Menara Tertinggi di Dunia 
Kompas Gramedia Ikut Danai Menara Jakarta 
Grup Kompas Gramedia bukan sekadar merambah jalan tol, tapi juga ekspansi ke 
menara. 
Kamis, 12 Februari 2009, 10:17 WIB
Heri Susanto, Zaky Al-Yamani









 

Menara Jakarta (wikipedia) 


 

VIVAnews - Grup Kompas Gramedia bukan sekadar merambah jalan tol. Grup bisnis 
media terbesar di Indonesia ini juga ikut berperan dalam pendanaan menara 
Jakarta, menara telekomunikasi tertinggi di dunia. 

"Kompas Gramedia memiliki saham sekitar 15 persen," ujar Roesdiman Soegiarso, 
Direktur PT Prasada Japa Pamudja, pengembang Menara Jakarta, kepada VIVAnews di 
Jakarta, Kamis, 13 Februari 2009.
Kompas Gramedia adalah grup bisnis media terkemuka yang dikendalikan oleh Jacob 
Oetomo. Selain bergerak di industri media, salah satu grup bisnis terkaya di 
negeri ini juga merambah bisnis perhotelan, jalan tol, kini merangsek ke menara 
tertinggi di dunia. 

Menurut dia, jika dibandingkan dengan komposisi pada masa Orde Baru, komposisi 
kepemilikan saham menara Jakarta sekarang memang sudah berubah. 

Pada masa presiden Soeharto, menara yang mengalahkan CN Tower di Toronto, 
Kanada ini dipegang oleh tiga pengusaha papan atas tanah air yang tergabung 
dalam PT Indocitra Graha Bawana. Tiga konglomerat yang berjaya semasa orde baru 
itu adalah Sudwikatmono, Prayogo Pangestu, dan Henry Pribadi.

Kini, kepemilikan saham proyek mercusuar tersebut dipegang oleh lima pengusaha 
papan atas. Pemegang saham terbesar adalah Prajogo Pangestu yang memiliki 35 
persen saham. Sedangkan, 65 persen saham sisanya dibagi oleh empat pemegang 
saham lainnya. 

Keempat pemegang saham tersebut adalah Sohat Chairil, Harun Sebastian, Abraham 
Alex Tanuseputra, dan pemilik Kompas Gramedia. Sohat Chairil adalah pengusaha 
papan atas di bidang batu bara, Harun Sebastian adalah pengusaha yang juga 
terlibat dalam pembangunan sentra bisnis modern Senayan City. Sedangkan Abraham 
Alex Tanuseputra adalah pengusaha apotek yang juga pendiri Gereja Bethany 
Indonesia.

Roesdiman menjelaskan dari total kebutuhan dana investasi sebesar Rp 3 triliun, 
sumber pembiayaan akan dibagi dalam tiga kelompok. Pertama, setoran modal 
pemilik. Kedua, penjualan properti tahap awal dan ketiga dari pinjaman bank. 

Untuk penjualan tahap awal, pengembang berharap bisa memperoleh dana Rp 800 
miliar - 1 triliun. Sisanya, sekitar Rp 2 triliun akan dibagi 30 persen didanai 
pemegang saham dan 70 persen akan mengajukan pinjaman ke perbankan. 

Dari total kebutuhan dana itu berarti pemegang saham menyetor dana setidaknya 
Rp 600 miliar. Sejauh ini, para pemilik sudah mengumpulkan dana sekitar Rp 500 
miliar.
• VIVAnews 
 
http://bisnis.vivanews.com/news/read/29492-kompas_gramedia_ikut_danai_menara_jakarta
 
 
 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Groups "Koran Digital" 
- One Touch News- 

To post to this group : [email protected] 
To unsubscribe from this group : [email protected] 

For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/koran-digital?hl=id 

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus 
(100 SM) 

Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun. 

              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu. 

              -  Sebisa mungkin hindari komentar satu baris. 

              -  Sebisa mungkin potong ekor email untuk menghemat bandwith. 

              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya. 

              -  Berdiskusilah dengan baik dan bijak. 

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---




      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke