http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006121242

*PERSONEL UNIFIL HARUS IMPARTIALITY
12 Feb 2009*

*PUSPEN TNI* (12/2) -  Chief Provost Marshall Sektor Timur Unifil POM TNI
Letkol CPM Ujang Martenis beserta 2 Perwira Satuan Tugas (Satgas) Military
Police Unit Konga XXV-A/UNIFIL (United Nations Interim Force in Libanon)
mengikuti UNIFIL Integrated Induction Training selama 3 hari, (9 s/d 11
Februari 2009) di Markas Besar UNIFIL, Naqura/Lebanon.

 Induction Training adalah suatu pelatihan yang diselenggarakan oleh Head
Quarter UNIFIL bagi personel, baik militer maupun sipil yang baru bergabung
dalam misi UNIFIL dalam rangka memberikan pemahaman tentang keberadaan
UNIFIL serta  situasi dan kondisi daerah penugasan. Dengan begitu
kontingen-kontingen dari tiap-tiap negara dapat segera menyesuaikan dengan
sistem yang ada, lebih efektif dan sensitif terhadap isu penting dalam
melaksanakan misi serta meyakinkan bahwa prajurit sadar tentang pentingnya
menjaga kesehatan, keselamatan dan keamanan
mereka.

Perwakilan dari Konga XXV-A (Sector East Military Police) memanfaatkan
kesempatan tersebut untuk saling berkoordinasi serta bertukar pengalaman
dengan personel UNIFIL lainnya dari berbagai negara.

Berbagai lecture yang disampaikan dalam mengikuti Induction Training
meliputi : Perencanaan, Analisa Daerah Operasi, Pelanggaran Lalu-Lintas di
UNIFIL, Kondisi Politik Lebanon ; Sistem dan Operasi Perdamaian ; Mandat dan
Tugas Berdasarkan UNSCR 1701 ; Aktifitas dan Mandat ICRC di Lebanon ;
Hubungan ICRC dan UNIFIL ; Kompentensi dan nilai-nilai PBB ; Konsep dan
Kesadaran Budaya Internasional ; Perawatan Kendaraan ; Perilaku dan Disiplin
Rules of Engagement, Conduct and Discipline, Gender, pengenalan HIV/AIDS,
dan lain-lain.

Yang menjadi penekanan khusus pada setiap pemberian lecture adalah bahwa
setiap personel yang bergabung dalam misi UNIFIL harus mengedepankan
impartiality (tidak ada keberpihakan), di samping itu organisasi UNIFIL ini
seyogyanya dapat dijadikan sebagai wahana pergaulan antar bangsa-bangsa di
dunia. Materi-materi yang telah diperoleh selanjutnya akan disebarluaskan
kepada seluruh personel UNIFIL di satuan masing-masing.

Diakhir pelatihan selama tiga hari, seluruh  peserta melaksanakan kunjungan
ke  Blue Line, gunanya untuk melihat secara langsung perbatasan antara
Lebanon dan Israel. Dan dilihatkan juga lapangan ranjau yang masih aktif,
tujuannya agar seluruh personel UNIFIL, baik sipil maupun militer bisa
berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya, di bawah bendera PBB.

Personel yang mengikuti kegiatan ini ditunjuk oleh HQ UNIFIL dari berbagai
satuan / bidang baik dari Head Quarter, Sector East maupun Sector West,
meliputi perwakilan dari berbagai negara di antaranya *Indonesia*, Perancis,
Belgia, India, Italia, Portugis, Turki, Ghana, Tanzania, Spanyol,  Malaysia,
Turki, Hungaria, Belgia dan Masyarakat Lebanon.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke