagi 
yang bersikap pasif dalam PEMILU 2009, seperti yang di-sebut2 sebagai GolPut, 
karena realitas empiris mencatat juga pejuang2 aktif dan pro-aktif sebagai 
pengusung Kemerdekaan yaitu Kombatan dan Politisi, disamping pendukung 
Kemerdekaan yang tidak ikut serta bertempur secara fisik atau Non Kombatan, 
misalnya rakyat termasuk barisan pejuang perempuan dengan peran serta seperti 
dapur umum, palang merah, kurir penghubung, staf komando, dlsb. Apalagi 
Kesadaran GolPut pasti meluntur bila jiwa, semangat dan nilai2 PERSATUAN 
sebagai pembangun karakter bangsa senantiasa digelorakan.
  Jakarta, 28 Januari 2009
  Pandji R. Hadinoto / www.pkpi.co.cc / HP : 0817 983 4545
  Lampiran Layanan www.pkpi.co.cc :
  

  QS - SIKAP TEKAD BERSATU PADU
  

    
     AN-NISA 004:128 Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz [357] atau 
sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan 
perdamaian yang sebenar-benarnya [358], dan perdamaian itu lebih baik (bagi 
mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir [359]. Dan jika kamu 
bergaul dengan istrimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap 
tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu 
kerjakan.

  

    
     AL-ISRA 017:083 Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya 
berpalinglah dia : dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia 
ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.

  

    
     ALI-IMRAN 003:159 Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah 
lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, 
tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah 
mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam 
urusan itu [246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka 
bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang 
bertawakal kepada-Nya.

  

    
     AL-HAJJ 022:073 Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah 
olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah 
sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu 
untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah 
mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah 
dan amat lemah (pulalah) yang disembah.

  

    
     AL-QAMAR 054:044 Atau apakah mereka mengatakan : "Kami adalah satu 
golongan yang bersatu yang pasti menang."

  

    
     AL-HASYR 059:014 Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu 
padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. 
Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu 
bersatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena 
sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti.

  

    
     AL-ANBIYA 021:030 Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui 
bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian 
Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang 
hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman ?

  

  

  

  Jakarta, 20 April 2008
  

  

  Pandji R Hadinoto / www.nusakalapa.co.cc 
  


       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke