http://sains.kompas.com/read/xml/2009/02/06/08560316/ular.terbesar.di.dunia.itu.bernama.titanoboa

*Ular Terbesar di Dunia Itu Bernama Titanoboa*

Jumat, 6 Februari 2009 | 08:56 WIB

Beberapa ilmuwan di Kolombia telah menemukan fosil monster prasejarah yang
diduga sebagai ular terbesar di dunia yang pernah hidup di bumi. Ular yang
diberi nama *Titanoboa cerrejonensis* itu diperkirakan memiliki berat lebih
dari 1 ton dan panjang hingga hampir 14 meter.

Beberapa ilmuwan yakin ular ini hidup di bumi sekitar 58 juta hingga 60 juta
tahun lalu. Ahli geologi, David Polly, yang memperkirakan ukuran dan bobot
Titanoboa berdasarkan posisi fosilnya.

"Ukuran ular itu sungguh besar sekali. Namun, tim peneliti masih memikirkan
seberapa besar panas bumi dibutuhkan untuk menghangatkan tubuh ular sebesar
itu."

Fosil Titanoboa ditemukan oleh tim ilmuwan internasional di sebuah tambang
batu bara di wilayah tropis Cerrejon, Kolombia. "Ular yang sangat besar ini
benar-benar mengundang imajinasi, tetapi fakta yang ada telah melampaui
fantasi yang ada di Hollywood sekalipun," kata ahli paleontologi, Jonathan
Bloch, yang juga terlibat dalam ekspedisi.

"Ular yang mencoba mencaplok Jennifer Lopez di film Anaconda tidak sebesar
ular yang kami temukan," kata Bloch. Berdasarkan ukuran ular itu, Bloch
menjelaskan, tim ilmuwan dapat menghitung temperatur tahunan rata-rata di
garis khatulistiwa Amerika Selatan 60 juta tahun lalu mencapai sekitar 33
derajat celcius, sekitar 10 derajat lebih hangat dibandingkan saat ini.

"Ekosistem tropis Amerika Latin saat ini berbeda jauh dibandingkan 60 juta
tahun lalu," kata Bloch. "Kondisi hutan tropisnya hampir sama dengan saat
ini, tetapi temperaturnya lebih panas saat itu dan dipenuhi dengan reptil
berdarah dingin yang lebih besar."

Menurut Nature.com, ular adalah jenis hewan poikilotherms (berdarah dingin)
yang memerlukan panas dari lingkungan mereka merayap untuk membangkitkan
metabolisme. Oleh karena itu, ilmuwan memperkirakan ular raksasa itu hidup
di ekosistem tropis Amerika Selatan dengan temperatur yang saat itu tidak
berada di bawah 30 hingga 34 derajat celcius.

Sebagian besar populasi ular saat ini terdapat di wilayah tropis Amerika
Selatan dan Asia Tenggara. Temperatur di Amerika Selatan dan Asia tenggara
memungkinkan hewan ini berkembang hingga mencapai ukuran besar.

JIM
Sumber : CNN


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke