http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/02/06/3978.html
*Presiden: Proses Hukum Harus Terus Berjalan bagi Tersangka Unjuk Rasa Medan * (Presiden SBY menerima Menko Polhukam Widodo AS dan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, di Kantor Kepresidenan, hari Jumat (6/2) siang. (foto: anung/presidensby.info)) *Jakarta*: *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* minta kepada aparat penegak hukum agar proses hukum terus berjalan bagi para tersangka pelaku kejahatan dan pengrusakan yang terjadi saat unjuk rasa menuntut pemekaran wilayah, di Medan yang terjadi hari Selasa (3/2) lalu, yang berakhir destruktif. Presiden dalam konferensi pers hari Jumat (6/2) siang, di Kantor Kepresidenan mengatakan, "Saya harap penegak hukum tegakkan hukum secara tepat," kata Presiden usai menerima Menko Polhukam Widodo AS dan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. "Karena negara sedang bertindak dan hukum ditegakkan, saya minta kepada saudara-saudara kita di Medan, jangan ada tindakan-tindakan baru yang memperkeruh keadaan. Hari ini hari Jumat, jangan sampai pula ada unjuk rasa yang juga mengarah kepada kekerasan atau radikalitas. Saya sudah bicara gubernur Sumatera Utara untuk menyampaikan hal itu. Percayakan pada penegak hukum, pada negara dan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya," tambahnya . Presiden SBY menilai, penanganan unjuk rasa itu terdapat kelalaian pada tingkat kepolisian lokal. "Kelalaian dalam tugas tentu ada sanksinya, dan sanksi itu saya serahkan sepenuhnya kepada Kapolri. Dan Kapolri akan melakukan tindakan-tindakan yang perlu ," kata SBY. "Kita sepakat agar demokrasi kita terus berkembang, tetapi anarki tidak boleh kita biarkan berkembang. Oleh karena itu, saya ingin sampaikan langkah-langkah lanjutan pada pemerintah pusat maupun daerah dalam melakukan hal-hal yang perlu, pasca kejadian di Medan pada tanggal 3 Februari lalu," ujar SBY. (win) [Non-text portions of this message have been removed]

